Pasca Kecelakaan di Kawasan Mall Living World, Prof Rumawan Pertanyakan Andalalin
Banner Bawah

Pasca Kecelakaan di Kawasan Mall Living World, Prof Rumawan Pertanyakan Andalalin

Admin 2 - atnews

2026-08-29
Bagikan :
Dokumentasi dari - Pasca Kecelakaan di Kawasan Mall Living World, Prof Rumawan Pertanyakan Andalalin
Prof. Dr. Ir. Putu Rumawan Salain, M.Si., IAI (ist/atnews)
Denpasar (Atnews) - Akademisi Arsitektur Prof. Dr. Ir. Putu Rumawan Salain, M.Si., IAI, menyoroti lalu lintas di kawasan Mall Living World Denpasar pasca kecelakaan berat beruntun pada Kamis (13/8).

Kecelakaan itu telah menjadi perbincangan publik, termasuk dikritisi tajam oleh Pengelana Global Putu Suasta yang juga Alumni UGM dan Cornell University, Advokat Dr. Drs. I Ketut Ngastawa S.H., M.H. termasuk Anggota DPRD Kota Denpasar Fraksi Gerindra, I Ketut Ngurah Aryawan.

Prof. Rumawan yang juga Guru Besar Universitas Udayana (Unud) mempertanyakan Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) Mall Living World yang menjadi kegiatan kajian teknis mengenai potensi dampak lalu lintas dari rencana pembangunan pusat perbelanjaan tersebut.

Dirinya pun mengamati kawasan itu kerap terjadi kemacetan parah, bahkan banyak ditemukan sodetan keluar masuk kendaraan.

Ditambah jalan depan Mall Living World, awalnya tidak dibagi dua. Setelah terjadi kemacetan baru jalan dibagi dua dengan pemasangan road barrier. 

"Waktu membangun itu ndak ada kajian. Ketika problem (masalah-red) itu baru dibuat dengan membagi jalan itu (pemasangan road barrier-red)," kata Prof. Rumawan yang lulus S1 tahun 1980 yang meneliti soal Shoping Centrw di Renon Denpasar.

Selain itu, sodetan jalan kecil mesti tidak ada, termasuk kendaraan keluar dari Mall Living World tidak diberikan langsung berputar ke barat, begitu juga dari timur tidak berikan langsung berputar dalam sodetan.

Mengingat jalan tersebut jalur padat, sebagai jalan nasional yang menghubungkan antar provinsi, khususnya Jawa-Bali-Lombok, daerah pemukiman kota dan jalur antar kabupaten/kota.

Dengan demikian, pengaturan rakyasa lalu lintas agar dikaji matang, tidak asal-asal yang merugikan masyarakat. Apalagi pemasangan road barrier tidak diujung perempatan jalan dan penerangan jalan tidak memadai.

"Tidak ada sodetan jalan,  Keluar ke kiri jangan dikasi kanan atau ke barat," tegas Prof. Rumawan, sosok intelektual yang kerap menyuarakan kritik terhadap kondisi sosial, termasuk dunia pendidikan di Denpasar, Sabtu (29/8).

Disamping itu, Living World mengatur tempat masuk Mall dengan berani mengurangi areal kebun atau taman untuk kendaraan. "Kebun atau taman dimundurkan sehingga masuk lebih luas," ungkapnya.

Sedangkan, Pemerintah Kota Denpasar bersama Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) telah mengadakan rapat teknis evaluasi manajemen rekayasa lalu lintas yang digelar Dinas Perhubungan Kota Denpasar bersama Tim Forum LLAJ di kantor setempat, Jumat (14/8/2026).

Rapat tersebut dihadiri Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar I Ketut Sriawan, unsur Ditlantas Polda Bali, Satlantas Polresta Denpasar, BPTD Bali Kementerian Perhubungan, BPJN, serta unsur desa dan kelurahan.

