HUT ke-29, Pak Oles Group Bangkitkan Semangat Baru Hadapi Perubahan Zaman
Banner Bawah

HUT ke-29, Pak Oles Group Bangkitkan Semangat Baru Hadapi Perubahan Zaman

Admin 2 - atnews

2026-08-10
Bagikan :
Dokumentasi dari - HUT ke-29, Pak Oles Group Bangkitkan Semangat Baru Hadapi Perubahan Zaman
Direktur Utama PT Karya Pak Oles Group, Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr (ist/atnews)
Denpasar (Atnews) – Memasuki usia ke-29 tahun, PT Karya Pak Oles Group menegaskan komitmennya untuk terus bertahan, beradaptasi dan berkembang menghadapi perubahan zaman.

Momentum hari ulang tahun (HUT) tidak sekadar menjadi ajang perayaan, tetapi juga menjadi titik tolak untuk membangun energi baru, semangat baru dan harapan baru bagi seluruh keluarga besar perusahaan.

Pesan tersebut disampaikan Direktur Utama PT Karya Pak Oles Group, Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr., dalam perayaan HUT ke-29 PT Karya Pak Oles Group di Hotel Grand Shanti, Denpasar, Minggu (9/8/2026).

Perayaan tersebut sekaligus dirangkaikan dengan peringatan ulang tahun ke-65 Gede Ngurah Wididana yang akrab disapa Pak Oles.

“Pertemuan ini saya harapkan akan ada energi baru untuk kita semua sehingga kita bisa melanjutkan usaha menjadi lebih baik. Walaupun dengan berbagai tantangan dan rintangan, kita bisa berhasil dengan diiringi doa, syukur, ikhlas dan kerja keras,” ujar Wididana.

Menurut Wididana, perjalanan selama 29 tahun merupakan momentum penting untuk mensyukuri berbagai pencapaian sekaligus melakukan introspeksi. Keberlangsungan perusahaan hingga saat ini tidak terlepas dari berbagai tantangan dan perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu.

Ia mengatakan, keberadaan produk Pak Oles yang telah digunakan lintas generasi menjadi salah satu gambaran panjangnya perjalanan perusahaan.

“Kalau kita lihat, banyak yang sudah generasi kedua menggunakan produk Pak Oles, bahkan ada yang sampai generasi ketiga dan keempat. Artinya, kita sudah melewati perubahan generasi yang cukup panjang,” ucap lulusan Program Pascasarjana (S-2) Faculty of Agriculture, University of The Ryukyus, Okinawa, Jepang tersebut.

Pandemi Jadi Pelajaran Penting

Wididana menegaskan, kemampuan perusahaan untuk bertahan selama hampir tiga dekade tidak terlepas dari semangat untuk terus beradaptasi. Berbagai hambatan dan cobaan dalam perjalanan usaha justru menjadi bagian dari proses memperkuat perusahaan.

Pandemi COVID-19, kata dia, menjadi salah satu ujian terberat yang pernah dihadapi dunia usaha. Ketika banyak perusahaan mengalami tekanan, terlilit utang hingga terpaksa menghentikan operasional, PT Karya Pak Oles Group berupaya bertahan dan melewati masa sulit tersebut secara bertahap.

Pandemi juga mengubah pola bisnis secara drastis. Perusahaan harus menghadapi pergeseran pola pemasaran dari sistem konvensional menuju pemasaran digital dan online.

Karena itu, Wididana mengingatkan seluruh insan perusahaan agar tidak menghadapi perubahan dengan keluhan. Sebaliknya, perubahan harus dijadikan pemicu untuk belajar, berbenah dan mencari strategi baru.

Ia mengajak seluruh karyawan memiliki pola pikir seorang pengusaha yang pantang menyerah.

“Pola pikir pengusaha adalah terus berusaha. Berkali-kali jatuh, kita kembali berdiri. Jangan mengeluh. Berkali-kali gagal, ulangi lagi dan cari akal,” tegasnya.

Menurutnya, perubahan harus mampu diantisipasi agar memberikan manfaat. Setiap individu dalam perusahaan dituntut untuk terus belajar, fokus terhadap tujuan dan konsisten dalam menjalankan pekerjaan.

“Yang tidak fokus akan jatuh. Kita harus terus mengembangkan pandangan pada satu tujuan,” katanya.

Perubahan Perilaku Konsumen

Wididana juga mengungkapkan, pandemi COVID-19 memberikan pelajaran penting terkait perubahan perilaku konsumen.

Di satu sisi, pandemi mendorong peningkatan penjualan produk EM4 karena semakin banyak masyarakat yang mulai belajar pertanian, peduli terhadap lingkungan serta melakukan introspeksi untuk menerapkan pola hidup sehat.

Namun, kondisi berbeda terjadi pada penjualan Minyak Oles Bokashi dan sejumlah produk kesehatan herbal lainnya. 

Aktivitas tatap muka yang terbatas serta pemasaran online yang saat itu belum optimal turut memengaruhi penjualan.

