Yayasan Sabha Budaya Bali Pada HUT-nya Ke-21, Teguhkan Komitmen "Lestarikan Adat, Agama, dan Budaya Bali"
Banner Bawah

Yayasan Sabha Budaya Bali Pada HUT-nya Ke-21, Teguhkan Komitmen "Lestarikan Adat, Agama, dan Budaya Bali"

Admin 2 - atnews

2026-08-26
Bagikan :
Dokumentasi dari - Yayasan Sabha Budaya Bali Pada HUT-nya Ke-21, Teguhkan Komitmen "Lestarikan Adat, Agama, dan Budaya Bali"
Yayasan Sabha Budaya Bali (ist/atnews)
Denpasar (Atnews) - Yayasan Sabha Budaya Bali (YSBB) tahun 2026, tepatnya, Selasa (25/08/2026) sudah menginjak usia 21 (dua puluh satu) tahun. Memperingati Hari Ulang Tahunnya yang ke-21, bertempat di Quest Hotel San Denpasar, mengusung tema “Melayani Berlandaskan Dharma, Mengabdi Dengan Ketulusan, Berkarya Untuk Kedamaian Umat".

Peringatan ini dijadikan momentum untuk melakukan refleksi dan evaluasi terhadap perjalanan yayasan, sekaligus memperkuat arah program pembinaan masyarakat Bali, khususnya dalam bidang adat, agama, dan budaya.

Ketua Umum Yayasan Sabha Budhaya Bali, Dr. Drs. I Gusti Made Ngurah, M.Si., sekaligus selaku Ketua Panitia Penyelenggara pada kesempatan tersebut memaparkan sejarah perjalanan Yayasan Sabha Budaya Bali.

Menurutnya, yayasan ini pada awal berdiri tahun 2005, bernama Yayasan Sabha Budaya Hindu Bali, kemudian disempurnakan melalui Akta Pendirian Nomor 07 tanggal 11 Januari 2018 menjadi Yayasan Sabha Budaya Bali (YSBB).

Pendirian YSBB ini dilandasi atas kepedulian dan pemikiran, untuk memberikan pembinaan kepada umat Hindu dan masyarakat Bali, khususnya yang berkaitan dengan adat, agama, dan budaya Bali.

YSBB memiliki organ yayasan yang terdiri atas: Pembina, Pengawas, dan Pengurus. Para Pembina berasal dari para Sulinggih dari berbagai golongan warga yang menyatu dalam Sabha Purohita Yayasan.

Dikatakan, tujuan utama yayasan adalah memelihara, melestarikan, mengembangkan, dan mengajegkan adat serta budaya Bali sebagai penyangga pelaksanaan agama Hindu di Bali.

Program YSBB meliputi pembinaan adat, budaya, agama, sosial kemasyarakatan, dan sosial keagamaan. Sasaran utama program diarahkan kepada masyarakat Bali (Hindu-red) yang menghadapi berbagai kondisi kritis, yakni:  kritis geografis, ideologi, sosial budaya, serta kritis ekonomi.

Berbagai kegiatan yang telah dilakukan, diantaranya: dialog tatap muka, penerbitan buku saku dan selebaran terkait agama, adat dan budaya, sarasehan melalui kesenian bebondresan, Focus Group Discussion (FGD) mengenai Burung Cenderawasih/Manuk Dewata dan Tari Rejang Renteng, serta program Wicara Budaya melalui RRI Denpasar dan TVRI. Bali.

Dalam pelaksanaan program, YSBB juga membangun kerja sama dengan Ditjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI, LPP RRI Denpasar, serta Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali.

Yayasan juga secara aktif memenuhi undangan Dharma Wacana dari krama adat maupun umat Hindu sesuai kebutuhan di berbagai tempat.

Peran Sabha Purohita dalam Pembinaan Umat Sebagai bagian dari pembinaan keagamaan. Para Pembina yang tergabung dalam Sabha Purohita Yayasan juga menjalankan berbagai kegiatan. Salah satunya adalah Paruman Sulinggih yang dilaksanakan pada 18 Januari 2011 di Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur.

Program Sabha Purohita antara lain : meningkatkan pemahaman umat mengenai hari-hari suci agama Hindu di Bali dan pelaksanaan yajña/upacara, membahas persoalan lingkungan dan gejala alam, serta memberikan pandangan keagamaan berdasarkan tuntunan sastra.

Sabha Purohita juga telah melakukan berbagai paruman terkait sejumlah persoalan keagamaan, adat, lingkungan, budaya, dan kehidupan sosial masyarakat Bali, termasuk pembahasan mengenai pelaksanaan Nyepi, ogoh-ogoh, pengelolaan sampah, Tawur Agung, Catus Patha, Tumpek Wariga, serta berbagai persoalan yang berkaitan dengan Pura Besakih dan kehidupan keagamaan Hindu di Bali.

Hari Ulang Tahun atau Wanti Warsa ke-21: Momentum Evaluasi dan Menyusun Langkah ke Depan. Peringatan HUT ke-21 tidak hanya menjadi perayaan perjalanan yayasan, tetapi juga menjadi momentum evaluasi dan pembelajaran untuk menyusun program pembinaan ke depan.

Sejumlah rangkaian kegiatan telah dilaksanakan, antara lain: Dharma Wacana dan Dharma Tula di Br. Pekandelan, Desa Adat Denpasar pada 2 Agustus 2026, serta rencana pencerahan mengenai Upacara Padudusan Agung di Pura Dalem Penataran Sari pada September 2026.

