Bupati Sutjidra Tegaskan Efektivitas dan Efisiensi Jadi Dasar Pembahasan Perubahan APBD 2026
Banner Bawah

Bupati Sutjidra Tegaskan Efektivitas dan Efisiensi Jadi Dasar Pembahasan Perubahan APBD 2026

Admin 2 - atnews

2026-09-23
Bagikan :
Dokumentasi dari - Bupati Sutjidra Tegaskan Efektivitas dan Efisiensi Jadi Dasar Pembahasan Perubahan APBD 2026
Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra - Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya (ist/atnews)
Buleleng (Atnews) - Pemerintah Kabupaten Buleleng bersama DPRD Kabupaten Buleleng terus mematangkan pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.

Pembahasan diarahkan pada penyesuaian program dan kegiatan dengan kemampuan anggaran, sekaligus memastikan kebutuhan pembangunan yang bersifat prioritas tetap mendapat perhatian.

Hal tersebut disampaikan Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra saat bersama Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna menghadiri Rapat Pembahasan KUA-PPAS Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Ruang Sidang DPRD Kabupaten Buleleng, Rabu (23/9).

Dalam pembahasan tersebut, efektivitas dan efisiensi menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan program yang dapat dilaksanakan pada perubahan anggaran.

"Nah, jadi kita menyesuaikan. Tetap kita mengutamakan efektivitas dan efisiensi. Efektivitas artinya kita harus menilai dan meyakini anggaran di perubahan ini mampu kita kerjakan, sementara efisiensi tetap kita berpedoman pada aturan-aturan yang berlaku," ujar Sutjidra.

Terkait pembangunan infrastruktur, Sutjidra menjelaskan bahwa penanganan tidak hanya difokuskan pada wilayah perkotaan. Sejumlah ruas jalan di wilayah perdesaan juga telah dan sedang ditangani berdasarkan tingkat kebutuhan serta kondisi kerusakannya.

Ia menyebut penanganan jalan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan fiskal daerah. Selain jalan, perhatian juga diberikan terhadap jembatan yang kondisinya membutuhkan penanganan serta infrastruktur pendukung sektor pendidikan, kesehatan, pertanian, dan pariwisata.

"Jadi memang dengan keterbatasan anggaran ini kita tidak bisa semuanya kita kerjakan sekaligus. Infrastruktur semua kita perhatikan, baik di bidang pendidikan, kesehatan, pertanian, maupun infrastruktur penunjang pariwisata," jelasnya.

Sejumlah pekerjaan jalan di luar kawasan perkotaan telah dilakukan, di antaranya penanganan ruas jalan di Bulian yang bahkan dapat diselesaikan lebih cepat dari target. Penanganan juga dilakukan pada sejumlah ruas jalan di Mengening, jalur Sidetapa-Dencarik, serta beberapa ruas jalan di wilayah Seririt. 

Selain pembangunan jalan dan jembatan, pemerintah daerah juga mempertimbangkan kebutuhan infrastruktur pertanian sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah jaringan irigasi yang mengalami kerusakan akibat bencana alam dan belum seluruhnya mendapatkan penanganan.

"Jadi, sekali lagi kita harus seimbang. Infrastruktur di pertanian juga merupakan program prioritas di bidang ketahanan pangan yang harus kita selesaikan. Banyak masalah saluran irigasi yang masih belum tersentuh akibat bencana-bencana alam kita prioritaskan sehingga ketersediaan air untuk pertanian tetap terjaga," ujarnya.

Dalam pembahasan perubahan anggaran, pemerintah daerah juga melakukan efisiensi pada belanja yang dinilai dapat ditekan. Kebijakan tersebut mengikuti arahan pemerintah pusat, terutama terhadap sejumlah belanja operasional kegiatan pemerintahan yang tidak bersifat wajib.

Bupati Sutjidra menyebut efisiensi antara lain dilakukan pada perjalanan dinas serta belanja makan dan minum di organisasi perangkat daerah (OPD).

"Yang sesuai dengan arahan dari pusat, efisiensi seperti perjalanan dinas, makan dan minum, dan sebagainya. Makanya di setiap OPD itu sudah dipangkas hingga nol, kecuali operasional seperti membayar listrik, membayar air, dan biaya telepon, itu wajib," ungkapnya.

Untuk rencana pembangunan tahun anggaran 2027, pemerintah daerah masih melakukan penyusunan anggaran dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan yang tersedia. Penataan kawasan pelabuhan menjadi salah satu rencana yang akan diperhatikan, sementara sejumlah pembangunan infrastruktur lainnya akan disesuaikan dengan kapasitas anggaran.

Sementara itu, untuk pembangunan RSUD Buleleng, pemerintah daerah masih menunggu proses peninjauan kembali terkait manajemen konstruksi. Proyek tersebut tetap direncanakan menggunakan skema pinjaman daerah karena kebutuhan pembiayaannya cukup besar.

"RSUD Buleleng tinggal kita tinjau lagi untuk manajemen konstruksi, tetap dengan skema pinjaman daerah karena kita tidak memiliki anggaran sebesar itu tanpa pinjaman daerah. Manajemen konstruksinya akan dimulai bulan Oktober ini," paparnya. (WAN/002)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Turis Tiongkok Berkurang ke Bali pada Imlek 2019

Terpopuler

Pemkab Buleleng, Salurkan Rp 516 juta untuk Ngaben Massal Sepanjang 2026

Pemkab Buleleng, Salurkan Rp 516 juta untuk Ngaben Massal Sepanjang 2026

Ratusan Truk Terjebak di Ketapang, KADIN Minta Penanganan Serius, Logistik Bali Terancam Lumpuh

Ratusan Truk Terjebak di Ketapang, KADIN Minta Penanganan Serius, Logistik Bali Terancam Lumpuh

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

Pemkab Wakatobi Jajaki Kerja Sama dengan Universitas Udayana dalam Pengembangan Kepariwisataan

Pemkab Wakatobi Jajaki Kerja Sama dengan Universitas Udayana dalam Pengembangan Kepariwisataan

Pasar India Makin Menjanjikan, Kemenpar Raup Potensi Transaksi Rp12,8 Miliar di Pune

Pasar India Makin Menjanjikan, Kemenpar Raup Potensi Transaksi Rp12,8 Miliar di Pune

Gubernur Koster: Bali Bangun Aksi Iklim Berbasis Kearifan Lokal dan Membuka Peluang Ekonomi Hijau

Gubernur Koster: Bali Bangun Aksi Iklim Berbasis Kearifan Lokal dan Membuka Peluang Ekonomi Hijau