Buleleng (Atnews) - Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipadati pengunjung, suasana meriah, dipenuhi canda, musik, dan sorak penonton.
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Gede Supriatna hadir langsung dan larut menikmati berbagai pertunjukan seni bersama masyarakat, Sabtu (22/8) malam.
Turut mendampingi, Ketua TP PKK Buleleng Ny. Wardhany Sutjidra dan Sekretaris TP PKK Buleleng Ny. Hermawati Supriatna. Keempatnya tampak berbaur dengan ribuan pengunjung, menikmati setiap alunan musik, tepuk tangan, hingga menyapa warga yang datang. Kebersamaan itu menciptakan suasana hangat dan penuh keakraban yang menjadi ciri khas Bulfest.
Panggung utama Zona A malam itu menyuguhkan sederet penampilan memukau. Penonton dimanjakan oleh musisi Zefanya, grup band Batas Senja, pertunjukan Fragmentari bertajuk "Kesatria Mandau Bhuarbuaran", Teater Mahima dan Lemah Tulis, hingga penampilan energik dari band Dialog Dini Hari.
Kemeriahan tidak hanya di panggung utama. Di Zona B kawasan Kantor DPRD Buleleng, pengunjung dihibur oleh Band D’Vacto, Sidejob feat. Igor Rad, Niwank, OM DR, dan DJ KDEV.
Sementara di Zona C, kawasan Sasana Budaya, masyarakat dapat menyaksikan pagelaran wayang "Lokika" oleh Komunitas Pedalangan Sembroli Buleleng.
Bagi pecinta film, panitia juga menghadirkan layar tancap di depan Kantor Bappenda Buleleng. Tiga film jadul yang diputar, yakni Latika, Catatan Si Boy tahun 1987, dan Gejolak Kawula Muda. Selain itu Musik Lawas juga diputar untuk membangkitkan nostalgia jaman dulu.
Bupati Sutjidra menyampaikan apresiasi atas kemeriahan Bulfest yang berhasil menjadi ruang berkumpul, berekspresi, dan menikmati seni bagi seluruh lapisan masyarakat.
"Mari kita jaga semangat kebersamaan ini. Dengan gotong royong, saya yakin Buleleng akan semakin maju dan semakin dikenal," ujar Bupati Sutjidra.
Malam kelima Bulfest 2026 pun ditutup dengan gelak tawa, tepuk tangan meriah, dan semangat kebersamaan. Sebuah malam yang membuktikan bahwa seni dan budaya memang menjadi perekat hati masyarakat Buleleng. (WAN/002)