Danrem 163/WS, Brigjen TNI. Ida Idewa Agung Hadisaputra, S.H."Tradisi Adat dan Budaya Bali Harus Tetap Ajeg"
Banner Bawah

Danrem 163/WS, Brigjen TNI. Ida Idewa Agung Hadisaputra, S.H."Tradisi Adat dan Budaya Bali Harus Tetap Ajeg"

Admin 2 - atnews

2026-08-24
Bagikan :
Dokumentasi dari - Danrem 163/WS, Brigjen TNI. Ida Idewa Agung Hadisaputra, S.H."Tradisi Adat dan Budaya Bali Harus Tetap Ajeg"
Ketua Umum Yayasan Sabha Budhsya Bali, Dr. Drs. I Gusti Made Ngurah, M.Si (ist/atnews)
Denpasar, (Atnews) - Yayasan Sabha Budhaya Bali dipimpin langsung Ketua Umum Yayasan, Dr. Drs. I Gusti Made Ngurah, M.Si bersama 12 (duabelas) orang Sulinggih dari Sabha Purohita Yayasan sekaligus pembina Yayasan, melaksanakan audiensi dengan Danrem 163 Wira Satya, Brigjen TNI. Ida Idewa Agung Hadisaputra, S.H.

Para pengurus yayasan beserta 14 orangp anggota dan para Sulinggih dari Sabha Purohita Yayasan diterima langsung Danrem 163 Wira Satya, Brigjen TNI. Ida Idewa Agung Hadisaputra, S.H. di Ruang Kerjanya Jalan Sudirman Denpasar, Jumat (21/08/2026).

Danrem 163 Wira Satya, Brigjen TNI. Ida Idewa Agung Hadisaputra, S.H. pada kesempatan tersebut dihadapan para Sulinggih menandaskan bahwasanya tradisi adat dan budaya Bali harus tetap ajeg.

Kendati demikian Danrem kelahiran Kabupaten Bangli itu menyatakan pentingnya diterbitkan buku-buku yang bisa dijadikan tuntunan oleh masyarakat, soal pedoman pelaksanaan upacara/ upakara yang pantas (efektif dan efisien) tidak sampai memberatkan masyarakat Umat Hindu khususnya di Bali. 

Ida Idewa Agung Hadisaputra yang baru sekitar dua tahun menjabat Danrem 163 Wira Satya, menyatakan dirinya siap ngayah untuk Bali. Ketika itu merasa prihatin tingginya kasus bunuh diri di Bali bahkan tertinggi di Indonesia.

Ia sempat mempertanyakan apakah tingginya kasus bunuh diri ini ada kaitannya dengan tradisi adat yang menjadi beban masyarakat Umat Hindu Bali? Belum lagi adanya beberapa kasus/ permasalahan Desa Adat yang perlu mendapatkan penyelesaian bersama seperti Desa Adat Selumbung.

Dan kehadiran para Sulinggih sebagai Pembina Yayasan Sabha Bhudaya Bali sangat dihargai dan diapresiasi. 

Disela-sela pertemuan itu, Danrem sempat menayangkan slide-slide realisasi dari Program Wira Satya Demi Rakyat yang sudah terlaksana pada beberapa daerah di wilayah Bali. Program yang sangat membantu meringankan beban masyarakat diantaranya dalam bentuk pembuatan sumur bor untuk pemenuhan air bersih sebagai kebutuhan fital sehari-hari masyarakat.

Seperti contoh Desa Kerta yang dari dulu susah atsu kesukitan air bersih, dan dengan bantuan TNI. AD . khususnya Danrem 163 Wira Satya masyarakat setempat kini bisa menikmati ketersediaan air bersih sepenuhnya.

Demikian pula air utk penenuhan irigasi pertanian tidak lagi hanya menghandalkan air dari tadah hujan. Dengan ketersediaan air melalui sumur bor ini, masyarajat petani setempat kini juga bisa nelaksanakan mengolah pertanian sepanjang musim. 

Pasca banjir bandang di pasar Badung, 11/11-2025, TNI. AD juga bergerak cepat. Kata Danrem, kehadiran TNI. AD merupakan tanggung jawab dan kepedulian TNI. AD.

Demikian pula halnya dengan Danau Yeh Malet yg dulunya menyajikan air bersih untuk warga, seiring berjalannya waktu danau dipenuhi gulma dan akhirnya terjadi pendangkalan danau yang dapat mengganggu ekosistem.

TNI. AD juga menerjunkan personilnya dibantu alat berat bersama masyarakat serta dari berbagai komponen masyarakat berjibaku untuk membersihkan danau tersebut. 

Sementara itu, Dr. Drs. I Gusti Made Ngurah, M. Si. selaku Ketua Umum Yayasan Sabha Bhudaya Bali mengawali laporannya menyampaikan tentang struktur Yayasan Sabha Budaya Bali.

Dikatakannya, yayasan memiliki pengurus lengkap yang terdiri atas Welaka dan Pembina/ Penasehat Yayasan oleh para sulinggih yang saat ini sejumlah 25 sulinggih sebagai pembina Yayasan. 

