Denpasar (Atnews) - Institut Seni Indonesia (ISI) Bali melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka penelitian berjudul “Formulasi Konsep Drama Tari Berbahasa Inggris Berbasis Kearifan Lokal dalam Konteks Pendidikan Karakter dan Pariwisata Budaya.”
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 14 Agustus 2026, bertempat di Ruang Sidang LPPM ISI Bali.
FGD ini menjadi salah satu tahapan penting dalam penelitian fundamental yang bertujuan merumuskan konsep drama tari berbahasa Inggris yang berakar pada nilai-nilai kearifan lokal Bali dan Papua, sekaligus memiliki relevansi dengan pendidikan karakter dan pengembangan pariwisata budaya.
Kegiatan difokuskan pada validasi nilai-nilai karakter yang terkandung dalam kearifan lokal yang terdapat di masing-masing desa adat dan banjar adat yang menjadi bagian dari kajian penelitian.
Penelitian itu diketuai oleh Prof. Dr. Ni Ketut Dewi Yulianti, S.S., M.Hum., M.Sn., dengan anggota dosen Ni Nyoman Kasih, SST., M.Sn.; I Wayan Sutirtha, S.Sn., M.Sn.; Dr. IBG. Surya P., M.Sn.; dan anggota mahasiswa Ni Made Wangi Pandandari; Ni Putu Nessa Shivana Pradnyani; I Kadek Artawan; dan I Made Agus Indra Putra.
Kegiatan FGD menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki kompetensi dan pengalaman dalam bidang hukum adat, pendidikan karakter, pemerintahan desa, serta praktik kehidupan adat dan budaya Bali.
Narasumber yang hadir antara lain Prof. Dr. I Wayan P. Windia, S.H., M.Si., selaku ahli hukum adat; Dewa Made Tirta, S.Pd., M.Pd., ahli pendidikan karakter; I Made Sugianto, Perbekel Desa Kukuh; Gusti Ngurah Agung Surya Putra, S.E., Prajuru Pura Samuan Tiga, bersama Jro Wayan Sunantara, Bandesa Pura Samuan Tiga; A.A. Gede Raka Suastika, Bandesa Desa Adat Kusamba; serta I Wayan Agustina, S.Sn., Kelihan Adat sekaligus Kepala Lingkungan Desa Penglipuran.
Kegiatan FGD dibuka oleh Kepala LPPM ISI Bali, Dr. I Ketut Garwa. Dalam sambutannya, Dr. Garwa menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh narasumber yang telah hadir di ISI Bali dan memberikan pandangan serta masukan bagi pengembangan penelitian. Masukan tersebut dinilai penting untuk menyempurnakan laporan penelitian sekaligus menghasilkan luaran penelitian fundamental yang memiliki nilai akademik dan manfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua Peneliti Prof. Dr. Ni Ketut Dewi Yulianti dalam laporannay yang berisikan perbaikan atas masukan yang telah diberikan pada FGD sebelumnya, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh narasumber atas berbagai masukan yang diberikan selama FGD.
Menurutnya, perspektif para ahli dan praktisi adat menjadi bagian penting dalam memastikan nilai-nilai kearifan lokal yang diangkat dalam penelitian memiliki landasan yang tepat serta sesuai dengan konteks kehidupan masyarakat Bali.
Diskusi berlangsung secara interaktif dengan membahas berbagai nilai karakter yang hidup dan berkembang dalam masyarakat adat. Nilai-nilai tersebut selanjutnya menjadi bahan penting dalam proses formulasi konsep drama tari berbahasa Inggris agar tidak hanya menarik secara artistik, tetapi juga mampu merepresentasikan identitas, budaya, dan karakter masyarakat Bali secara tepat.
FGD ini diikuti oleh guru, dosen, mahasiswa ISI Bali, mahasiswa Universitas Warmadewa, serta masyarakat umum. Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan dapat memperkaya perspektif dalam pengembangan konsep seni pertunjukan yang mengintegrasikan bahasa Inggris dengan kekayaan budaya lokal.
Melalui penelitian ini, ISI Bali berupaya mendorong lahirnya formulasi drama tari berbahasa Inggris yang dapat menjadi media pendidikan karakter sekaligus sarana pengenalan dan penguatan pariwisata budaya Bali.
Integrasi antara seni pertunjukan, bahasa, dan kearifan lokal diharapkan dapat menghasilkan karya yang tidak hanya memiliki kualitas artistik, tetapi juga membawa nilai edukatif dan memperkuat identitas budaya Bali di tengah perkembangan pariwisata dan dinamika masyarakat global. (Z/001)