Sudaji Peace Trail Fun Run 2026, Lari Perdamaian Sambil Nikmati Pedesaan
Banner Bawah

Sudaji Peace Trail Fun Run 2026, Lari Perdamaian Sambil Nikmati Pedesaan

Admin 2 - atnews

2026-09-22
Bagikan :
Dokumentasi dari - Sudaji Peace Trail Fun Run 2026, Lari Perdamaian Sambil Nikmati Pedesaan
Sudaji Peace Trail Fun Run 2026 (ist/atnews)
Buleleng (Atnews) - Ratusan pelari menyusuri bentang alam pedesaan Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Buleleng, dalam Sudaji Peace Trail Fun Run (SPTFR) 2026, Minggu (20/9/2026).

Acara itu tidak sekadar mengejar waktu tempuh  6 kilometer, peserta diajak menikmati lanskap persawahan sekaligus mengikuti rangkaian kegiatan yang menggabungkan olahraga, pariwisata, budaya, spiritualitas dan kepedulian terhadap lingkungan.

SPTFR 2026 melibatkan ratusan pelari lintas alam dan  masyarakat umum dalam kegiatan yang digagas Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Sudaji bersama kelompok tani, UMKM dan masyarakat setempat. Peserta tak hanya diajak berlari, tetapi juga diperkenalkan dengan kehidupan masyarakat pedesaan serta potensi wisata yang dimiliki Desa Sudaji. 

SPTFR 2026 dilepas oleh Ketua HKTI Provinsi Bali Made Muliawan Arya (De Gadjah) bersama Ketua TP-PKK Provinsi Bali Putri Suastini Koster bersama Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna di Lapangan Desa Sudaji.

Rangkaian kegiatan juga dikemas dengan konsep ramah lingkungan. Tepat di bendungan air, peserta melalukan penuangan eco enzyme, penanaman sejumlah tanaman hingga kegiatan meditasi yang menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman wisata yang tidak hanya bersifat rekreatif, tetapi juga menyentuh aspek lingkungan dan spiritual.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Wayan Sumarjaya, atas nama Gubernur Bali, mengapresiasi konsep yang diusung dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, olahraga dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi desa sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

“ SPTFR 2026 ini bukan hanya tentang berlari. Kegiatan ini menjadi ruang untuk menikmati alam, mengenal kehidupan masyarakat desa, menggerakkan ekonomi lokal, sekaligus membangun kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan dan budaya Bali,” ujarnya.

Ia mengatakan Desa Sudaji memiliki modal kuat untuk mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat. Keindahan persawahan, aktivitas pertanian, tradisi, budaya serta kehidupan masyarakat menjadi daya tarik yang dapat dikemas menjadi pengalaman wisata. “Potensi Desa Sudaji sangat lengkap.

Ada alam, persawahan, pertanian, budaya, tradisi dan kehidupan masyarakat yang bisa menjadi pengalaman wisata yang autentik bagi wisatawan,” katanya.

Menurutnya, konsep tersebut membuat wisatawan maupun komunitas yang datang tidak hanya menjadi penonton, tetapi dapat merasakan langsung kehidupan masyarakat pedesaan.

“Melalui kegiatan ini, orang tidak hanya datang untuk berlari. Mereka bisa menikmati udara pedesaan, melihat hamparan sawah, berinteraksi dengan masyarakat, mencicipi kuliner lokal dan mengenal produk UMKM,” jelasnya.

Ia menilai berbagai kegiatan pendukung seperti penggunaan pupuk organik, penanaman pohon, pelestarian ekosistem persawahan dan penaburan eco enzyme menjadi contoh konkret bagaimana kegiatan olahraga dapat dikombinasikan dengan gerakan menjaga lingkungan.

“Ini merupakan contoh sederhana bahwa sport tourism bisa berjalan bersama dengan environmental sustainability. Olahraga memberikan manfaat bagi kesehatan, sementara kegiatan lingkungan memberikan manfaat bagi alam,” ujarnya.

Menurutnya, konsep tersebut juga dinilai sejalan dengan semangat Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang menempatkan keseimbangan antara alam, manusia dan kebudayaan sebagai bagian penting dalam pembangunan Bali.

“Subak dan persawahan jangan hanya dilihat sebagai objek wisata. Di dalamnya ada pengetahuan, tradisi, kebersamaan dan kearifan masyarakat Bali dalam menjaga hubungan harmonis antara manusia dengan alam,” katanya.

Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna yang ikut menjadi peserta berlari sepanjang 6 kilometer mengatakan, Sudaji memiliki potensi besar sebagai desa wisata dan kegiatan seperti SPTFR 2026 menjadi salah satu bentuk kreativitas masyarakat dalam mengembangkan potensi tersebut.

“Pemerintah Kabupaten Buleleng sangat mendukung kegiatan yang diprakarsai oleh Pokdarwis bersama kelompok tani dan masyarakat Desa Sudaji ini,” ujarnya.

Menurut Supriatna, potensi Desa Sudaji merupakan aset penting bagi pengembangan pariwisata Buleleng. Karena itu, kreativitas masyarakat dalam menghadirkan kegiatan baru perlu terus mendapat dukungan.

“Sudaji merupakan salah satu desa wisata yang memiliki potensi besar. Ini menjadi aset bagi Kabupaten Buleleng untuk terus mendukung kegiatan-kegiatan kreatif yang dilaksanakan oleh masyarakat, khususnya kelompok sadar wisata,” katanya.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu dipertahankan dan dikembangkan sehingga tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat Sudaji, tetapi juga menjadi contoh bagi desa wisata lainnya.

