Jelang Mahasabha ke-13, PHDI Gelar FGD 'Belanja Masalah' Umat di Bali
Banner Bawah

Jelang Mahasabha ke-13, PHDI Gelar FGD 'Belanja Masalah' Umat di Bali

Admin 2 - atnews

2026-08-09
Bagikan :
Dokumentasi dari - Jelang Mahasabha ke-13, PHDI Gelar FGD 'Belanja Masalah' Umat di Bali
Mahasabha PHDI ke-13 (ist/atnews)
Denpasar (Atnews) - Pengurus Pusat Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) terus mematangkan persiapan penyelenggaraan Mahasabha ke-13 yang bakal digelar pada 8-11 Oktober mendatang di Jakarta.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menggelar Focus Group Discussion (FGD) "belanja masalah" keumatan di Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar, Sabtu (8/8/2026).

Ketua Panitia Mahasabha ke-13 PHDI, Letjend I Nyoman Cantiasa, menyampaikan bahwa FGD ini diselenggarakan untuk mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai berbagai persoalan, kebutuhan, serta aspirasi umat Hindu yang berkembang di daerah.

“Belanja masalah ini merupakan upaya untuk menampung seluruh aspirasi masyarakat, khususnya umat Hindu yang ada di seluruh Indonesia. Kami ingin menangkap berbagai aspirasi, persoalan, dan kebutuhan umat di daerah,” kata Cantiasa.

Cantiasa menjelaskan, penyerapan aspirasi ini tidak hanya dipusatkan di Bali. Panitia juga berencana menggelar FGD serupa di sejumlah daerah dengan populasi umat Hindu yang cukup besar, di antaranya Sulawesi Tengah, Kalimantan Tengah, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Kami ingin mengumpulkan informasi, data, dan aspirasi masyarakat sebagai bahan pembahasan ke depan. Sehingga pada saat Mahasabha ke-13 dilaksanakan, kami sudah memiliki kesimpulan dan rumusan yang dapat menjadi bahan untuk memperbaiki organisasi PHDI,” ujarnya.

Ia menambahkan, hasil penjaringan aspirasi menjadi sangat penting mengingat Mahasabha ke-13 juga menjadi momentum suksesi kepemimpinan PHDI, termasuk pemilihan Ketua Umum, Sabda Walaka, dan Sabda Pandita.

Oleh karena itu, panitia turut melibatkan berbagai unsur mulai dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, sulinggih, akademisi, pengusaha hingga media untuk mengevaluasi pelayanan dan pembinaan keumatan.
“Kami ingin mendengar langsung dari masyarakat,” katanya.

Penataan Aset dan Adaptasi Teknologi Informasi Dalam FGD tersebut, sejumlah tokoh dan pimpinan organisasi keumatan turut memaparkan berbagai tantangan mendesak yang dihadapi PHDI ke depan.

Ketua Paiketan Krama Bali, I Wayan Jondra, menilai persoalan mendesak yang harus diselesaikan PHDI adalah penataan dan optimalisasi aset milik parisadha secara produktif guna menopang keberlangsungan organisasi dan agenda pelayanan keumatan.

“Aset itu tidak harus pure dalam bentuk uang, tetapi bagaimana aset dalam bentuk jaringan bisa menekan cost. Inilah yang perlu ditata,” ujarnya, seraya mendorong pengurus ke depan menyusun strategi penataan aset serta menciptakan aset produktif baru sesuai potensi daerah.

Sementara itu, Ketua Umum Prajaniti, KS Arsana, menekankan pentingnya PHDI merespon keberagaman kearifan lokal Hindu di daerah serta perubahan demografi umat.

“Bagaimana Parisada sebagai sebuah majelis menghargai kearifan-kearifan lokal tersebut sebagai kekayaan bangsa Indonesia yang menjadi media penyebaran Dharma,” ujarnya.

Arsana juga menyoroti pemanfaatan teknologi informasi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) sebagai sarana baru penyebaran Dharma di tengah perubahan pola pikir masyarakat. Selain itu, ia mengkritisi persoalan akses pengangkatan guru agama Hindu di daerah.

“Banyak kebutuhan guru di daerah yang tidak mampu kita penuhi, padahal kita punya lulusan guru dan tenaga pendidik yang banyak. Kenapa? Karena kita tidak bisa mengakses peluang itu,” katanya, sambil mempertegas pentingnya sinergi antara PHDI, ormas Hindu, dan pemerintah daerah.

Pengayoman dan Perlindungan Kebinekaan Umat Menjelang suksesi kepemimpinan PHDI Pusat, Ketua PHDI Provinsi Papua Tengah, Dewa Gede Sukawati, berharap PHDI ke depan semakin hadir mengayomi seluruh umat Hindu di Indonesia yang sangat beragam.

“Seperti di Pulau Buru, Sumatera, Bromo, Tengger itu semua bernaung di PHDI Pusat,” terangnya. Dewa Gede Sukawati menegaskan bahwa upaya-upaya penyeragaman harus dihindari demi menjaga kebesaran dan keutuhan umat Hindu di Indonesia. (SUK/002)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Putri Koster Melakukan Sinkronisasi HATINYA PKK di Desa Keliki

Terpopuler

Gelar Gerakan Langit Biru di Gianyar, Tutik Kusuma Wardhani Imbau Kader Demokrat Makin Dekat dengan Rakyat

Gelar Gerakan Langit Biru di Gianyar, Tutik Kusuma Wardhani Imbau Kader Demokrat Makin Dekat dengan Rakyat

Asbes dan Kanker

Asbes dan Kanker

Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Bali Dwipa 

Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Bali Dwipa 

India Bangun Bandara Internasional Baru, PM Modi Jadikan Visakhapatnam Pusat Ekonomi dan Teknologi

India Bangun Bandara Internasional Baru, PM Modi Jadikan Visakhapatnam Pusat Ekonomi dan Teknologi

Presiden Percepat Pembangunan Bandara Bali Utara, Dirancang Melayani Pesawat Berbadan Lebar: Boeing 777 - Airbus A380

Presiden Percepat Pembangunan Bandara Bali Utara, Dirancang Melayani Pesawat Berbadan Lebar: Boeing 777 - Airbus A380

KMHDI Maluku Apresiasi Kinerja Plt Kepala BWS Maluku di Tengah Kondisi Transisi Kepemimpinan

KMHDI Maluku Apresiasi Kinerja Plt Kepala BWS Maluku di Tengah Kondisi Transisi Kepemimpinan