Korea Jajaki Kerja Sama ‘’Sister City’’ dengan Kota di Bali
Banner Bawah

Korea Jajaki Kerja Sama ‘’Sister City’’ dengan Kota di Bali

Admin 2 - atnews

2026-09-23
Bagikan :
Dokumentasi dari - Korea Jajaki Kerja Sama ‘’Sister City’’ dengan Kota di Bali
Bupati Tabanan Dr. Komang Gede Sanjaya (ist/atnews)
Tabanan (Atnews) - Kota Sampyong di Korea Selatan (Korsel) menjajaki kerja sama berupa sister city (kota kembar) dengan Bali, khususnya Kabupaten Tabanan. Hal itu terungkap saat tim Bumiband Blockchain yang dipimpin Ketua Umum (Ketum) Dr.A.A.Ngurah Alit Wiraputra, S.H.,M.H., beserta Ketua Divisi Pengelolaan Sampah Digital Mr.Kim Kwang Jo serta Ketua Divisi Tour and Travel I Putu Santika audiensi ke Bupati Tabanan Dr. Komang Gede Sanjaya didampingi Asisten III (Bidang Administrasi Umum) pada Setda Tabanan I Nyoman Gede Gunawan, S.Sos.,.dan jajaran di ruang kerjanya pada Selasa (22/9/2026).

Dalam kesempatan itu Ketum Bumiband Alit Wiraputra menyampaikan bahwa upaya mewujudkan kota kembar ini dilakukan karena Tabanan dan Korea mempunyai kemiripan dalam pengelolaan pertanian dan seni-budaya. Korea ingin menawarkan kerjasama budaya, serta pengelolaan sampah di Tabanan sehingga masalah sampah ini terpecahkan. 

Setidaknya Korea dapat membantu mesih pengolah sampah yang canggih untuk memudahkan penanganan sampah di Tabanan agar bisa menjadi benda bermanfaat.

Tabanan juga menginginkan kerja sama dengan Korea di bidang lain seperti bus sekolah untuk para siswa atau pertanian. Terlebih kemajuan teknologi Korea sangat maju setara dengan Jepang. ‘’Bali dan Korea sudah sangat familiar. Kalau orang Korea mendengar nama Bali pasti sudah di hati. Begitu pun orang Bali tak asing lagi dengan seni-budaya Korea,’’ ujar Bupati Tabanan di hadapan Mr. Kim Kwang Jo dan tim.

Dia menambahkan bahwa pariwisata Bali yang berbasis budaya tentu juga sangat menarik bagi wisatawan Korea dan sebaliknya. ’’Dengan adanya sister city tentu nanti ada pertukaran budaya kedua bangsa dan transformasi informasi. Keduanya akan dimudahkan untuk saling mengunjungi,’’ ungkap Sanjaya.

Bahkan untuk mengajegkan seni-budaya, Bupati Sanjaya bakal memasang huruf Bali di semua toko di sepanjang Jalan Gajah Mada, Kota Singasana, Tabanan, seperti halnya di Korea atau Jepang. ‘’Saya membangun kota heritage (warisan budaya atau sejarah) yang beda dengan kota lainnya di Indonesia,’’ tegasnya.

Untuk mewujudkan rencana sister city ini, Sanjaya berharap ada diskusi antarkedua kota, termasuk nota kesepahaman (MoU), sehingga kota kembar ini benar-benar bermanfaat. Menurut Sanjaya, Tabanan juga sudah menjalin kerja sama sister city dengan Kota Toyama di Jepang.

Bahkan saat menjabat Wakil Bupati Tabanan, dia beberapa kali berkunjung ke sana sebagai kunjungan balasan antara kedua pejabat kota tersebut. Toyama diajak kerjasama karena punya lahan persawahan dan teknologi pertanian yang sangat maju.

‘’Mengingat kemiripan seni-budaya dan pertanian, makanya saya sangat setuju untuk mewujudkan sister city dengan kota-kota di Korea,’’ tandas Bupati Sanjaya. 

Ketua Divisi Pengelolaan Sampah Digital Bumiband Kim Kwang Jo mengucapkan terima kasih kepada Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya yang bersedia menerima audiensi tim ‘’gado-gado’’ Korea-Bali ini. Setelah pertemuan ini, Mr.Kim segera ke Korea untuk menyampaikan rencana kerja sama sister city. Mr.Kim berharap kerja sama kota kembar dapat terwujud sehingga kunjungan wisatawan Korea ke Bali terus meningkat, begitu juga sebaliknya.

Sekadar diketahui Korsel berada pada posisi keempat sebagai negara penyumbang wisatawan terbesar ke Bali setelah Australia, Tiongkok (China), dan India. Pada Januari hingga Juli 2026, jumlah kunjungan turis Korea ke Bali sebanyak 174.000 jiwa via Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai atau 164.846 kunjungan berdasarkan catatan data regional.

Bumiband Blockchain adalah suatu wadah komunitas yang bergerak di bidang pengembangan, edukasi dan implementasi teknologi blockchain dan dan pelestarian lingkungan di Indonesia, khususnya Bali. Dengan adanya tim ini bakal tumbuh kemandirian teknologi nasional dan pertumbuhan ekonomi serta pelestarian lingkungan digital Indonesia. (DOP/002) 

Baca Artikel Menarik Lainnya : Kawasan Pedesaan Pilar Utama Pendukung Ekonomi

Terpopuler

Pemkab Buleleng, Salurkan Rp 516 juta untuk Ngaben Massal Sepanjang 2026

Pemkab Buleleng, Salurkan Rp 516 juta untuk Ngaben Massal Sepanjang 2026

Ratusan Truk Terjebak di Ketapang, KADIN Minta Penanganan Serius, Logistik Bali Terancam Lumpuh

Ratusan Truk Terjebak di Ketapang, KADIN Minta Penanganan Serius, Logistik Bali Terancam Lumpuh

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

Pemkab Wakatobi Jajaki Kerja Sama dengan Universitas Udayana dalam Pengembangan Kepariwisataan

Pemkab Wakatobi Jajaki Kerja Sama dengan Universitas Udayana dalam Pengembangan Kepariwisataan

Pasar India Makin Menjanjikan, Kemenpar Raup Potensi Transaksi Rp12,8 Miliar di Pune

Pasar India Makin Menjanjikan, Kemenpar Raup Potensi Transaksi Rp12,8 Miliar di Pune

Gubernur Koster: Bali Bangun Aksi Iklim Berbasis Kearifan Lokal dan Membuka Peluang Ekonomi Hijau

Gubernur Koster: Bali Bangun Aksi Iklim Berbasis Kearifan Lokal dan Membuka Peluang Ekonomi Hijau