Denpasar (Atnews) - Semangat gotong royong Angkatan 45 kembali nyata. Usai menyalurkan bantuan di Manggarai Timur, NTT, Dewan Harian Daerah Angkatan 45 Provinsi Jawa Barat melanjutkan perjalanan untuk bersilaturahmi ke DHD Angkatan 45 Provinsi Bali di Kantor DPD LVRI Provinsi Bali, Gedung Merdeka Denpasar, Selasa (8/9/2026).
Kunjungan ini diterima langsung oleh Dewan Kehormatan DHD 45 Provinsi Bali, IGB Saputra, SH (96) tahun, yang juga menjabat Ketua DHD LVRI Bali. Sosok beliau menjadi pengikat nilai sejarah dan semangat perjuangan 1945 di tengah para pengurus.
Turut mendampingi, Ketua DHD 45 Bali Bagus Ngurah Rai, Wakil Ketua Dr. Drs. Putra Wijaya, M.Si. serta Ketua DHC Angkatan 45 Kota Denpasar Ir. I Wayan Abdi Negara.
Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, Dewan Kehormatan IGB Saputra, SH menyerahkan cinderamata berupa plakat, buku, dan majalah kepada Heru Paku Sujanto, DHD 45 Provinsi Jawa Barat Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan.
Sebagai balasan, rombongan DHD 45 Jabar menyerahkan majalah "API 45" sebagai media komunikasi dan dokumentasi perjuangan antar daerah. Majalah ini diharapkan menjadi jembatan informasi untuk memperkuat gerakan Angkatan 45 di seluruh Indonesia.
Heru Paku Sujanto menyampaikan bahwa perjalanan dari NTT ke Denpasar adalah rangkaian pengabdian.
"Sore lusa kami di NTT membawa bantuan untuk saudara-saudara kita. Sedangkan pagi ini kami di Bali untuk menguatkan tali persaudaraan. Sama-sama semangat '45," ujarnya.
Sementara itu, IGB Saputra, SH di usia senjanya tetap memberikan pesan kebangsaan.
"Jaga persatuan. Rawat sejarah. Jangan biarkan semangat para pejuang padam," pesan beliau kepada seluruh pengurus yang hadir.
Pertemuan ini juga menjadi forum diskusi penguatan program DHD 45 di bidang sosial, ekonomi, dan pembinaan generasi muda. Para pengurus sepakat untuk terus membangun sinergi lintas provinsi agar nilai-nilai 1945 tetap hidup dan bermanfaat bagi masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama. Wajah-wajah yang tampak dalam foto itu adalah wajah-wajah yang masih percaya bahwa Indonesia dijaga bukan hanya dengan kata, tetapi dengan tindakan (KRS/002)