Oleh Krisna Andika
BNPB Catat 1.532 Kejadian Sejak Awal Tahun, 3,8 Juta Warga Terdampak
Agustus 2026 belum usai, tetapi rentetan bencana sudah memukul berbagai wilayah Indonesia. Dari gempa di Nusa Tenggara Timur, kebakaran hutan di Kalimantan, hingga krisis air bersih akibat kemarau panjang.
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana - BNPB per 20 Agustus 2026 mencatat 1.532 kejadian bencana sejak awal tahun. Bencana hidrometeorologi seperti banjir, cuaca ekstrem, dan karhutla masih mendominasi.
Dampaknya besar. Ratusan warga meninggal dunia, ribuan luka-luka, dan lebih dari 3,8 juta orang terdampak atau mengungsi. Angka ini menjadi pengingat bahwa persoalan kebencanaan masih menjadi pekerjaan rumah besar bangsa.
NTT Berduka, Gempa Susulan Terus Mengguncang
Perhatian paling serius tertuju ke Nusa Tenggara Timur. Pasca gempa besar beberapa waktu lalu, jumlah korban meninggal dilaporkan mencapai 91 orang dan 1.286 warga luka-luka.
Aktivitas seismik belum berhenti. Ribuan gempa susulan tercatat di wilayah Flores.
Puncaknya, Senin 24 Agustus 2026 pukul 04.20 WIB, Flores kembali diguncang gempa M5,2 dengan kedalaman 10 kilometer. BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami.
“Gempa bumi merupakan salah satu ancaman yang tidak dapat diprediksi waktu kejadiannya, sehingga kesiapsiagaan masyarakat menjadi sangat penting,” demikian prinsip mitigasi yang terus digaungkan BNPB.
Tim gabungan masih fokus pada penanganan pengungsi, distribusi bantuan logistik, dan perbaikan infrastruktur dasar di wilayah terdampak.
Karhutla di Kalimantan, 595 Hektare Terbakar
Sementara di Kalimantan Selatan, ancaman lain muncul: kebakaran hutan dan lahan.
Hingga 21 Agustus tercatat 53 titik api dengan estimasi luas terbakar 595 hektare. Kabupaten Banjar menjadi wilayah terdampak terluas, sekitar 174 hektare.
Upaya pemadaman dilakukan lewat operasi darat dan udara. Helikopter water bombing dikerahkan untuk menjangkau titik api yang sulit diakses.
Asap dan kabut pekat juga mulai mengganggu kesehatan warga sekitar. BNPB bersama TNI, Polri, dan BPBD daerah terus memantau perkembangan.
Kemarau Panjang Picu Krisis Air
Di sejumlah daerah, kemarau panjang memicu krisis air bersih. Warga harus antre berjam-jam untuk mendapatkan air dari truk tangki bantuan.
Pemerintah daerah bersama BNPB memperkuat pemantauan cuaca, kesiapsiagaan desa, distribusi bantuan, hingga operasi modifikasi cuaca untuk memicu hujan.
Kesiapsiagaan Adalah Kunci
Rangkaian bencana ini menegaskan satu hal: bencana bisa datang kapan saja.
Pemerintah telah meningkatkan sistem peringatan dini dan posko siaga. Namun kesiapsiagaan tidak bisa hanya bertumpu pada negara.
Masyarakat perlu:
1. Memahami potensi bencana di wilayah masing-masing
2. Mengikuti informasi resmi dari BMKG dan BNPB
3. Mengetahui jalur evakuasi dan titik kumpul saat darurat
"Bencana tidak bisa dicegah, tapi dampaknya bisa kita kurangi dengan kesiapan," demikian pesan yang terus disampaikan dalam setiap rapat koordinasi kebencanaan.
Data Bencana Bulan Agustus:
- Total Kejadian 2026: 1.532 kejadian
- Korban Meninggal NTT: 91 orang
- Luka-luka NTT: 1.286 orang
- Warga Terdampak: 3,8 juta orang
- Titik Api Kalsel: 53 titik
- Luas Terbakar: 595 hektare
*) Krisna Andika, Mahasiswa S2 Kajian Budaya Universitas Udayana