Denpasar (Atnews) - KEK Kura Kura Bali terus memperkuat posisinya sebagai kawasan ekonomi khusus yang tak hanya berkembang dari sisi investasi, tetapi juga menghadirkan ruang bagi aktivitas komunitas.
Hal itu sejalan dengan salah satu pilar utama pengembangannya, yakni Longevity—sebuah komitmen untuk menciptakan ekosistem yang mendukung kesehatan fisik dan mental, serta membangun lingkungan mampu yang menunjang kualitas hidup jangka panjang.
Salah satu wujudnya terlihat di Sira Village Grand Outlet Bali, destinasi outlet shopping pertama di Bali yang berlokasi di kawasan tersebut, yang mulai memperluas perannya — bukan hanya sebagai tempat berbelanja, bersantap, dan bersantai, melainkan juga ruang aktivitas bermanfaat bagi komunitas.
QRIS Code Donasi di Pilates for Charity Sejak soft openingnya pada 31 Juli lalu, Sira Village mulai berkolaborasi dengan sejumlah komunitas, mulai dari sesi lari, pilates, hingga fashion show.
Sunset Mandala Sira Village menjadi tuan rumah kegiatan Pilates for Charity yang digagas oleh Kelas Rawat Diri, sebuah inisiatif kelas kebugaran dan pengembangan diri perempuan yang berbasis di Bali dan Kendari.
Acara ini menjaring sekitar 46 peserta yang ingin menjaga kesehatan sekaligus berkontribusi sosial dengan harga tiket yang sangat terjangkau, yakni Rp75.000. Tantowi Yahya, Presiden Direktur PT Grand Outlet Bali, menegaskan visi di balik ekosistem kawasan ini yang mengedepankan sinergi dengan masyarakat luas.
"Sira Village dirancang sejak awal bukan sekadar sebagai pusat perbelanjaan bertaraf global, melainkan sebagai ruang hidup yang membawa manfaat. Kami ingin kawasan ini menjadi wadah bertemunya berbagai inisiatif baik.
Tantowi melanjutkan ''Penyediaan ruang bagi komunitas, termasuk mendukung penuh gerakan 'Pilates for Charity' ini, adalah wujud komitmen kami untuk memastikan bahwa kehadiran Sira Village di KEK Kura Kura Bali dapat memberikan nilai tambah, merayakan inklusivitas, dan menjadi tempat di mana kepedulian sosial dapat tumbuh bersama pengalaman gaya hidup," ujarnya.
Maryni Manga (Rini), Co-founder Kelas Rawat Diri, menjelaskan bahwa aksi sosial ini tergerak oleh sebuah video yang memperlihatkan kegiatan operasi medis di sebuah tenda akibat keterbatasan fasilitas di Nusa Tenggara Timur (NTT) karena adanya bencana gempa bumi beberapa waktu lalu.
"Video dari Rumah Sakit Aeramo di Nagekeo itu sangat menggugah tim kami. Kami merasa tidak perlu harus berangkat ke sana jika kami bisa berbuat sesuatu dari sini. Kami mengadakan kelas Pilates di mana 100% hasil penjualan tiket dan donasi disumbangkan sepenuhnya.
Kita disambut baik oleh Sira Village, benar-benar tidak ada yang ribet untuk pengurusan ini," ungkap Rini. Melalui penjualan tiket dan donasi yang telah terkumpul dari kegiatan pilates yang diselenggarakan, tim Kelas Rawat Diri kemudian menyalurkan bantuan tersebut kepada fasilitas kesehatan yang membutuhkan.
"Kami telah membelikan perlengkapan medis seperti nebulizer untuk Puskesmas Tuanggeo, alat tes glukosa untuk Rumah Sakit Ruteng, serta pompa ASI, kantong ASI, dan bedong bayi untuk RSUD Aeramo," tambahnya.
Event Pilates for Charity Menggandeng Komunitas Lokal Kesuksesan acara ini juga tidak lepas dari kolaborasi erat antar sesama komunitas di Bali. Kelas Rawat Diri turut menggandeng pelatih sukarelawan hingga tempat perawatan kecantikan. serta dukungan dari pihak penyewa (tenant) Sira Village.
''Ini sebenernya kayak mall Sira Village di KEK Kura Kura Bali ini kayak membuka pintu bagi kegiatan-kegiatan yang bermanfaat sebenarnya. Karena mereka menyediakan semacam space untuk kita komunitas ya, bisa disebut kita gabungan dari komunitaskomunitas yang ada di Bali.
Bahkan tenant-tenant yang ada di Sira Village sendiri untuk bisa gabung dengan aktivitas-aktivitas yang bermanfaat sebenarnya untuk pengunjung,'' ujar Rani.
Sejalan dengan komitmen pengembangan kawasan, Zefri Alfaruqy, Kepala Departemen Komunikasi KEK Kura Kura Bali, menegaskan bahwa integrasi antara gaya hidup, wellness, dan aksi kemanusiaan merupakan wujud pemberdayaan komunita
. "Kami menyambut baik sinergi komunitas yang terjadin dengan Sira Village di kawasan kami. Kami berharap Sira Village tidak hanya menjadi tempat bagi produk-produk global maupun UMKM lokal untuk tampil, tetapi juga terus memperluas kapasitasnya menjadi ruang di mana kepedulian sosial dan budaya dapat tumbuh dan berdampak positif secara nyata bagi masyarakat luas," tutup Zefri.
Melalui sinergi yang terus terjalin dengan berbagai komunitas lokal, Sira Village berharap dapat terus mewujudkan visi pengembangan kawasan yang harmonis sejalan dengan visi Pengembangan KEK Kura Kura Bali, di mana kemajuan pariwisata, gaya hidup sehat, dan kepedulian sosial dapat tumbuh dan berjalan beriringan.(Z/002)