Oleh Ashwini Guruji
Jika kita melihat foto keluarga dari buyut kita dan orang-orang pada zaman tersebut, kita akan tahu mengapa perempuan pada zaman dahulu mampu melahirkan tujuh hingga sepuluh anak yang sehat. Salah satu alasannya adalah pola hidup yang sehat.
Pada masa itu, perempuan terbiasa melakukan berbagai aktivitas fisik dalam kehidupan sehari-hari. Mereka sering jongkok, bahkan mengepel lantai sambil jongkok.
Mereka juga membuat mentega dari susu dengan cara mengaduknya secara manual setiap hari dan menggunakan batu giling (chakki) untuk menggiling tepung dan rempah-rempah. Hal ini bahkan lebih diperhatikan selama masa kehamilan.
Para perempuan yang lebih tua biasanya memastikan calon ibu tetap melakukan aktivitas seperti menggunakan batu giling dan alat pengaduk mentega. Hal ini dipercaya membantu mencegah masalah pada punggung setelah melahirkan.
Berbagai aktivitas tersebut merupakan bagian dari rutinitas sehari-hari yang membantu menguatkan tubuh dan otot-otot di sekitar organ reproduksi. Saat ini, banyak perempuan hanya memiliki satu atau dua anak, dan proses persalinan pun sering kali dilakukan melalui operasi.
Selain itu, baik laki-laki maupun perempuan kini lebih banyak terpapar berbagai zat berbahaya, seperti timbal, karbon monoksida, dan nikotin, serta radiasi yang dapat berdampak buruk terhadap kesehatan reproduksi.
Di usia pertengahan, perempuan biasanya mengalami berbagai perubahan besar dalam tubuhnya yang berkaitan dengan perubahan kadar hormon. Perubahan ini dapat mempengaruhi kondisi fisik, emosional, dan psikologis.
Dalam Ayurveda, tahap kehidupan ini dikenal sebagai fase yang didominasi oleh Vata, yaitu kondisi ketika sifat-sifat seperti kering, ringan, dan tidak stabil menjadi lebih menonjol dalam tubuh.
Perubahan ini dapat ditandai dengan berbagai keluhan, seperti menstruasi yang tidak teratur, nyeri tubuh, nyeri sendi, mudah lelah, kulit kering, rasa panas yang datang tiba-tiba, berkeringat pada malam hari, rasa tidak nyaman pada perut, berat badan bertambah, gangguan tidur, mudah lupa, kecemasan, perubahan suasana hati, dan lain-lain.
Di tahapan usia ini, menerapkan pola hidup yang sehat sangat penting untuk menjaga kesehatan dan mengelola kesehatan reproduksi dengan baik.
Pola makan: Makanan yang bergizi, hangat, dan dapat memberikan kenyamanan serta kestabilan bagi tubuh membantu menyeimbangkan Vata dan menjaga kesehatan secara keseluruhan.
Sertakan sayuran hijau segar, susu sapi, ghee, kurma, serta kismis dan kacang-kacangan seperti kenari dan almond dalam menu makanan sehari-hari.
Biji wijen dan biji-bijian seperti ragi membantu menjaga kesehatan tulang.
Mengonsumsi rempah-rempah seperti jahe, jintan, ketumbar, biji kelabat, biji adas, dan biji ajwain dapat membantu meningkatkan metabolisme dan mengurangi perut kembung.
Makanan yang kaya akan fitoestrogen, seperti biji rami, biji wijen, dan kacang-kacangan seperti kacang arab, dapat membantu menjaga keseimbangan hormon.
*Herbal seperti Shatavari yang memiliki sifat mendinginkan tubuh dan dapat membantu mengurangi rasa panas yang datang tiba-tiba dan keringat berlebih.
Sup kismis hitam juga dapat membantu mengurangi rasa lelah dan letih di usia ini. Rendam 15 buah kismis hitam dalam segelas air semalaman. Keesokan harinya, rebus air rendaman tersebut, lalu saring.
Tambahkan bubuk jintan dan garam batu. Sup kismis hitam ini membantu mendinginkan tubuh, meningkatkan kadar hemoglobin, dan membuat tubuh terasa lebih segar.
Yoga untuk Menjaga Keseimbangan Hormon
Sanatan Kriya, yang praktik yoga, membantu mencapai keseimbangan tubuh dan pikiran. Praktik ini diajarkan secara gratis di seluruh dunia.
Pranayama (latihan pernapasan)
Latihan pernapasan secara rutin, seperti Ujjayi Pranayama dan Nadi Shodhana Pranayama, membantu menstabilkan emosi dan mengurangi stres.
