Bergesernya Perekonomian Nasional
Banner Bawah

Bergesernya Perekonomian Nasional

Admin 2 - atnews

2026-08-26
Bagikan :
Dokumentasi dari - Bergesernya Perekonomian Nasional
Wayan Supadno (ist/atnews)
Oleh Wayan Supadno

Tatanan perekonomian nasional saat ini betul-betul mengalami "pergeseran" yang cukup signifikan. Dari pola kapitalis jadi kerakyatan. Utamanya sejak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dibenahi sangat serius.

Agar anak muda makin skill cara mendapatkan ilmu hikmah, ilmu kenyataan lapangan, berikut di bawah ini kisah nyata yang sedang terjadi. Sangat penting jadi bahan kajian, tidak cukup literasi teoritis saja.

1). Buah Impor Merajai Pasar MBG.

Ini kenyataan pahit yang harus kita akui, sesungguhnya sudah berulang kali ditegaskan agar MBG memakai produk domestik. Tapi kenyataannya produk domestik tidak mampu memenuhinya.

Karena wajib harus ada buah, tiap hari ada puluhan juta porsi. Maka solusinya memakai buah impor. Di antaranya anggur, kelengkeng, apel dan lainnya. Walaupun tidak semuanya buah impor misal buah naga, jeruk, pisang, semangka dan lainnya.

Yang pasti harganya buah impor mahal Rp 45.000 sd 50.000/kg. Rezeki nomplok bagi petani luar negeri jika hanya lazimnya 30 ton/ha/tahun saja, akan setara omzet di atas Rp 1 miliar/ha/tahun. Kapital terbang menguras devisa.

Di balik kisah ini, ilmu hikmahnya akankah kita terus ketergantungan dengan buah impor? Padahal lahan di Indonesia masih luas dan pengangguran juga banyak. Artinya ada peluang emas, permintaan pasar besar MBG.

2). Harga Telur dan Daging Ayam Naik.

Konkret bahwa MBG berpengaruh besar terhadap serapan pasar pangan nasional. Saat liburan sekolah program MBG diliburkan 3 minggu saja harga telur dan daging ayam jatuh. Hingga banyak yang demo.

Tapi sejak MBG aktif lagi karena anak sekolah masuk. Harga telur dan ayam naik lagi. Peternak pada gembira, tidak rugi lagi. Karena harga telur Rp 24.000/kg dan daging ayam Rp 40.000/kg. Menggairahkan.

Kondisi pasar seperti ini oleh peternak dianggap peluang emas. Peluang untuk mengisi permintaan pasar jumlah besar dan jangka panjang. Konseksuensi logisnya, banyak pelaku agribisnis pada investasi ternak ayam. Termasuk saya.

Bisa dibayangkan, jika tanpa ada respon dari para pengusaha (investor) maka akan kekurangan pasokan telur dan daging ayam. Efek dominonya banyak. Harga naik tajam, inflasi, anggaran MBG tidak cukup, bisa jadi impor atau mendatangkan PMA.

3). Harga Beras, Sayur dan lainnya Stabil.

Tidak bisa dibantah lagi oleh pihak yang suka banyak stunting, karena menolak MBG. Ternyata harga beras, sayur dan lainnya pada stabil. Karena sudah banyak Dapur MBG yang kontrak dengan petani supplier agar menanam apa yang dibutuhkan.

Artinya ada peluang emas permintaan pasar besar jangka panjang dan terprogram untuk profesi para petani. Membahagiakan. Ekonomi kerakyatan tumbuh dinamis dengan cepat tersistematis melawan kapitalis.

Kalau kita mau jujur, di mana letak sulitnya. Bukankah di Bali banyak pakar di banyak kampus dan PAD juga besar-besaran cuma dinikmati oleh sektor pariwisata. Lupa pondasi kehidupan adalah pangan. Ini harus jadi bahan kajian Pemda Bali. 

Bali harus membangun ekonomi kerakyatan pada kesempatan pertama. Jangan sampai, apapun kita tidak bisa mandiri. Ironis dengan beeagam slogannya. Bali harus bisa. Sekali lagi harus bisa mandiri, dengan ekonimi kerakyatan.

*) Wayan Supadno, Praktisi Agribisnis

Baca Artikel Menarik Lainnya : Rektor Unud: KMI Bali Peka Ancaman Bangsa Non-Militer

Terpopuler

Aksi Penanaman Pohon Demokrat Denpasar Berlandaskan Filosofi Tri Hita Karana dan Ajaran Bhagawadgita

Aksi Penanaman Pohon Demokrat Denpasar Berlandaskan Filosofi Tri Hita Karana dan Ajaran Bhagawadgita

Di Tengah Peringatan Kemerdekaan, Tim Gabungan Tetap Siaga Tangani Karhutla di Sejumlah Daerah

Di Tengah Peringatan Kemerdekaan, Tim Gabungan Tetap Siaga Tangani Karhutla di Sejumlah Daerah

Dirgahayu Republik Indonesia

Dirgahayu Republik Indonesia

Disambut Meriah di Jembrana, Istana Puji Antusiasme Warga: Luar Biasa

Disambut Meriah di Jembrana, Istana Puji Antusiasme Warga: Luar Biasa

Yayasan Sabha Budaya Bali Pada HUT-nya Ke-21, Teguhkan Komitmen

Yayasan Sabha Budaya Bali Pada HUT-nya Ke-21, Teguhkan Komitmen "Lestarikan Adat, Agama, dan Budaya Bali"

Satu Korban Selamat Usai Tak Jadi Naik KMP Putri Yasmin, 4 Masih Dicari

Satu Korban Selamat Usai Tak Jadi Naik KMP Putri Yasmin, 4 Masih Dicari