Oleh Prof Tjandra Yoga Aditama
Pada 27 Agustus 2026 di Jakarta saya memberi Orasi Ilmiah pada Sidang Senat Terbuka Pelantikan, Angkat Sumpah dan Wisuda Program D III Keperawatan Akademi Keperawatan (Akper) Yaspen, Yayasan Pendidikan Sanjay Kasih.
Tiga hal yang saya sampaikan. Pertama adalah tentang dampak kesehatan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang kini sedang melanda. Saya sampaikan kandungan asap kebakaran hutan, yaitu partikel (utamanya PM2,5), gas (NO, CO, ozon dll.) serta bahan organik dan inorganik lain, yang oleh WHO disebutkan dapat membentuk “toxic mix”.
Saya sampaikan juga dampak kesehatannya, mulai dari yang akut seperti ISPA sampai ke dampak lanjutannya di bidang kardio respirasi. Lalu saya sampaikan bagaimana anggota masyarakat perlu bersikap, mulai dan batasi aktifitas fisik kalau di asap pekat, memeriksakan diri kalau ada keluhan dan menjaga pola hidup sehat.
Hal ke dua, karena ini adalah wisuda petugas kesehatan maka saya tekankan perlunya berempati pada pasien dan keluarganya. Kita harus “einfuhlung”, meraba rasakan apa yang dialami dan dirasakan oleh pasien dan keluarganya ketika sedang sakit.
Di pihak lain saya sampaikan juga perlunya perbaikan sistem pelayanan kesehatan, agar jangan sampai petugas kesehatan di lapangan menjadi “korban”.
Contoh sederhana saja, kurangnya ketersediaan kamar ruang rawat tentu bukan bidang tugas dokter dan perawat yang sedang bekerja di Instalasi gawat darurat (IGD), sehingga tidak tepat juga kalau mereka yang harus “dimarahi” karena hal ini.
Ke tiga, pada kesempatan ini saya serahkan buku terbaru saya berjudul “139 Tulisan Kesehatan Prof Tjandra” yang berisi kumpulan tulisan saya di berbagai media massa sepanjang 2025.
Buku cetaknya saya serahkan ke Direktur Akademi Keperawatan Yaspen Dr Bobby Singh seperti di foto ini, dan bentuk elektroniknya saya bagikan ke seluruh wisudawan yang lulus di acara ini, katakanlah sebagai “kado” lulusan.
*) Prof Tjandra Yoga Aditama Penasehat Akademi Keperawatan Yaspen / Direktur Pascasarjana Universitas YARSI