Asana (gerakan yoga) yang bermanfaat pada tahap ini adalah:
1. Chakki Chalana: Duduk dengan kedua kaki diluruskan ke depan, lalu satukan telapak kaki hingga membentuk posisi seperti berlian. Kaitkan jari-jari tangan dan luruskan kedua lengan ke depan.
Perlahan putar tubuh bagian atas dengan gerakan melingkar, menyerupai gerakan batu giling, dengan bergerak ke depan dan ke belakang sesuai kenyamanan.
Lakukan tujuh putaran ke masing-masing arah sambil mengatur napas mengikuti gerakan. Gerakan ini membantu memijat area panggul dan mendukung keteraturan menstruasi.
2. Parivritti Janu Shirshasana: Duduk tegak dengan kedua kaki direntangkan lebar ke samping. Tekuk lutut kiri dan letakkan tumit di dekat pangkal paha, sementara kaki kanan tetap lurus dan direntangkan ke samping.
Tarik napas sambil mengangkat lengan kiri, kemudian buang napas dan rentangkan lengan tersebut melewati kepala ke arah kaki kanan, lalu pegang kaki dengan kedua tangan.
Perlahan arahkan kepala ke arah lutut dan pertahankan posisi sambil bernapas menggunakan teknik ujjai. Kembali ke posisi semula secara perlahan, kemudian ulangi gerakan pada sisi yang satunya.
3. Gomukhasana: Duduklah dengan nyaman, lalu tekuk kaki kiri sehingga tumit berada di dekat bokong bagian kanan. Selanjutnya, letakkan kaki kanan di atas kaki kiri sehingga kedua lutut menjadi bertumpuk.
Angkat lengan kanan ke atas kepala dan tekuk ke belakang, sementara itu bawalah lengan kiri dari bawah ke belakang hingga kedua tangan bertemu dan saling menggenggam.
Pertahankan tulang belakang tetap tegak dan lakukan pernapasan ujjai untuk membantu melepaskan ketegangan dan menenangkan pikiran.
4. Utthanasana: Berdirilah tegak dengan kedua kaki direntangkan lebar dan ujung jari kaki mengarah ke luar. Satukan kedua tangan di atas kepala. Dengan menjaga punggung dan leher tetap lurus serta mengencangkan bokong, tekuk kedua lutut untuk menurunkan tubuh sekitar 25cm.
Pertahankan pernapasan ujjai. Tahan posisi ini selama tujuh hitungan, kemudian turunkan tubuh lagi sekitar 25cm. Sekali lagi, tahan selama tujuh hitungan, lalu lanjutkan menurunkan tubuh hingga mencapai posisi jongkok.
Tumit tetap berada di lantai dan punggung tidak membungkuk. Pertahankan posisi ini sampai hitungan ketujuh. Asana ini tidak boleh dipraktikkan oleh penderita prolaps uteri maupun ibu hamil setelah usia kehamilan memasuki tiga bulan.
5. Supta Vajrasana: Duduklah dalam posisi Vajrasana, kemudian secara perlahan berbaringlah ke belakang dengan bertumpu pada siku dan lengan hingga kepala menyentuh lantai.
Letakkan kedua tangan di atas paha atau di bawah kepala. Pejamkan mata dan rilekskan tubuh. Pertahankan pernapasan ujjai. Orang dengan masalah linu panggul (sciatica), sakit lutut, atau punggung tidak boleh melakukan asana ini.
Abhyanga atau Pijat dengan Minyak:
Abhyanga secara sederhana berarti mengoleskan minyak ke seluruh tubuh. Anda dapat menggunakan minyak yang sesuai dengan tubuh Anda berdasarkan dosha (konstitusi tubuh) Anda.
Gunakan minyak kelapa atau minyak bunga matahari untuk dosha pitta dan minyak wijen hangat untuk dosha vata, sedangkan minyak mustard hangat dan minyak safflower paling sesuai untuk dosha kapha.
Namun, jika Anda tidak mengetahui dosha Anda atau memiliki keraguan mengenai konstitusi tubuh Anda, sebaiknya berkonsultasi dengan praktisi Ayurveda (vaidya).
Praktik ini membantu mengurangi stres, meningkatkan sirkulasi darah, mengurangi kekeringan kulit, membantu meredakan nyeri tubuh, dan meningkatkan kualitas tidur.
Setelah pijat dengan minyak, beristirahatlah selama 15 menit, kemudian mandi dengan air hangat suam-suam kuku.
*) Ashwini Guru Ji adalah cahaya penuntun Dhyan Ashram dan pakar ilmu-ilmu Weda. Bukunya yang berjudul Sanatan Kriya: The Ageless Dimension merupakan karya tentang anti-penuaan yang telah diakui secara luas. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.dhyanfoundation.com atau kirim email ke dhyan@dhyanfoundation.com.