Karangasem (Atnews) - Yayasan Agung Jaya Mandiri memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-2 dengan menggelar diskusi panel bertema “Membangun SDM Unggul Berkarakter dan Berbudaya untuk Masa Depan Karangasem” di Taman Tirta Gangga, Karangasem, Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi perjalanan dua tahun Yayasan Agung Jaya Mandiri sekaligus ruang untuk membangun gagasan strategis mengenai arah pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Karangasem.
Dalam bahan kegiatan, perayaan HUT ke-2 Yayasan Agung Jaya Mandiri juga disebut sebagai momentum kebersamaan dan rasa syukur atas perjalanan yayasan dalam menjalankan berbagai kegiatan sosial bagi masyarakat.
Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Panitia, I Gusti Ngurah Abdi Wisatawan. Dalam sambutannya, Ketua Panitia menyampaikan harapan agar keberadaan Yayasan Agung Jaya Mandiri ke depan semakin dirasakan oleh masyarakat.
Menurutnya, bertambahnya usia yayasan harus diikuti dengan semakin luasnya manfaat yang diberikan kepada masyarakat.
“Harapan kami, kehadiran Yayasan Agung Jaya Mandiri semakin dirasakan oleh masyarakat. HUT ke-2 ini bukan sekadar perayaan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat komitmen agar yayasan terus hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan Agung Jaya Mandiri, Dr. I Wayan Warka, M.M., dalam sambutannya menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia yang unggul sebagai fondasi dalam membawa masyarakat menuju kondisi yang berdaulat dan mandiri.
Menurutnya, SDM yang dibangun tidak cukup hanya memiliki kemampuan dan kompetensi, tetapi juga harus memiliki karakter serta memahami nilai-nilai budaya.
“SDM yang unggul sangat penting dalam membawa masyarakat menjadi masyarakat yang berdaulat, mandiri, berkarakter dan berbudaya,” ucapnya.
Ia berharap diskusi panel yang digelar dalam rangka HUT ke-2 tersebut tidak berhenti sebagai forum bertukar gagasan, tetapi dapat menghasilkan pemikiran strategis yang bisa menjadi bahan masukan bagi pemerintah daerah maupun DPRD Kabupaten Karangasem.
“Kami berharap diskusi panel ini menghasilkan sebuah pemikiran yang strategis untuk dapat disumbangkan kepada pemerintah daerah maupun DPRD Kabupaten Karangasem, sehingga menjadi perhatian khusus dalam pembangunan Karangasem ke depan,” ujarnya.
Memasuki agenda utama, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi panel. Forum tersebut menghadirkan sejumlah akademisi dan tokoh yang memberikan pandangan mengenai pembangunan SDM Karangasem.
Dalam sesi keynote speaker, Rektor Universitas Ngurah Rai yaitu Prof. Dr. Ni Putu Tirka Widanti, MM., M.Hum., menekankan pentingnya meningkatkan daya saing masyarakat di tengah perubahan zaman.
Namun, peningkatan daya saing tersebut menurutnya harus berjalan beriringan dengan upaya menumbuhkembangkan etika, moral dan akhlak.
“Daya saing harus kita tumbuhkan, tetapi jangan sampai pembangunan kompetensi membuat kita kehilangan etika, moral dan akhlak. SDM yang unggul harus memiliki kemampuan sekaligus karakter,” tegasnya.
Ia menilai pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk manusia yang tidak hanya mampu bersaing, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dalam kehidupan bermasyarakat.
Pandangan berikutnya disampaikan Rektor UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si.
Ia menekankan pentingnya penguatan dunia pendidikan dan kesehatan sebagai bagian dari pembangunan SDM. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pengembangan sekolah-sekolah vokasi yang mampu menghasilkan lulusan kompeten sesuai bidangnya.
“Pendidikan vokasi menjadi sangat penting karena kita membutuhkan lulusan-lulusan yang kompeten di setiap bidangnya. Mereka tidak hanya selesai sekolah, tetapi memiliki kemampuan yang bisa digunakan dan dikembangkan,” ujarnya.
