Mencegah "Bocor" di Usia Senja: Kenali Inkontinensia Urine pada Perempuan Menopause
Banner Bawah

Mencegah "Bocor" di Usia Senja: Kenali Inkontinensia Urine pada Perempuan Menopause

Admin 2 - atnews

2026-07-27
Bagikan :
Dokumentasi dari - Mencegah "Bocor" di Usia Senja: Kenali Inkontinensia Urine pada Perempuan Menopause
Pengabdian Masyarakat (ist/atnews)
Oleh Dr. dr. Luh Gede Sri Yenny, Sp.PD FINASIM

Banyak perempuan yang menganggap keluhan "beser" atau tidak sanggup menahan buang air kecil saat batuk, tertawa, maupun bersin sebagai hal wajar seiring bertambahnya usia. Padahal, kondisi ini dalam dunia medis dikenal sebagai inkontinensia urine—sebuah gangguan kesehatan yang secara signifikan dapat menurunkan kualitas hidup seseorang.

Hasil penelitian terbaru yang dilakukan oleh Dr. dr. Luh Gede Sri Yenny, Sp.PD FINASIM dari Universitas Warmadewa mengungkapkan angka yang sangat mengejutkan: prevalensi inkontinensia urine pada perempuan menopause di Denpasar mencapai 40 persen.

Artinya, empat dari setiap sepuluh perempuan yang telah memasuki masa menopause di Denpasar mengalami kendala dalam mengontrol pengeluaran urine mereka.

Fenomena Gunung Es yang Bungkam

Meskipun prevalensinya tergolong sangat tinggi, inkontinensia urine ibarat fenomena gunung es. Sebagian besar penyintas memilih diam karena rasa malu, menganggapnya sebagai aib, atau pasrah karena mengiranya sebagai takdir penuaan yang tidak bisa diperbaiki.

Memasuki masa menopause, tubuh perempuan mengalami penurunan hormon estrogen secara drastis. Padahal, estrogen berperan penting dalam menjaga fleksibilitas, elastisitas, serta kekuatan jaringan penopang di area panggul dan saluran kemih.

Penurunan kadar hormon ini menyebabkan otot-otot panggul melemah dan lapisan mukosa uretra menipis, sehingga daya tahan saluran kemih terhadap tekanan perut menjadi berkurang.

Dampaknya bukan sekadar masalah fisik atau kenyamanan berpakaian, melainkan juga menyentuh aspek psikologis, sosial, hingga spiritual. Banyak ibu-ibu menunda beraktivitas di luar rumah, membatasi diri dari pergaulan sosial, atau merasa cemas berlebihan saat harus beribadah karena khawatir kondisi kesucian dirinya terganggu.

Dapat Dicegah dan Dilatih

Berita baiknya, inkontinensia urine pada masa menopause bukanlah kondisi yang harus diterima begitu saja tanpa penanganan. Penanganan dini dapat membawa perbaikan yang sangat bermakna.

Berikut adalah beberapa langkah penanganan mendasar yang dapat dilakukan:

1. Latihan Otot Dasar Panggul (Kegel Exercise): Mengencangkan otot panggul secara rutin dan teratur terbukti efektif memperkuat daya tahan panggul dalam menahan desakan urine.

2. Modifikasi Gaya Hidup: Mengatur konsumsi cairan secara bijak, mengurangi asupan kafein, soda, serta makanan pedas yang berpotensi mengiritasi kandung kemih.

3. Menjaga Berat Badan Ideal: Berat badan berlebih memberikan tekanan ekstra pada area panggul, sehingga mengontrol berat badan dapat mengurangi intensitas kebocoran urine.

4. Konsultasi Medis: Pemeriksaan oleh dokter spesialis penyakit dalam atau konsultan terkait sangat penting untuk menentukan jenis inkontinensia serta penanganan yang paling tepat, baik melalui terapi latihan, farmakoterapi (obat-obatan), maupun terapi hormon lokal sesuai indikasi.

Inkontinensia urine bukanlah hal yang patut disembunyikan dalam kesunyian. Dengan keterbukaan, pemahaman medis yang tepat, serta penanganan yang rutin, perempuan usia menopause tetap dapat menjalani masa senja dengan aktif, percaya diri, dan penuh kualitas hidup (*) 

Baca Artikel Menarik Lainnya : 23 Perwira Tinggi TNI Naik Pangkat

Terpopuler

Menanti Bukti Nyata Wacana Koster, Pengamat: Jangan Hanya 'Omon-Omon' Bela Petani Bali!

Menanti Bukti Nyata Wacana Koster, Pengamat: Jangan Hanya 'Omon-Omon' Bela Petani Bali!

Jangan Lewatkan! Kemnaker Buka Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Lulusan Pemagangan 2025 Batch 3

Jangan Lewatkan! Kemnaker Buka Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Lulusan Pemagangan 2025 Batch 3

Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Bali Dwipa 

Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Bali Dwipa 

Presiden Prabowo Luncurkan Biodiesel B50, Indonesia Pangkas 44 Juta Ton Emisi CO₂ dan Jadi Sorotan Dunia

Presiden Prabowo Luncurkan Biodiesel B50, Indonesia Pangkas 44 Juta Ton Emisi CO₂ dan Jadi Sorotan Dunia

Rawan Perlintasan Ilegal, Sinergi Imigrasi dan ITB Inisiasi 'Pagar Digital'Patroli Drone untuk Pengawasan Perbatasan

Rawan Perlintasan Ilegal, Sinergi Imigrasi dan ITB Inisiasi 'Pagar Digital'Patroli Drone untuk Pengawasan Perbatasan

Indonesia Emas 2045: Wapres Gibran Dorong Peningkatkan Kapasitas Generasi Muda Hindu di GHBC 2026

Indonesia Emas 2045: Wapres Gibran Dorong Peningkatkan Kapasitas Generasi Muda Hindu di GHBC 2026