DPRD Badung Gelar Rapat Paripurna Terkait Rancangan Perubahan KUA APBD dan PPAS Th 2026
Banner Bawah

DPRD Badung Gelar Rapat Paripurna Terkait Rancangan Perubahan KUA APBD dan PPAS Th 2026

Admin 2 - atnews

2026-08-13
Bagikan :
Dokumentasi dari - DPRD Badung Gelar Rapat Paripurna Terkait Rancangan Perubahan KUA APBD dan PPAS Th 2026
Rapat Paripurna Rancangan Perubahan KUA APBD (ist/atnews)
Badung (Atnews) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung menggelar Rapat Paripurna Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026–2027 di Ruang Sidang Utama Gosana, Kantor DPRD Kabupaten Badung, Kamis (13/8). 

Agenda utama rapat tersebut fokus pada penyampaian penjelasan Bupati Badung terkait Rancangan Perubahan Kebijakan Umum APBD (KUA) serta Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026.

Langkah evaluasi dan penyesuaian APBD pada sisa tahun anggaran ini dilakukan menyusul diundangkannya Perubahan RKPD Tahun 2026. 

Penyesuaian tersebut dipicu oleh perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi prioritas pembangunan, dinamika ekonomi dan keuangan daerah, hingga pemanfaatan Saldo Anggaran Lebih (SILPA) tahun sebelumnya untuk tahun berjalan.

Dalam penyampaiannya di hadapan jajaran pimpinan dan anggota DPRD Badung, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa memaparkan bahwa Pendapatan Daerah pada Perubahan KUA-PPAS 2026 dirancang naik 2,48 persen atau sebesar Rp256,69 miliar. 

Dari angka awal APBD Induk sebesar Rp10,33 triliun, kini nilainya meningkat menjadi Rp10,59 triliun.

Peningkatan ini ditopang oleh kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 2,91 persen menjadi Rp9,80 triliun dari yang sebelumnya Rp9,53 triliun. 

Sementara itu, sektor Pendapatan Transfer dirancang sebesar Rp781,65 miliar atau turun 2,61 persen, dan Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah dirancang sebesar Rp3 miliar.

Peningkatan target pendapatan tersebut berdampak langsung pada anggaran Belanja Daerah yang melonjak signifikan sebesar 15,30 persen atau bertambah Rp1,76 triliun. 

Total belanja daerah naik dari Rp11,52 triliun pada APBD Induk menjadi Rp13,29 triliun dalam rancangan perubahan.

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menjelaskan bahwa porsi belanja daerah ini diprioritaskan untuk pembenahan infrastruktur dan pengembangan jaringan jalan baru demi memperkuat daya saing pariwisata Badung.

"Belanja kita yang awalnya dipasang Rp11 triliun lebih, sekarang menjadi Rp13 triliun lebih. Ada peningkatan yang cukup signifikan sekitar Rp1,7 triliun. Sebagian besar belanja ini dimasukkan untuk infrastruktur guna membangun jaringan jalan baru di Badung.

Komposisi belanja infrastruktur kita mencapai 59,80 persen, dan belanja modal Rp4 triliun sekian. Ini luar biasa, mungkin dalam sejarah baru pertama kali kita mencapai angka itu," ujar Adi Arnawa.

Ia menegaskan, fasilitas pendukung pariwisata harus terus diperbaiki mengingat persaingan destinasi wisata yang semakin ketat.

"Kondisi ini tentu akan tetap kita jaga untuk meningkatkan daya dukung pariwisata agar memiliki daya saing. Di tengah-tengah persaingan, kita lihat bersama bahwa kompetitor kita cukup banyak dan mereka sedang berbenah.

Mau tidak mau kita juga harus melakukan sesuatu agar tidak ditinggal oleh wisatawan, karena sampai hari ini Badung masih sangat tergantung dari sektor pariwisata," tambahnya.

Secara rinci, alokasi Belanja Daerah terdiri atas Belanja Operasi sebesar Rp6,36 triliun (47,86%), Belanja Modal sebesar Rp4,98 triliun (37,54%), Belanja Transfer sebesar Rp1,86 triliun (14%), serta Belanja Tidak Terduga sebesar Rp79,10 miliar (0,60%).

Selain itu, alokasi anggaran untuk fungsi pendidikan ditetapkan memenuhi kewajiban konstitusional sebesar 20,19 persen dari total belanja.

Dari sisi Pembiayaan Daerah, Penerimaan Pembiayaan dirancang berasal dari SILPA tahun sebelumnya sebesar Rp1,19 triliun dan Pembiayaan Utang/Pinjaman Daerah sebesar Rp2,08 triliun yang dialokasikan khusus untuk pembangunan jalan. 

Sedangkan Pengeluaran Pembiayaan dimanfaatkan untuk penyertaan modal pada PT BPD Bali sebesar Rp300 miliar dan pembayaran pembiayaan utang daerah sebesar Rp279,09 miliar.

Seluruh alokasi belanja perubahan KUA-PPAS 2026 diprioritaskan untuk membiayai tujuh program utama daerah. 

Selain pembangunan infrastruktur, pemukiman, dan air minum, program prioritas meliputi perkokohan kerukunan dan seni budaya Bali, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan (Mur/002) 

Baca Artikel Menarik Lainnya : BPBD Bali Cek Pemicu Jebolnya Tembok Sekolah di Bhuana Giri

Terpopuler

Gelar Gerakan Langit Biru di Gianyar, Tutik Kusuma Wardhani Imbau Kader Demokrat Makin Dekat dengan Rakyat

Gelar Gerakan Langit Biru di Gianyar, Tutik Kusuma Wardhani Imbau Kader Demokrat Makin Dekat dengan Rakyat

Asbes dan Kanker

Asbes dan Kanker

ADVERTISING JAGIR
Official Youtube Channel

#Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

ADVERTISING JAGIR Official Youtube Channel #Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

India Bangun Bandara Internasional Baru, PM Modi Jadikan Visakhapatnam Pusat Ekonomi dan Teknologi

India Bangun Bandara Internasional Baru, PM Modi Jadikan Visakhapatnam Pusat Ekonomi dan Teknologi

Presiden Percepat Pembangunan Bandara Bali Utara, Dirancang Melayani Pesawat Berbadan Lebar: Boeing 777 - Airbus A380

Presiden Percepat Pembangunan Bandara Bali Utara, Dirancang Melayani Pesawat Berbadan Lebar: Boeing 777 - Airbus A380

100 Tahun Rarud Batur, Tiga Buku Ungkap Jejak Sejarah dan Ketangguhan Peradaban Batur

100 Tahun Rarud Batur, Tiga Buku Ungkap Jejak Sejarah dan Ketangguhan Peradaban Batur