Asbes dan Kanker
Banner Bawah

Asbes dan Kanker

Admin 2 - atnews

2026-08-01
Bagikan :
Dokumentasi dari - Asbes dan Kanker
Prof Tjandra Yoga Aditama (ist/atnews)
Oleh Prof Tjandra Yoga Aditama

Asbestos dikelompokkan oleh WHO sebagai serat karsinogenik, yang dapat menyebabkan kanker. Asbes ini adalah faktor penyebab utama dari kanker yang disebut dengan mesothelioma. Ini adalah kanker dari mesothelium, yang merupakan selaput (lapisan tipis) yang melapisi berbagai organ dalam tubuh. 

Mesotelioma dapat menyerang bagian organ mana saja, seperti pleura, peritoneum, perikardium, dll. namun paling sering terjadi di pleura atau selaput paru.

Selain itu maka paparan asbes bertahun-tahun berkepanjangan memang dilaporkan meningkatkan risiko kanker paru pula, dan karena itulah di dunia kedokteran dikenal istilah  “asbestos-related lung cancer (ARLC)”.

Hanya saja dalam hal ini perlu ditegaskan bahwa faktor penyebab utama kanker paru adalah kebiasaan merokok, dan ini jelas harus dihindari dengan tidak merokok.

Publikasi ilmiah berjudul “Asbestos-Related lung Cancer: An underappreciated oncological issue” yang dipublikasi di Jurnal Ilmiah Internasional “Lung Cancer” pada 2024 keluar dengan hipotesa bahwa sebagian dari peningkatan kejadian kanker paru pada mereka yang tidak merokok mungkin terjadi karena terpapar asbes (kini dan dimasa lalu), atau mungkin juga kombinasi paparan berbagai jenis polusi udara seperti  PM2.5, asbestos dan silika.

*) Prof Tjandra Yoga Aditama, Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia

Baca Artikel Menarik Lainnya : Koster Inginkan Pendapatan PHR Kabupaten/Kota Optimal

Terpopuler

Pemkab Buleleng, Salurkan Rp 516 juta untuk Ngaben Massal Sepanjang 2026

Pemkab Buleleng, Salurkan Rp 516 juta untuk Ngaben Massal Sepanjang 2026

Ratusan Truk Terjebak di Ketapang, KADIN Minta Penanganan Serius, Logistik Bali Terancam Lumpuh

Ratusan Truk Terjebak di Ketapang, KADIN Minta Penanganan Serius, Logistik Bali Terancam Lumpuh

POM MIGO KAORI

POM MIGO KAORI

Pemkab Wakatobi Jajaki Kerja Sama dengan Universitas Udayana dalam Pengembangan Kepariwisataan

Pemkab Wakatobi Jajaki Kerja Sama dengan Universitas Udayana dalam Pengembangan Kepariwisataan

Pasar India Makin Menjanjikan, Kemenpar Raup Potensi Transaksi Rp12,8 Miliar di Pune

Pasar India Makin Menjanjikan, Kemenpar Raup Potensi Transaksi Rp12,8 Miliar di Pune

Gubernur Koster: Bali Bangun Aksi Iklim Berbasis Kearifan Lokal dan Membuka Peluang Ekonomi Hijau

Gubernur Koster: Bali Bangun Aksi Iklim Berbasis Kearifan Lokal dan Membuka Peluang Ekonomi Hijau