Denpasar (Atnews) — DPD Partai Demokrat Provinsi Bali mulai mempersiapkan strategi menghadapi Pemilu 2029 dengan membidik posisi tiga besar di Bali. Selain mengandalkan pemilih milenial dan Gen Z, Demokrat Bali juga memperkuat kaderisasi dengan menjaring anak-anak muda potensial dari lingkungan kampus hingga sekolah.
Pernyataan tersebut disampaikan Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Bali, I Made Mudarta dalam kegiatan kebersamaan memperingati HUT ke-25 Partai Demokrat di Kantor DPD Partai Demokrat Bali, Minggu (23/8/2026). Kegiatan itu juga dirangkaikan dengan penanaman pohon sebagai bagian dari Gerakan Langit Biru Indonesia Asri.
Mudarta mengatakan, generasi muda akan menjadi kekuatan penting dalam menghadapi kontestasi politik mendatang. Ia menilai kelompok milenial dan Gen Z memiliki peran strategis karena diproyeksikan menjadi mayoritas pemilih pada Pemilu 2029.
"Tren tingkat kepercayaan masyarakat Bali terhadap Demokrat mulai naik karena aksi nyata kami setiap ada bencana atau isu lingkungan. Mayoritas pemilih nanti adalah 60 persen dari generasi milenial dan Gen Z. Kami yakin pemilih muda yang energik dan cerdas bisa melihat dan menilai figur pimpinan dan visi partai yang jelas," ujar Mudarta.
Menurut Mudarta, strategi menghadapi Pemilu 2029 tidak cukup hanya dengan membidik suara anak muda. Demokrat Bali juga harus mempersiapkan figur muda yang memiliki kapasitas untuk menjadi calon pemimpin maupun wakil rakyat.
Karena itu, Demokrat Bali mulai melirik anak-anak muda berprestasi dari berbagai kalangan. Mahasiswa dan pelajar SMA menjadi bagian dari kelompok yang mulai dijaring untuk melihat potensi kepemimpinan mereka.
“Kami sudah mulai melirik anak-anak muda yang hebat dan pintar, generasi milenial, generasi Z, anak-anak kampus, anak-anak SMA,” kata Mudarta.
Proses penjaringan dilakukan melalui berbagai kegiatan yang dapat menjadi ruang untuk melihat kemampuan dan karakter calon kader. Salah satu kegiatan yang menjadi contoh adalah lomba pidato AHY Muda.
Melalui kegiatan tersebut, Demokrat dapat mengamati kemampuan peserta dalam berkomunikasi, menyampaikan gagasan, serta memengaruhi publik. Kemampuan tersebut dinilai menjadi salah satu indikator penting dalam menyiapkan calon anggota legislatif.
Kader-kader muda yang dinilai memiliki potensi selanjutnya dipersiapkan untuk menduduki posisi legislatif, mulai dari DPRD kabupaten/kota, DPRD Provinsi Bali hingga DPR RI.
Mudarta optimistis strategi kaderisasi tersebut dapat memperkuat mesin politik Demokrat Bali sekaligus mendukung target masuk tiga besar pada Pemilu 2029.
Ia menilai kader muda yang cerdas, energik dan memiliki kemampuan kepemimpinan akan menjadi modal penting untuk menghadapi perubahan karakteristik pemilih.
Selain menyiapkan kader muda, Demokrat Bali juga membawa optimisme yang berkaitan dengan sejarah partai. Mudarta menyebut angka sembilan memiliki makna khusus bagi Demokrat karena partai tersebut pernah menjadi pemenang Pemilu nasional pada 2009.
Menjelang HUT ke-25 Partai Demokrat yang jatuh pada 9 September 2026, Mudarta berharap sejarah tersebut dapat kembali terulang pada Pemilu 2029.
"Demokrat itu memang angka hokinya angka 9. Dulu tahun 2009 Demokrat peringkat satu secara nasional. Mudah-mudahan melalui kerja keras dan berjuang bersama rakyat, Pemilu Nasional 2029 yang ujungnya angka 9 kembali menjadi miliknya para kader Demokrat," ungkapnya.
Dengan target tiga besar di Bali, Demokrat kini memadukan strategi elektoral dengan kaderisasi. Pemilih muda dibidik sebagai kekuatan suara, sementara generasi muda potensial mulai dipersiapkan sebagai calon pemimpin dan wakil rakyat untuk menghadapi Pemilu 2029. (SUK/002)