Ia juga berharap lulusan yang telah memperoleh pendidikan dan keterampilan dapat kembali ke daerah asalnya untuk mengabdikan diri dan ikut membangun daerah.
“Harapannya, anak-anak yang sudah mendapatkan pendidikan dan kompetensi dapat kembali ke daerahnya untuk mendedikasikan dirinya. Dengan begitu, pendidikan yang mereka dapatkan bisa memberikan manfaat langsung bagi daerah,” katanya.
Selain pendidikan vokasi, ia juga menyoroti pentingnya dukungan beasiswa bagi anak-anak Karangasem. Menurutnya, pemerintah memiliki peran penting dalam membuka akses pendidikan yang lebih luas sehingga anak-anak Karangasem memiliki kesempatan untuk meningkatkan kualitas dirinya.
“Beasiswa untuk anak-anak Karangasem perlu menjadi perhatian pemerintah. Kita harus memastikan anak-anak yang memiliki potensi mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan,” ujarnya.
Di sisi lain, ia melihat Karangasem memiliki potensi besar yang dapat dikembangkan, terutama sektor pertanian dan pariwisata.
Karena itu, pengembangan SDM perlu berjalan seiring dengan pengelolaan potensi daerah agar kekayaan sumber daya yang dimiliki Karangasem mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Sementara itu, Prof. Dr. Ketut Rai Sudiarditha turut memberikan perspektif mengenai potensi serta tantangan pembangunan Karangasem.
Prof. Dr. Ketut Rai Sudiardita sebagai panelis menegaskan bahwa Karangasem sesungguhnya memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan.
Persoalannya, kata dia, bukan semata-mata pada ada atau tidaknya potensi, melainkan sejauh mana masyarakat memiliki kemauan untuk menggali, mengembangkan dan mengelolanya.
“Karangasem ini penuh dengan potensi yang bisa digali. Tantangannya sekarang adalah mau atau tidak masyarakat menggali potensi-potensi tersebut dan mengembangkannya menjadi kekuatan daerah,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya karakter sebagai sebuah sistem dalam pembangunan manusia. Menurutnya, teori dan pengetahuan yang dimiliki harus mampu diimplementasikan dalam kehidupan nyata.
“Karakter harus menjadi sistem. Jangan berhenti pada teori, tetapi bagaimana teori-teori yang kita miliki itu benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menyampaikan bahwa Karangasem tidak harus berada pada pilihan antara menjadi modern atau mempertahankan budaya. Keduanya, menurutnya, dapat berjalan secara bersamaan.
“Karangasem tidak sedang memilih menjadi modern atau mempertahankan budaya. Karangasem bisa menjadi modern dengan budayanya,” katanya.
Pandangan tersebut menjadi salah satu pesan penting dalam diskusi panel, bahwa kemajuan daerah tidak harus mengorbankan identitas budaya. Justru budaya dapat menjadi kekuatan dalam membangun Karangasem yang modern, berdaya saing dan tetap memiliki karakter.
Rangkaian kegiatan HUT ke-2 Yayasan Agung Jaya Mandiri kemudian demeriahkan dengan potong tumpeng serta diakhiri dengan penyerahan bantuan kepada kelompok masyarakat di Amed. Bantuan tersebut diterima secara langsung oleh Ketua Yayasan di Amed, I Ketut Parta, S.H.
Penyerahan bantuan tersebut menjadi bagian dari komitmen sosial yayasan untuk terus hadir dan memberikan manfaat kepada masyarakat.
Dengan mengusung semangat membangun SDM unggul, berkarakter dan berbudaya, Yayasan Agung Jaya Mandiri berharap gagasan yang lahir dari diskusi panel tersebut tidak berhenti di ruang diskusi, tetapi dapat menjadi bahan pemikiran dan masukan strategis dalam pembangunan Kabupaten Karangasem ke depan. (YOG/001)