A.A.Gede Putra, SIP., MM. Raih Gelar Doktor di UNHI Denpasar, dengan Predikat Sangat Memuaskan/ "Cum Laude" 
Banner Bawah

A.A.Gede Putra, SIP., MM. Raih Gelar Doktor di UNHI Denpasar, dengan Predikat Sangat Memuaskan/ "Cum Laude" 

Admin 2 - atnews

2026-08-29
Bagikan :
Dokumentasi dari - A.A.Gede Putra, SIP., MM. Raih Gelar Doktor di UNHI Denpasar, dengan Predikat Sangat Memuaskan/ "Cum Laude" 
Sidang Ujian Terbuka Universitas Hindu Indonesia (ist/atnews)
Denpasar (Atnews) - Anak Agung Gede Putra, SIP., MM. dengan Disertasi "Media Sosial Spiritualitas dan Konsumerisme Studi Kasus Pemasaran Pembelajaran Spiritual Pada SOUL, berhasil meraih Gelar Doktor dengan predikat sangat memuaskan / "Cum Laude", dalam "Program Studi Ilmu Agama dan Kebudayaan" Fakultas Ilmu Agama, Seni dan Budaya di Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar, hari ini, Sabtu (29/08/2026).

Sidang Akademik Ujian Terbuka Universitas Hindu Indonesia dengan acara Ujian Promosi Doktor a.n. Anak Agung Gede Putra, SIP., MM.

sebelum dibuka oleh Ketua Sidang, Dr. Cokorda Gde Bayu Putra, S.E., M.Si sekaligus Rektor UNHI Denpasar ini, diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dilanjutkan lagu Hymne UNHI serta Do'a.

Promovendus Anak Agung Gede Putra, SIP., MM. dengan Promotor, Prof. Dr. Ida Bagus Gde Yudha Triguna, M.S dan Ko-Promotor, Dr. I Gusti Agung Paramita, S.Ag.,M.Si secara lugas mempresentasikan disertasi dihadapan 5 (lima) orang anggota Dewan Penguji yang terdiri atas: Dr. Anak Agung Gde Ngurah Ari Dwipayana, M.Si (selaku Penguji Eksternal sekaligus anggota), serta para penguji Internal: Prof. Dr.I Wayan Suka Yasa, M.Si., Prof. Dr. I Ketut Suda, M.Si., Prof. Dr. Ida Ayu Komang Arniati, M.Ag., serta Dr. Ni Luh Adisti Abiyoga Wulandari, S.E., M.M.

Anak Agung Gede Putra, SIP., MM. dalam penelitiannya mengkaji tentang spiritualitas digital umumnya berfokus pada praktik keagamaan daring dan penggunaan media sosial sebagai sarana komunikasi spiritual.

Namun masih terbatas kajian yang mengungkap bagaimana makna spiritual dikonstruksi, dimodifikasi, dan dipasarkan dalam ekosistem digital. 

Nah kesenjangan ini kata Anak Agung Gede Putra, mendorong dirinya untuk melakukan penelitian pada SOUL (Spirit of Universal Life) melalui kerangka The Maker -The Market-The Meaning (3M) untuk menganalisis strategi pengemasan spiritualitas di media sosial, proses komodifikasi makna, serta implikasinya terhadap pembentukan subyektivitas spiritual audiens. 

Penelitiannya ini menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif-kritis, memadukan netnografi dan analisis wacana kritis (CDA), dengan paradigma kritis sebagai meta-kerangka anti-bias bagi peneliti yang berposisi sebagai insider (CMO SOUL). 

Berdasarkan hasil penelitiannya ada 3 (tiga) temuan utama:

(1). The Maker membangun otoritas spiritual digital melalui performativitas figur, penerjemahan ajaran ke format media sosial, serta SOUL Meter dan SOUL Care sebagai teknologi diri. 

(2). The Market memperlihatkan evolusi komunitas menjadi prosumer spiritual yang disatukan logika barter energi sebagai legitimasi kosmologis atas pertukaran berbayar. 

dan (3). The Meaning, mengungkap subjektivitas baru, yakni: peserta memaknai diri sebagai jiwa yang bertumbuh dan pulang dengan transformasi nyata pada dimensi relasi, ekonomi, dan keagamaan. 

Penelitian ini mengusulkan konsep managed spirituality, spiritualitas yang terkelola melalui kurikulum dan teknologi diri sekaligus mengungkap ambivalensinya: emansipatoris namun berpotensi constraining.

Temuan ini kata Promovendus Anak Agung Gede Putra, SIP., MM., menunjukkan bahwa komodifikasi makna tidak selalu kontradiktif dengan spiritualitas autentik dalam konteks ekonomi spiritual digital Indonesia.

Menurut Promovendus Anak Agung Gede Putra, SIP., MM. kelahiran Gianyar, 11 Maret 1966, tujuan penelitiannya secara umum untuk menganalisis secara kritis relasi antara media sosial, spiritualitas, dan konsumerisme dalam praktik pemasaran pembelajaran spiritual pada SOUL, dengan lokasi penelitian berada pada ekosistem digital SOUL di Instagram, You Tube, dan Tik Tok, serta pada aktivitas komunitas dan  pengelolaan program SOUL yang berpusat terutama di Denpasar dan Tabanan Bali. 

