Nuanu Memperluas Program Seni Kontemporer melalui Kolaborasi dengan Kolektif Seni Independen
Banner Bawah

Nuanu Memperluas Program Seni Kontemporer melalui Kolaborasi dengan Kolektif Seni Independen

Admin 2 - atnews

2026-07-18
Bagikan :
Dokumentasi dari - Nuanu Memperluas Program Seni Kontemporer melalui Kolaborasi dengan Kolektif Seni Independen
Labyrinth Art Gallery (ist/atnews)
Nuanu (Atnews) - Nuanu Creative City menghadirkan Lucid Dreams dan Repetisi Memori, dua pameran yang berlangsung secara bersamaan di Labyrinth Art Gallery pada 18 Juli hingga 18 Agustus 2026.

Dikembangkan melalui kolaborasi bersama Ruang Fungsi yang berbasis di Bali dan Pando Art Collective yang berakar di Yogyakarta, kedua pameran ini mempertemukan 17 seniman kontemporer dengan praktik yang mencakup seni lukis, instalasi, dan media campuran. 

Kolaborasi ini mencerminkan komitmen berkelanjutan Nuanu dalam bekerja bersama komunitas seni independen dari berbagai wilayah di Indonesia. Inisiatif ini sekaligus memperluas program seni visual Nuanu yang berlangsung sepanjang tahun serta membuka ruang bagi seniman dan audiens dari berbagai daerah untuk terhubung melalui seni kontemporer.

"Merupakan sebuah kehormatan bagi kami dapat menyambut berbagai kolektif independen di Nuanu dan melihat bagaimana para seniman, institusi, serta publik saling bertemu dan membangun koneksi di sini.

Sebagai sebuah platform yang mendorong kreativitas dan pertukaran budaya, kami sangat antusias menyaksikan berbagai percakapan, kolaborasi, serta pengalaman baru yang akan tumbuh dari pertemuan ini—baik bagi para tamu maupun komunitas yang menjadi bagian dari Nuanu." Lev Kroll, CEO Nuanu Creative City

Didirikan di Yogyakarta, Pando Art Collective mendukung perkembangan seniman kontemporer emerging melalui pameran dan berbagai inisiatif kolaboratif.

Di Nuanu, kolektif ini mempersembahkan Lucid Dreams, sebuah pameran yang mengeksplorasi hubungan yang terus bergerak antara imajinasi, ingatan, dan alam bawah sadar yang dikurasi oleh Samuel David.

Melalui seni lukis, instalasi, dan media campuran, para seniman mengajak pengunjung memasuki dunia visual sureal yang dibentuk oleh simbolisme, intuisi, dan pengalaman personal.

Lucid Dreams menampilkan karya dari Faisal Siddiq, Afiq Andico, Arif Fiyanto, Rifqi Soenandar, Aly Waffa, Ari Wuryanto, dan Ijal Mariachi.

Sementara itu, Ruang Fungsi, kolektif seni independen yang berbasis di Bali, mempersembahkan Repetisi Memori. Pameran ini melihat ingatan sebagai sesuatu yang terus disusun kembali melalui pengalaman hidup, tempat, dan waktu. 

Melalui pameran yang digerakkan oleh seniman dan berbagai program kolaboratif, Ruang Fungsi dikenal sebagai ruang yang mendukung eksperimentasi dalam perkembangan seni kontemporer di Bali.

Repetisi Memori menampilkan karya dari Denny Novikar, Sirin Farid Stevy, Surya Subratha, Ade Habibie, Andre Yoga, Ichi Dilaga, Aharimu, Sastia Naresvari, Naomi Samara, dan Natasha Lubis.

“Ada banyak kolektif independen di Indonesia yang menghasilkan karya dan program menarik, tetapi sering kali belum memperoleh visibilitas di luar kota asal mereka.

Salah satu hal yang ingin kami lakukan melalui Labyrinth adalah membuka kesempatan bagi komunitas-komunitas tersebut untuk menghadirkan para senimannya di Bali dan memperkenalkan mereka kepada audiens baru.

Kami berharap ini menjadi awal dari lebih banyak kolaborasi di masa mendatang,” ujar Kelsang Dolma, Director of Special Art Projects, Nuanu Creative City. 

"Pando Art Collective dibangun dari keyakinan sederhana bahwa tidak ada seniman yang seharusnya berkembang sendirian.

Membawa para seniman kami ke Nuanu merupakan cara kami memperluas akar Pando melampaui kepulauan Indonesia, menjangkau ruang dan audiens baru.

Kami memandang kolaborasi ini bukan sekadar sebuah pameran, melainkan awal dari pertukaran yang berkelanjutan antara komunitas kreatif yang siap untuk tumbuh bersama," ujar Avi Tejo Bhaskoro, Co-Founder Pando Art Collective. 

“Ruang Fungsi percaya bahwa ruang seni independen berkembang melalui kolaborasi. Bekerja bersama Nuanu memungkinkan kami memperkenalkan para seniman yang kami dukung kepada audiens baru, sekaligus memperkuat hubungan di dalam komunitas seni kontemporer Indonesia,” ujar Denny Novikar dari Ruang Fungsi.

Lucid Dreams dan Repetisi Memori dapat dikunjungi di Labyrinth Art Gallery pada 18 Juli hingga 18 Agustus 2026. Pameran dapat diakses tanpa biaya tambahan oleh pengunjung Nuanu (Z/002) 

Baca Artikel Menarik Lainnya : Kebersamaan Memiliki Nilai Kepuasan

Terpopuler

Menanti Bukti Nyata Wacana Koster, Pengamat: Jangan Hanya 'Omon-Omon' Bela Petani Bali!

Menanti Bukti Nyata Wacana Koster, Pengamat: Jangan Hanya 'Omon-Omon' Bela Petani Bali!

Jangan Lewatkan! Kemnaker Buka Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Lulusan Pemagangan 2025 Batch 3

Jangan Lewatkan! Kemnaker Buka Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Lulusan Pemagangan 2025 Batch 3

POM MIGO KAORI

POM MIGO KAORI

Presiden Prabowo Luncurkan Biodiesel B50, Indonesia Pangkas 44 Juta Ton Emisi CO₂ dan Jadi Sorotan Dunia

Presiden Prabowo Luncurkan Biodiesel B50, Indonesia Pangkas 44 Juta Ton Emisi CO₂ dan Jadi Sorotan Dunia

Rawan Perlintasan Ilegal, Sinergi Imigrasi dan ITB Inisiasi 'Pagar Digital'Patroli Drone untuk Pengawasan Perbatasan

Rawan Perlintasan Ilegal, Sinergi Imigrasi dan ITB Inisiasi 'Pagar Digital'Patroli Drone untuk Pengawasan Perbatasan

Indonesia Emas 2045: Wapres Gibran Dorong Peningkatkan Kapasitas Generasi Muda Hindu di GHBC 2026

Indonesia Emas 2045: Wapres Gibran Dorong Peningkatkan Kapasitas Generasi Muda Hindu di GHBC 2026