Sebelumnya, Marketing PR Living World Denpasar, Krisna Aristha menyampaikan keprihatinan atas kejadian tersebut. Pihaknya berharap seluruh korban maupun pihak yang terdampak segera mendapatkan penanganan yang diperlukan.

"Kami berharap seluruh pihak yang terdampak dapat segera memperoleh penanganan yang diperlukan," kata Krisna Aristha Marketing PR Living World Denpasar.

Namun, berdasarkan informasi yang diterima pihak Living World Denpasar, kecelakaan tersebut terjadi di luar area operasional Living World Denpasar.

Krisna Aristha menegaskan, dalam menjalankan kegiatan operasional, Living World Denpasar senantiasa memperhatikan ketentuan dan standar keselamatan yang berlaku.

Pihaknya juga menyatakan komitmen untuk terus mengutamakan keamanan dan kenyamanan pengunjung, tenant, serta masyarakat di area operasional Living World Denpasar.

"Living World Denpasar berkomitmen untuk terus mengutamakan keamanan dan kenyamanan seluruh pengunjung, tenant, serta masyarakat di area operasionalnya, dan akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait sesuai kebutuhan," ujarnya.

Krisna Aristha juga menjelaskan, Living World Denpasar juga melakukan sejumlah langkah untuk mengatur arus kendaraan di area masuk dan keluar pusat perbelanjaan.

Pengaturan kendaraan dilakukan dengan memanfaatkan area parkir tambahan pada waktu tertentu, terutama ketika jumlah kunjungan meningkat.

Selain itu, petugas keamanan yang berada di sisi pintu masuk dan keluar turut mengarahkan kendaraan ketika kondisi lalu lintas mulai padat.

Langkah tersebut dilakukan agar kendaraan tidak menutup badan jalan dan memperparah kemacetan di sekitar kawasan Living World Denpasar.

Meski demikian, Krisna Aristha menyebut kondisi di sisi seberang Living World Denpasar biasanya cenderung padat kendaraan.

Oleh karena itu, petugas di pintu keluar tidak mengarahkan kendaraan untuk melakukan putar balik agar tidak menambah kepadatan lalu lintas.

"Namun sisi seberang dari Living World Denpasar biasanya cenderung padat kendaraan. Jadi, petugas di pintu keluar pun tidak mengarahkan kendaraan untuk putar balik agar tidak menambah kemacetan," pungkasnya. (GAB/002)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Pelaku Sejarah Pertempuran Laut Arafuru ABK RI Matjan Kumbang Peltu Pur I Dewa Made Pegeg Tutup Usia

Terpopuler

Aksi Penanaman Pohon Demokrat Denpasar Berlandaskan Filosofi Tri Hita Karana dan Ajaran Bhagawadgita

Aksi Penanaman Pohon Demokrat Denpasar Berlandaskan Filosofi Tri Hita Karana dan Ajaran Bhagawadgita

Di Tengah Peringatan Kemerdekaan, Tim Gabungan Tetap Siaga Tangani Karhutla di Sejumlah Daerah

Di Tengah Peringatan Kemerdekaan, Tim Gabungan Tetap Siaga Tangani Karhutla di Sejumlah Daerah

Dirgahayu Republik Indonesia 

Dirgahayu Republik Indonesia 

Disambut Meriah di Jembrana, Istana Puji Antusiasme Warga: Luar Biasa

Disambut Meriah di Jembrana, Istana Puji Antusiasme Warga: Luar Biasa

Yayasan Sabha Budaya Bali Pada HUT-nya Ke-21, Teguhkan Komitmen "Lestarikan Adat, Agama, dan Budaya Bali"

Yayasan Sabha Budaya Bali Pada HUT-nya Ke-21, Teguhkan Komitmen "Lestarikan Adat, Agama, dan Budaya Bali"

Satu Korban Selamat Usai Tak Jadi Naik KMP Putri Yasmin, 4 Masih Dicari

Satu Korban Selamat Usai Tak Jadi Naik KMP Putri Yasmin, 4 Masih Dicari