Penentuan lokasi ini menunjukkan bahwa obyek penelitian tidak hanya berbasis ruang fisik, tetapi juga ruang digital yang aktif memproduksi, mendistribusikan, dan menegosiasikan makna spiritual, "ucap dua orang putra, suami dari Made Dwi Dharana Wati, S.E., ini". 

Setelah sekitar 50 menit Sidang Akademik Ujian Terbuka Promosi Doktor a.n. Anak Agung Gede Putra, SIP., MM. berlangsung, Ketua Sidang menunda sidang ujian terbuka untuk memberikan waktu kepada Dewan Penguji dalam menentukan hasil ujian, melalui rapat tertutup Tim Penguji dipimpin oleh Ketua Sidang. 

Promovendus atas nama Anak Agung Gede Putra, SIP., MM. berdasarkan hasil rapat yudisium ujian promosi doktor, dengan mempertimbangkan prestasi yang telah dicapai selama dalam pendidikan Doktor, ketekunan dan kesungguhan kerja Promovendus dalam melakukan penelitian, kemudian kemampuannya dalam menarik kesimpulan yang bermakna, demikian pula berdasarkan atas penilaian yang telah dilakukan dalam ujian tertutup.

Serta segala peraturan dan wewenang yang ada pada Program Doktor Universitas Hindu Indonesia, maka sidang memutuskan, bahwa disertasi Promovendus diterima telah menyelesaikan pendidikan Doktor dalam Program Studi Ilmu Agama dan Kebudayaan, serta dinyatakan lulus dengan predikat : "sangat  memuaskan/ cum laude".

Dengan demikian "Mulai hari ini, Sabtu (29/08/2026), Anak Agung Gede Putra, SIP., MM. diperkenankan untuk memakai Gelar Doktor dengan segala hak dan kewajiban serta kehormatan yang melekat pada gelar tersebut. 

Prof. Dr. Ida Bagus Gde Yudha Triguna, M.S selaku promotor dalam pesan pelepasan "Doktor Baru", kepada Dr. Anak Agung Gede Putra, SIP., MM. antara lain Guru Besar UNHI Denpasar ini mengharapkan setelah penelitian ini selesai tidak berhenti pada pertanyaan tentang bagaimana spiritualitas dipasarkan.

Teruslah mengamati bagaimana manusia modern mencari makna di tengah kelimpahan pilihan, kecepatan teknologi, dan godaan konsumsi. Di sana kata Prof. Yudha Triguna, terdapat medan penelitian yang sangat luas bagi ilmu agama dan kebudayaan. 

"Semoga perjalanan yang dimulai bertahun-tahun lalu di Yogyakarta terus bergerak, bukan hanya menuju semakin banyak pengetahuan, tetapi menuju kejernihan dalam melihat, kedalaman, dalam memahami, dan kebijaksanaan dalam menentukan arah.

Sebab pada akhirnya, sebagaimana pesan Katha Upanisad, yang terpenting bukan seberapa cepat kereta bergerak, tetapi siapa yang mengendalikannya dan ke mana perjalanan itu diarahkan", tegas Prof. Dr. Ida Bagus Gde Yudha Triguna, M.S.

Dalam mengakhiri pesan pelepasan Doktor Baru, yakni Doktor yang ke-225 sebagaimana disebutkan oleh Rektor UNHI Denpasar, Dr. Cokorda Gde Bayu Putra, S.E., M.Si. (IBM/002).

Baca Artikel Menarik Lainnya : Kasum TNI : Kegiatan Teritorial TNI Pengabdian Tanpa Batas

Terpopuler

Aksi Penanaman Pohon Demokrat Denpasar Berlandaskan Filosofi Tri Hita Karana dan Ajaran Bhagawadgita

Aksi Penanaman Pohon Demokrat Denpasar Berlandaskan Filosofi Tri Hita Karana dan Ajaran Bhagawadgita

Di Tengah Peringatan Kemerdekaan, Tim Gabungan Tetap Siaga Tangani Karhutla di Sejumlah Daerah

Di Tengah Peringatan Kemerdekaan, Tim Gabungan Tetap Siaga Tangani Karhutla di Sejumlah Daerah

Dirgahayu Republik Indonesia

Dirgahayu Republik Indonesia

Disambut Meriah di Jembrana, Istana Puji Antusiasme Warga: Luar Biasa

Disambut Meriah di Jembrana, Istana Puji Antusiasme Warga: Luar Biasa

Yayasan Sabha Budaya Bali Pada HUT-nya Ke-21, Teguhkan Komitmen "Lestarikan Adat, Agama, dan Budaya Bali"

Yayasan Sabha Budaya Bali Pada HUT-nya Ke-21, Teguhkan Komitmen "Lestarikan Adat, Agama, dan Budaya Bali"

Satu Korban Selamat Usai Tak Jadi Naik KMP Putri Yasmin, 4 Masih Dicari

Satu Korban Selamat Usai Tak Jadi Naik KMP Putri Yasmin, 4 Masih Dicari