Bupati Kembang Hadiri Karya Pujawali Pura Luhur Dangkahyangan Rambut Siwi
Banner Bawah

Bupati Kembang Hadiri Karya Pujawali Pura Luhur Dangkahyangan Rambut Siwi

Admin 2 - atnews

2026-09-18
Bagikan :
Dokumentasi dari - Bupati Kembang Hadiri Karya Pujawali Pura Luhur Dangkahyangan Rambut Siwi
Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan (ist/atnews)
Jembrana (Atnews) - Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan melaksanakan persembahyangan di Pura Luhur Dangkahyangan Rambut Siwi, Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Rabu (16/9).

Persembahyangan tersebut bertepatan dengan pelaksanaan Pujawali di salah satu pura tertua di Bali di Gumi Makepung ini. 

Pujawali Pura Luhur Dangkahyangan Rambut Siwi jatuh pada Buda Umanis Prangbakat, Rabu (16/9). Prosesi pujawali dipuput oleh Ida Peranda Istri Gede Oka Sidarta dari Griya Taman Sari Manuaba Tibusambi.

Rangkaian pujawali dilaksanakan selama lima hari. Selama pelaksanaan karya, Ida Bhatara nyejer hingga Redite Kliwon Bala, Minggu (20/9), sebelum kemudian dilaksanakan panyineban.

Bupati Kembang mengatakan, kehadirannya dalam pujawali tersebut merupakan bentuk bhakti sekaligus ungkapan rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, khususnya kepada Ida Bhatara yang berstana di Pura Luhur Dangkahyangan Rambut Siwi.

Selain memohon keselamatan dan kerahayuan, persembahyangan juga dimanfaatkan untuk memohon tuntunan serta kelancaran dalam menjalankan roda pemerintahan di Kabupaten Jembrana.

“Persembahyangan kali ini untuk memohon tuntunan dan restu di hadapan Ida Bhatara yang berstana di Pura Dangkahyangan Rambut Siwi agar program-program yang kami laksanakan dapat berjalan dengan baik dan lancar,” ujar Bupati Kembang.

Sementara itu, Pamucuk Karya Pujawali Pura Luhur Dangkahyangan Rambut Siwi, I Kadek Suentra, mengatakan rangkaian persiapan upacara telah dimulai sejak Rabu (9/9).

Sebelum memasuki puncak pujawali, berbagai rangkaian upakara telah dilaksanakan di sejumlah pura yang berada di kawasan Pura Luhur Dangkahyangan Rambut Siwi. Di antaranya nawur, mendak tirta, pacaruan hingga pakelem di Pura Beji dan Pura Goa Tirta.

Rangkaian tersebut kemudian dilanjutkan dengan pacaruan di Pura Luhur, Pura Penataran, serta Pura Pesanekan.

“Untuk rangkaian pujawali dilaksanakan selama lima hari. Mulai tanggal 16 September sampai nanti panyinebannya tanggal 20 September,” ungkapnya. (Z/002) 

Baca Artikel Menarik Lainnya : Repnas Yakin Jokowi Amin Menang 80 Persen di Bali

Terpopuler

Pemkab Buleleng, Salurkan Rp 516 juta untuk Ngaben Massal Sepanjang 2026

Pemkab Buleleng, Salurkan Rp 516 juta untuk Ngaben Massal Sepanjang 2026

Ratusan Truk Terjebak di Ketapang, KADIN Minta Penanganan Serius, Logistik Bali Terancam Lumpuh

Ratusan Truk Terjebak di Ketapang, KADIN Minta Penanganan Serius, Logistik Bali Terancam Lumpuh

Dirgahayu Republik Indonesia 

Dirgahayu Republik Indonesia 

Pemkab Wakatobi Jajaki Kerja Sama dengan Universitas Udayana dalam Pengembangan Kepariwisataan

Pemkab Wakatobi Jajaki Kerja Sama dengan Universitas Udayana dalam Pengembangan Kepariwisataan

Pasar India Makin Menjanjikan, Kemenpar Raup Potensi Transaksi Rp12,8 Miliar di Pune

Pasar India Makin Menjanjikan, Kemenpar Raup Potensi Transaksi Rp12,8 Miliar di Pune

Gubernur Koster: Bali Bangun Aksi Iklim Berbasis Kearifan Lokal dan Membuka Peluang Ekonomi Hijau

Gubernur Koster: Bali Bangun Aksi Iklim Berbasis Kearifan Lokal dan Membuka Peluang Ekonomi Hijau