Usung Tema "Theatre of Dolphins", Lovina Festival Ke-12 tahun 2026, Targetkan 25 Ribu Pengunjung
Banner Bawah

Usung Tema "Theatre of Dolphins", Lovina Festival Ke-12 tahun 2026, Targetkan 25 Ribu Pengunjung

Admin 2 - atnews

2026-07-23
Bagikan :
Dokumentasi dari - Usung Tema "Theatre of Dolphins", Lovina Festival Ke-12 tahun 2026, Targetkan 25 Ribu Pengunjung
Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra (ist/atnews)
Buleleng (Atnews) - Pagelaran Lovina Festival (Lofest) ke-12 tahun 2026 ini, berlangsung dari tanggal 24 hingga 28 Juli dikawasan Pantai Lovina, Buleleng, Bali. Lofest kali ini berbeda dengan sebelumnya, baik, persiapan, penataan maupun pelaksanaan kegiatan, dirancang secara maksimal. 

Bahkan Pemerintah Kabupaten Buleleng dibawah duet kepemimpinan Bupati Nyoman Sutjidra dan Wakil Bupati Gede Supriatna sukses melakukan penataan kawasan obyek wisata Lovina.

Dengan dibangunnya Jogging Track, dari Pantai Binaria hingga Pantai Tasik Madu, wisatawan akan merasa nyaman dan aman melintasi kawasan yang dulunya kumuh.

Pagelaran Bulfest yang mengusung tema "Theatre of Dolphins" ini, menggambarkan Lovina sebagai panggung megah tempat lumba-lumba hidup berdampingan dengan masyarakat, budaya, dan kearifan lokal.

"Lovest kali Ini menghadirkan pengalaman wisata yang disesuaikan dengan referensi pengunjung, salah satunya Panggung pertunjukan dibagi menjadi dua karakter, yakni pertunjukan di kawasan Pantai Tasikmadu yang lebih menyasar wisatawan mancanegara dilaksanakan dari tanggal 24 hingga 26 Juli.

Serta panggung di Pantai Binaria di kawasan Patung Lumba- lumba, dibuka mulai tangga 26 hingga 28 Juli, menghadirkan hiburan dan atraksi bagi wisatawan domestik," ungkap Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra, didampingi Sekda Gede Suyasa, Asisten  dua, Reika Nurhaeni selaku Ketua Panitia, saat Jumpa Pers diikuti awak media, di  Spice Dive Beach Club Lovina, Buleleng, Bali, Kamis( 23/7/2026).

Bupati Sutjidra, mengatakan Beragam atraksi akan memeriahkan Lovest kali ini, mulai dari kesenian tradisional seperti Tari Nelayan Massal, Tari Kembang Deeng, Barong Ket, Bondres, parade tabuh dan tari, hingga fragmentari.

Sementara pada panggung modern akan tampil sejumlah musisi dan grup musik, di antaranya Gus Teja, DJ performances, Band Crazy Horse, Jun Bintang, dan Lolot Band. 

Festival juga diramaikan berbagai side event seperti Lomba Perahu Layar Mini, Gemar makan ikan, Lovina Cross Country, bedah buku, workshop ekonomi kreatif, hingga lomba sapi gerumbungan.

Bupati Sutjidra juga menegaskan gelaran Lovest, menjadi bentuk komitmen Pemkab Buleleng untuk terus mengembangkan pariwisata yang berkualitas, berbasis budaya, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan sebagai identitas utama kawasan wisata Lovina. Menurut Bupati, seluruh venue dan rangkaian acara, telah siap dilaksanakan.

"Dari kesiapan, hari ini sudah mencapai 95 persen. Semua sudah siap dan kami miminta panitia  bersama komunitas menyelesaikan penataan venue agar seluruh rangkaian Lovina Festival berjalan lancar," ujar Bupati Buleleng.

Sutjidra mengatakan, pelaksanaan Lofest diharapkan  tidak hanya menjadi ajang promosi pariwisata. Tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.

Salah satu indikatornya terlihat dari tingginya partisipasi peserta pada berbagai kegiatan, seperti lomba perahu layar mini yang diikuti mencapai 1.230 peserta, bahkan ada juga berasal dari, selain Bali, peserta juga datang dari Banyuwangi, Jawa Timur.

Senada dengan Bupati Sutjidra, pelaku dan tokoh pariwisata Buleleng, Nyoman Arya Astawa alias Mang Dauh, mengatakan bahwa tempat hunian hotel di Lovina terpantau penuh semenjak festival tahunan ini dipromosikan.

"Bahkan teman saya tidak bisa memesan hotel di kawasan Lovina karena sudah penuh. Hal ini menunjukkan betapa meningkatnya kunjungan wisatawan di Buleleng," ungkapnya.

Menurut  Nyoman Arya Astawa, dengan kesiapan hingga kini mencapai 95 persen, ia menyatakan Lofest kali ini adalah yang terbaik.

Sementara itu, Ketua Panitia Lovina Festival 2026, Putu Ayu Reika Nurhaeni, menjelaskan,
memasuki penyelenggaraan tahun ke-12, Lovina Festival tahun ini digelar selama lima hari, lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut Reika, penambahan durasi bertujuan meningkatkan lama tinggal wisatawan sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi pelaku pariwisata, UMKM, dan masyarakat.

Asisten dua Setda Buleleng ini juga mengatakan, sebanyak 250 seniman dan pengisi acara, 82 pelaku UMKM, serta 44 komunitas akan terlibat memeriahkan festival yang menjadi bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026. (WAN/ADV)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Dana Kembangkan Desa Tertinggal di Kendari

Terpopuler

Menanti Bukti Nyata Wacana Koster, Pengamat: Jangan Hanya 'Omon-Omon' Bela Petani Bali!

Menanti Bukti Nyata Wacana Koster, Pengamat: Jangan Hanya 'Omon-Omon' Bela Petani Bali!

Jangan Lewatkan! Kemnaker Buka Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Lulusan Pemagangan 2025 Batch 3

Jangan Lewatkan! Kemnaker Buka Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Lulusan Pemagangan 2025 Batch 3

Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Bali Dwipa 

Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Bali Dwipa 

Presiden Prabowo Luncurkan Biodiesel B50, Indonesia Pangkas 44 Juta Ton Emisi CO₂ dan Jadi Sorotan Dunia

Presiden Prabowo Luncurkan Biodiesel B50, Indonesia Pangkas 44 Juta Ton Emisi CO₂ dan Jadi Sorotan Dunia

Rawan Perlintasan Ilegal, Sinergi Imigrasi dan ITB Inisiasi 'Pagar Digital'Patroli Drone untuk Pengawasan Perbatasan

Rawan Perlintasan Ilegal, Sinergi Imigrasi dan ITB Inisiasi 'Pagar Digital'Patroli Drone untuk Pengawasan Perbatasan

Indonesia Emas 2045: Wapres Gibran Dorong Peningkatkan Kapasitas Generasi Muda Hindu di GHBC 2026

Indonesia Emas 2045: Wapres Gibran Dorong Peningkatkan Kapasitas Generasi Muda Hindu di GHBC 2026