Dari rangkaian kegiatan tersebut, YSBB menemukan sejumlah persoalan sosial yang membutuhkan perhatian bersama. Salah satunya adalah kondisi sosial ekonomi dan kependudukan di sejumlah wilayah yang dinilai semakin kompleks, termasuk persoalan peralihan fungsi dan penguasaan tanah yang berpotensi berdampak terhadap keberadaan masyarakat Bali dan keberlanjutan kehidupan sosial budaya setempat.

YSBB juga telah melakukan audiensi dengan Danrem 163/Wira Satya. Dalam pertemuan tersebut, yayasan memperoleh gambaran mengenai persoalan kritis air yang dihadapi sejumlah desa di berbagai kabupaten di Bali.

Salah satu masukan yang diterima adalah agar YSBB dapat menyusun buku mengenai Yajña berdasarkan tingkatannya, yaitu Nista, Madya, dan Utama, sebagai salah satu bentuk kontribusi edukatif kepada masyarakat.

Di sisi lain, para Sulinggih Yayasan menyampaikan pandangan mengenai kondisi sosial kemasyarakatan dan kehidupan keagamaan Bali saat ini. Hal tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara kondisi yang terlihat di permukaan dengan berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Persoalan seni dan budaya juga menjadi perhatian. Prof. Wayan Dibia, seniman sekaligus anggota Pengurus Yayasan, menyampaikan adanya berbagai pelanggaran dan penyimpangan dalam praktik kesenian dan budaya, khususnya menyangkut batas antara kesenian yang bersifat sakral dan profan.

Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu persoalan kritis dalam pelestarian seni budaya Bali yang perlu mendapat perhatian bersama.

Yayasan Sabha Budhaya Bali menyadari bahwa tidak seluruh persoalan yang muncul maupun yang ditemukan selama dalam perjalanan yayasan dapat ditangani sendiri oleh yayasan.

Namun demikian, berbagai pengalaman, pengetahuan, dan hasil dialog yang diperoleh menjadi bekal penting bagi Pembina dan Pengurus YSBB untuk menyusun program pembinaan yang lebih relevan ke depan.

YSBB juga berkomitmen untuk terus menjadi ruang pemikiran dan pembahasan terhadap berbagai persoalan yang berkaitan dengan adat, agama, dan budaya Bali, sekaligus memberikan saran atau rekomendasi kepada pemerintah dan lembaga terkait, sesuai kewenangan masing-masing.

Peringatan Hari Ulang Tahun ke-21 menjadi penegasan bahwa menjaga Bali bukan hanya persoalan melestarikan tradisi, tetapi juga membutuhkan kepedulian terhadap kehidupan sosial, ekonomi, lingkungan, kependudukan, agama, serta keberlanjutan seni dan budaya.

Melalui semangat “Melayani Berlandaskan Dharma, Mengabdi Dengan Ketulusan, Berkarya Untuk Kedamaian Umat,” Yayasan Sabha Budaya Bali bertekad melanjutkan pengabdian dengan memperkuat pembinaan dan membuka ruang dialog demi keberlanjutan adat, agama, dan budaya Bali.

Pada acara peringatan Hari Ulang Tahunnya yang ke-21ini, juga dihadiri unsur Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali, Dinas Kebudayaan Provinsi Bali,
dari Kementerian Agama dan Kesbangpol Provinsi Bali.

Acara puncak ditandai dengan pemotongan tumpeng Hari Ulang Tahun serta prosesi ritual upacara natab "Sesayut Dirgayusa" yang dipimpin oleh para Sulinggih yang hadir, sebagai ungkapan syukur sekaligus doa untuk keberlangsungan pengabdian Yayasan Sabha Budaya Bali. (IBM/002).

Baca Artikel Menarik Lainnya : Kemendes PDTT Resmikan BUMDes Mart di Bengkulu Utara

Terpopuler

Aksi Penanaman Pohon Demokrat Denpasar Berlandaskan Filosofi Tri Hita Karana dan Ajaran Bhagawadgita

Aksi Penanaman Pohon Demokrat Denpasar Berlandaskan Filosofi Tri Hita Karana dan Ajaran Bhagawadgita

Di Tengah Peringatan Kemerdekaan, Tim Gabungan Tetap Siaga Tangani Karhutla di Sejumlah Daerah

Di Tengah Peringatan Kemerdekaan, Tim Gabungan Tetap Siaga Tangani Karhutla di Sejumlah Daerah

Dirgahayu Republik Indonesia

Dirgahayu Republik Indonesia

Disambut Meriah di Jembrana, Istana Puji Antusiasme Warga: Luar Biasa

Disambut Meriah di Jembrana, Istana Puji Antusiasme Warga: Luar Biasa

Yayasan Sabha Budaya Bali Pada HUT-nya Ke-21, Teguhkan Komitmen

Yayasan Sabha Budaya Bali Pada HUT-nya Ke-21, Teguhkan Komitmen "Lestarikan Adat, Agama, dan Budaya Bali"

Satu Korban Selamat Usai Tak Jadi Naik KMP Putri Yasmin, 4 Masih Dicari

Satu Korban Selamat Usai Tak Jadi Naik KMP Putri Yasmin, 4 Masih Dicari