Ketua Panitia SPTFR 2026, Ketut Susana Zanzan menambahkan, SPTFR 2026 bukan sekadar kegiatan olah raga atau pariwisata tapi menjadi momentum untuk mengajak masyarakat kembali peduli terhadap lingkungan dan Ibu Pertiwi.

“Bagi kami, SPTFR bukan hanya sebuah event. Ini adalah bentuk pertobatan dan rasa cinta kita kepada Ibu Pertiwi. Tantangan yang kita jalani hari ini diharapkan mampu membangunkan kembali kekuatan yang ada dalam diri kita, terutama kekuatan untuk mencintai dan menjaga alam,” ujarnya.

Ia mengurai, kegiatan tersebut lahir dari kegelisahan masyarakat terhadap kondisi lingkungan, khususnya persoalan air dan berkurangnya tutupan pohon. Sebagai masyarakat yang hidup dan bekerja dekat dengan alam, kondisi tersebut menurutnya dirasakan secara langsung.

“Bali tidak kekurangan wisatawan, tetapi kita menghadapi persoalan air. Bali juga tidak kekurangan investor, tetapi kita membutuhkan lebih banyak pohon. Kami melihat sungai, tanah dan lingkungan yang mulai mengalami tekanan.

Karena itu, kami merasa perlu melakukan sesuatu, bukan hanya mengambil manfaat dari alam, tetapi juga memberikan kembali kepada Ibu Pertiwi,” kata pria alumni SMA Negeri 1 Singaraja ini.

Dalam pelaksanaannya, SPTFR 2026 menggabungkan aktivitas olahraga dengan aksi pelestarian lingkungan. Peserta tidak hanya mengikuti kegiatan lari sejauh enam kilometer, tetapi juga diajak melakukan penanaman pohon, pemupukan organik, penyiraman, pemeliharaan tanaman serta penggunaan eco enzyme.

“Hari ini kita tidak hanya berjalan dan berlari. Kita melakukan gerakan untuk menanam, memupuk, menyiram, memelihara dan menuangkan eco enzyme dan menanam pohon. Harapannya, apa yang dilakukan hari ini tidak berhenti pada seremoni, tetapi dilanjutkan dengan komitmen untuk merawat lingkungan dalam jangka panjang,” jelas Zanzan.

Menurutnya, konsep kegiatan sengaja dibuat tanpa sekat antara masyarakat, petani, pejabat maupun peserta dari kalangan expatriate. Semua peserta ditempatkan dalam semangat yang sama, yakni sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan. “Di depan Ibu Pertiwi, kita semua adalah anak. Tidak ada sekat antara petani, pejabat maupun expatriate. 

Karena yang kita lakukan hari ini adalah sebuah gerakan bersama untuk merawat rumah kita,” tegasnya. Zanzan berharap SPTFR dapat berkembang menjadi gerakan yang lebih luas, tidak hanya di Sudaji, tetapi juga menginspirasi desa-desa lain di Indonesia untuk menggabungkan olahraga, pariwisata dan aksi lingkungan.

“Dari Sudaji, desa kecil di Bali Utara, kami ingin menyampaikan bahwa pariwisata bisa berjalan bersama dengan pelestarian lingkungan. Kalau desa kecil seperti Sudaji bisa memulai, kami berharap gerakan serupa dapat tumbuh di desa-desa lainnya,” ungkapnya.

Ia berharap SPTFR dapat menjadi agenda tahunan. Bahkan, panitia menargetkan pelaksanaan SPTFR berikutnya pada September 2027 dengan konsep yang lebih berkembang.

“Tahun ini adalah SPTFR pertama. Tahun depan kami ingin kembali hadir dengan kegiatan yang lebih profesional, lebih besar dan tetap membawa semangat untuk membahagiakan Ibu Pertiwi.

Selama tubuh kita masih mampu bergerak, kami akan terus garap dan terus gas untuk menjaga alam,” imbuh Zanzan (Z/ART/002)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Wagub Cok Ace Apresiasi Prestasi FOKBI Bali

Terpopuler

Pemkab Buleleng, Salurkan Rp 516 juta untuk Ngaben Massal Sepanjang 2026

Pemkab Buleleng, Salurkan Rp 516 juta untuk Ngaben Massal Sepanjang 2026

Ratusan Truk Terjebak di Ketapang, KADIN Minta Penanganan Serius, Logistik Bali Terancam Lumpuh

Ratusan Truk Terjebak di Ketapang, KADIN Minta Penanganan Serius, Logistik Bali Terancam Lumpuh

Dirgahayu Republik Indonesia

Dirgahayu Republik Indonesia

Pemkab Wakatobi Jajaki Kerja Sama dengan Universitas Udayana dalam Pengembangan Kepariwisataan

Pemkab Wakatobi Jajaki Kerja Sama dengan Universitas Udayana dalam Pengembangan Kepariwisataan

Pasar India Makin Menjanjikan, Kemenpar Raup Potensi Transaksi Rp12,8 Miliar di Pune

Pasar India Makin Menjanjikan, Kemenpar Raup Potensi Transaksi Rp12,8 Miliar di Pune

Gubernur Koster: Bali Bangun Aksi Iklim Berbasis Kearifan Lokal dan Membuka Peluang Ekonomi Hijau

Gubernur Koster: Bali Bangun Aksi Iklim Berbasis Kearifan Lokal dan Membuka Peluang Ekonomi Hijau