Jakarta (Atnews) - Aktivis Kebudayaan dan Ahli Wariga dari Bali Dewi Uma bertemu Igor Tereshchenko First Secretary for Economic Affair Embassy Of Ukraine in Republic of Indonesia membahas wariga di The Wine Center, Bendungan Hilir, Central Jakarta, Jumat, 24 Juli 2026.
Dewi Uma mempopulerkan Wariga Mirror (The Mirror of Life) sebagai pengetahuan universal bagi siapapun tanpa membedakan latar belakang.
Untuk itu, wariga disambut baik oleh warga Ukraina. Oleh karena Wariga memiliki kemiripan dengan Ukraina yang mempunyai tradisi “народний календар” atau kalender rakyat.
Pada kesempatan tersebut, Igor Tereshchenko, mengungkapkan bahwa banyak warga Ukraina ingin mengetahui tentang ilmu Wariga, sebab ada kemiripan dengan Ukraina yang punya tradisi “народний календар” = kalender rakyat.
Rakyat Ukraina juga percaya hari baik/buruk antara lain untuk menanam, menikah, membangun rumah.
Metode pengukuran waktu tradisional, berdasarkan pengamatan berabad-abad terhadap perubahan periodik di alam. Musim adalah ukuran paling awal untuk periode waktu yang lebih panjang; pada awalnya dua musim diakui musim hangat dan musim dingin, musim semi dan musim dingin dan kemudian empat.
Hal itu menyebabkan cara populer menghitung tahun berdasarkan musim semi, musim panas, atau musim dingin. Satuan waktu berdasarkan fase bulan (misiats) berasal dari Ukraina pada zaman prasejarah dan memiliki nama yang sama dengan bulan (misiats/bulan).
“Jadi pas ketemu Wariga, kami merasa “oh ini kayak punya kami juga”, hanya bedanya, mungkin Wariga lebih detail, nah untuk mengetahui lebih jelasnya kami bertemu Dewi Uma, dan meminta untuk menjelaskannya” ucap Mr Igor Tereshchenko
Sementara itu, Dewi Uma pengabar ilmu Wariga menanggapi nya dengan serius, ia mengungkapkan bahwa sesungguhnya Wariga adalah pengetahuan universal yang mencakup semua aspek yang bilamana diketahui oleh seseorang dapat mengarahkan hidup seseorang yang mempelajari dan menggunakannya ke arah menjadi manusia sejati (yang diliputi kebahagiaan).
“Saya sangat mengapresiasi, dan merupakan suatu kehormatan luar biasa untuk menanggapi permohonan dari Mr Igor Tereshchenko yang bisa dikatakan mewakili warga Negara Ukraina untuk menjelaskan secara singkat tentang Ilmu Wariga ” ucap Dewi Uma.
Menurut Dwi Uma, bahwa sesungguhnya Wariga Mirror dalam konteks implementasi kolektif dapat menciptakan (terjadinya) perdamaian dunia, memperkecil pertengkaran, perpecahan dan peperangan.
Tidak hanya itu saja, wariga mirror juga dapat di manfaatkan untuk berbagai aspek, antara lain dari aspek pendidikan dapat turut mencerdaskan generasi selanjutnya.
“Sebab bila Wariga mirror diberikan sejak dini, hidup seorang manusia akan lebih terarah dan efektif, tidak membuang waktu (umur) serta meninggalkan penyesalan dalam perjalanan hidup” ungkap Dewi Uma.
Sedangkan, lanjut Dewi Uma, dari aspek ekonomi dengan jalan mengetahui Wariga mirror, maka dapat memberikan manfaat menggerakkan roda ekonomi yang akan berputar dengan harmonis, sebab terjadi sinergi dengan alam, menggunakan akal budi untuk ber- karma mewujudkan kehidupan sejahtera,.
“Contohnya manusia yang terlahir mengetahui identitas nya, misalnya dengan karakter yang cocok sebagai petani, maka dapat menjadi petani yang produktif dengan mengikuti kemajuan teknologi dan jaman.” tutur Dewi Uma.
Sementara itu, sambung Dewi Uma, dari aspek politik dan budaya, dengan mengetahui Wariga mirror maka pemerintahan akan berada di tangan kandidat yang tepat sesuai dengan zaman yang ditentukan oleh alam, serta budaya yang tengah berlangsung.
Misalnya di Bali tidak terlepas dari wariga, sebab itu adalah implementasi hukum alam yang telah diwariskan oleh leluhur Bali yang bijak dan cerdas.
Di kesempatan tersebut, Dewi Uma juga menyampaikan harapannya, mengenai keinginan penekun Wariga mirror, untuk mengabarkan “local wisdom” dari Bali ke seluruh penjuru dunia.
Meskipun, imbuh Dewi Uma, bahwa di setiap wilayah hal ini telah ada dengan bahasa dan istilah yang sesuai dengan waktu dan tempat masing-masing wilayah.
“Perlu saya pertegas bahwa Wariga mirror bukan agama tapi hukum alam mengenai seluruh makhluk hidup di bumi, The way of life dan bersifat universal, jadi warga Ukraina juga dapat (boleh) mengenal, mempelajari dan bahkan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari nya” tandas Dewi Uma.
Pendekatan yang memandang ilmu wariga sistem penanggalan, perbintangan, dan perhitungan waktu tradisional Bali sebagai bentuk sains terapan dan pengetahuan rasional berbasis empiris.
Pendekatan itu mengkaji wariga bukan sekadar mitos atau kepercayaan buta (gugon tuon), melainkan sebagai sistem logis warisan leluhur yang menghubungkan bhuana agung dan bhuana alit.
Wariga itu aplikasi praktis dari Astronomi Veda di Bali. Wariga sebagai ilmu hari baik/buruk, dasarnya dari perhitungan bintang dan waktu menurut tradisi Veda.
Di akhir acara bincang-bincang, nampak nya Mr Igor Tereshchenko bisa memahami dan menerima penjelasan dari Dewi Uma.
“Ini sungguh luar biasa, penjelasan yang sangat mudah kami pahami, terima kasih kepada Mrs Dewi Uma yang telah berkenan berbagi informasi kepada kami warga Ukraina mengenai wariga mirror.” pungkas Mr Igor Tereshchenko (Z/002)