Kondisi tersebut menjadi pembelajaran bagi perusahaan untuk memperkuat strategi bisnis setelah pandemi.

“Setelah COVID, kita dihadapkan pada pemikiran baru, semangat baru dan harapan baru. Kita sudah melewati COVID yang sangat berat, menghadapi dunia penjualan yang serba online dan menyesuaikan berbagai perubahan regulasi dan perizinan,” ujar Wididana.

Tantangan Regulasi dan Harga Bahan Baku

Sementara itu, Direktur PT Karya Pak Oles Group, Ir. Haji Agus Urson Hadi Pramono, mengatakan perjalanan 29 tahun merupakan waktu yang panjang dengan berbagai pengalaman, baik suka maupun duka.

Seluruh pengalaman tersebut, menurutnya, harus menjadi bahan introspeksi untuk melihat kembali apa yang telah dilakukan sekaligus menentukan langkah perusahaan ke depan.

“Dengan ulang tahun ini, PT Karya Pak Oles Group akan menjadi semakin baik, semakin bagus dan berkembang ke arah yang maju. Tentu saja arahnya agar karyawan menjadi semakin sejahtera,” ujarnya.

Ia menyebut tahun 2026 masih menjadi periode penuh tantangan. Berbagai regulasi baru menuntut seluruh divisi perusahaan untuk mampu menyesuaikan diri agar kegiatan usaha tetap berjalan.

“Kita berharap perusahaan dapat menyesuaikan dengan segala sesuatu yang dikeluarkan pemerintah sehingga perusahaan bisa tetap eksis dan jaya,” katanya.

Selain regulasi, situasi global juga memberikan tekanan terhadap harga bahan baku. Kenaikan biaya tersebut pada akhirnya membutuhkan penyesuaian harga produk yang perlu dikomunikasikan kepada konsumen.

“Meskipun ada kenaikan harga, mudah-mudahan konsumen kita akan tetap setia dengan produk kita,” harap Haji Agus. Di tengah berbagai tantangan tersebut, ia menilai perkembangan tren promosi dan perubahan perilaku masyarakat justru dapat menjadi peluang bagi perusahaan untuk semakin dekat dengan konsumen.

Berbagai tantangan yang ada, kata dia, harus dijadikan peluang untuk memperkuat perusahaan sekaligus meningkatkan kemampuan dalam menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

“Kami mengajak semua karyawan untuk bekerja lebih keras di tengah situasi ini. Semangat harus tetap menyala sehingga kita bisa tetap eksis dan terus membersamai masyarakat,” ujar Haji Agus.

Luncurkan Produk Baru

Perayaan HUT ke-29 PT Karya Pak Oles Group berlangsung meriah. Selain seremoni pemotongan kue sebagai puncak acara, kegiatan juga dimeriahkan penampilan tari Sunar Legong yang dibawakan Sanggar Naluri Manca serta hiburan musik dari penyanyi Ray Peni.

Momentum HUT ke-29 juga dimanfaatkan PT Karya Pak Oles Group untuk memperkenalkan produk baru, yakni Bokashi Care Minyak Angin Aromatherapy Hot dengan aroma Green Tea.

Peluncuran produk tersebut menjadi bagian dari langkah perusahaan untuk terus melakukan inovasi dan menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di tengah perubahan zaman.

Memasuki usia ke-29, perjalanan PT Karya Pak Oles Group pun diharapkan tidak berhenti pada pencapaian masa lalu. 

Semangat untuk terus belajar, beradaptasi, berinovasi dan bekerja keras menjadi modal penting untuk membawa perusahaan menghadapi tantangan sekaligus menangkap peluang di masa depan (Z/002) 

Baca Artikel Menarik Lainnya : Wagub Cok Ace Harap Tour De Ubud Dorong Penguatan Pariwisata Bali

Terpopuler

Gelar Gerakan Langit Biru di Gianyar, Tutik Kusuma Wardhani Imbau Kader Demokrat Makin Dekat dengan Rakyat

Gelar Gerakan Langit Biru di Gianyar, Tutik Kusuma Wardhani Imbau Kader Demokrat Makin Dekat dengan Rakyat

Asbes dan Kanker

Asbes dan Kanker

POM MIGO KAORI

POM MIGO KAORI

India Bangun Bandara Internasional Baru, PM Modi Jadikan Visakhapatnam Pusat Ekonomi dan Teknologi

India Bangun Bandara Internasional Baru, PM Modi Jadikan Visakhapatnam Pusat Ekonomi dan Teknologi

Presiden Percepat Pembangunan Bandara Bali Utara, Dirancang Melayani Pesawat Berbadan Lebar: Boeing 777 - Airbus A380

Presiden Percepat Pembangunan Bandara Bali Utara, Dirancang Melayani Pesawat Berbadan Lebar: Boeing 777 - Airbus A380

100 Tahun Rarud Batur, Tiga Buku Ungkap Jejak Sejarah dan Ketangguhan Peradaban Batur

100 Tahun Rarud Batur, Tiga Buku Ungkap Jejak Sejarah dan Ketangguhan Peradaban Batur