Adapun kiprah yayasan selama ini, kata Gusti Made Ngurah, adalah melakukan pembinaan kepada masyarakat adat atau komunitas umat Hindu terutama yang menghadapi masalah atau persoalan dengan katagori 3 (tiga) kritis, yakni: kritis ideologi, kritis geografis, dan kritis ekonomis.

Metode pembinaan dilakukan dengan tatap muka langsung dengan mendatangi masyarakat yang mengalami kritis dimaksud. Yayasan sudah turun ke beberapa Desa Adat, diantaranya: ke Bayung Gede, Blandingan, Sangggem, Segehe, Grokgak, Klandis, Gilimanuk, Nusa Lembongan dan lain-lain tersebar di Provinsi Bali. Namun diakuinya kendala yang dihadapi kini dalam hal fasilitas dan pendanaan untuk kegiatan.

Ditambahkannya, di samping pembinaan langsung tatap muka juga dilakukan melalui siaran RRI terjadwal, siaran Televisi terkait pelaksanaan program yayasan Sabha Budhaya Bali dengan moto Melayani Berlandaskan Dharma, Mengabdi Dengan Ketulusan, Berkarya untuk Kedamaian Umat, pihaknya selain memperoleh pasokan dana dari pihak luar juga berupa urunan dari para pengurus yayasan termasuk untuk pemenuhan keperluan biaya menyongsong HUT.

Yayasan Sabha Bhudaya Bali yang ke-21, yang jatuh pada (25/08/2026), BESOK, sekaligus HUT. Sabha Purohita Yayasan yang ke 16.

Dalam pertemuan yang berlangsung selama hampir tiga jam itu, Ketua Pembina Yayasan, Ida Pedanda Gede Putra Bajing menyampaikan ucapan terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk audensi dan mohon dukungan serta kerjasama.

Ida Pedanda Gede Putra Kekeran antara lain menyampaikan seputar pelaksanaan upacara keagamaan yang sangat bervariasi di Bali.

Ida Resi Agung Wayabya Suprabu Sogata Karang menyampaikan bahwa apa yang dihadapi Bali bukan hanya masalah adat dan budaya, tetapi juga berkaitan dengan kebijakan yang bernuansa politik. Pada kesempatan tersebut, Ida Rsi Kerta Buana menyerahkan kenang-kenangan berupa tongkat komando kepada Brigjen TNI Ida Idewa Agung Hadisaputra, S.H.

Sementara, Prof. Wayan Dibya menginformasikan tentang pentingnya memberikan pemahaman kepada seniman untuk menjaga etika dan pakem dalam rangka melestarikan budaya. Sedangkan Sekretarìs Yayasan, Drs. I Gede Nurjaya, M.Si memberikan penjelasan/ menjawab terkait dengan pertanyaan adanya beberapa kasus/ permasalahan Desa Adat yang perlu mendapatkan penyelesaian bersama seperti Desa Adat Selumbung dan Desa Adat Bugbug. Kata Nurjaya sebagian besar persoalan Desa Adat sudah terselesaikan. 

Pada saat audiensi ini, Danrem 163 Wirasatya, Brigjen TNI Ida Idewa Agung Hadisaputra, S.H. menyerahkan dana punia sebesar, Rp 15.000.000,- (Lima belas juta rupiah) kepada yayasan, untuk mendukung program dan kegiatan yayasan, diterima Ketua Umumnya, I Gusti Made Ngurah.

Selanjutnya Ketua Umum Yayasan Sabha Budhsya Bali, Dr. Drs. I Gusti Made Ngurah, M.Si menyerahkan beberapa buku yang berkaitan dengan agama serta adat dan budaya kepada Brigjen TNI Ida Idewa Agung Hadisaputra, S.H. (IBM/002).

Baca Artikel Menarik Lainnya : Imlek 2019 Wujudkan Keharmonisan

Terpopuler

Aksi Penanaman Pohon Demokrat Denpasar Berlandaskan Filosofi Tri Hita Karana dan Ajaran Bhagawadgita

Aksi Penanaman Pohon Demokrat Denpasar Berlandaskan Filosofi Tri Hita Karana dan Ajaran Bhagawadgita

Di Tengah Peringatan Kemerdekaan, Tim Gabungan Tetap Siaga Tangani Karhutla di Sejumlah Daerah

Di Tengah Peringatan Kemerdekaan, Tim Gabungan Tetap Siaga Tangani Karhutla di Sejumlah Daerah

Dirgahayu Republik Indonesia 

Dirgahayu Republik Indonesia 

Satu Korban Selamat Usai Tak Jadi Naik KMP Putri Yasmin, 4 Masih Dicari

Satu Korban Selamat Usai Tak Jadi Naik KMP Putri Yasmin, 4 Masih Dicari

Hari Kelima Bulfest 2026, Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat

Hari Kelima Bulfest 2026, Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat

Peringati HUT Ke-64 TVRI, TVRI Bali Perkuat Digitalisasi Hingga Pelosok dan Siapkan SDM Hadapi Era AI

Peringati HUT Ke-64 TVRI, TVRI Bali Perkuat Digitalisasi Hingga Pelosok dan Siapkan SDM Hadapi Era AI