Restorasi Prambanan, GHBC 2026, PHDI Canangkan Bangun 1000 Candi
Banner Bawah

Restorasi Prambanan, GHBC 2026, PHDI Canangkan Bangun 1000 Candi

Admin 2 - atnews

2026-07-16
Bagikan :
Dokumentasi dari - Restorasi Prambanan, GHBC 2026, PHDI Canangkan Bangun 1000 Candi
Prajaniti Lokasamgraha Award 2026 (ist/atnews)
Denpasar (Atnews) - Ketua Umum Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat Wisnu Bawa Tenaya memberikan apresiasi kepada pemerintah Indonesia yang berkomitmen melakukan restorasi Kompleks Candi Prambanan yang didedikasikan untuk Dewa Shiva. 

Presiden RI Prabowo dengan mengajak Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi ke Candi Prambanan, Rabu (8/7) sesuatu kejadian yang sangat khusus dan langka. 

Hal itu membuktikan keseriusan pemerintah dalam menjaga situs -situs kono di tanah air.

Kompleks Candi Prambanan yang didedikasikan untuk Dewa Shiva. Kompleks Candi Prambanan terdiri dari Candi Prambanan, Candi Sewu, Candi Bubrah, dan Candi Lumbung. 

Candi Prambanan sendiri merupakan kompleks yang terdiri dari 240 candi, dan membentuk Taman Arkeologi Prambanan yang dibangun pada masa kejayaan dinasti Sailendra di Jawa pada abad ke-8 Masehi. 

Candi Prambanan,  merupakan contoh brilian relief keagamaan Hindu, Sewu, dengan empat pasang patung raksasa Dwarapala, adalah kompleks Buddha terbesar di Indonesia yang meliputi candi Lumbung, Bubrah, dan Asu (Candi Gana). 

Candi  Hindu tersebut dihiasi dengan relief yang menggambarkan versi Indonesia dari epos Ramayana yang merupakan mahakarya ukiran batu. 

Dengan lebih dari 500 candi, Kompleks Candi Prambanan tidak hanya mewakili harta karun arsitektur dan budaya, tetapi juga bukti nyata sinkretisme antar Hindu dan Budha di masa lalu.

Kompleks Candi Prambanan sebagai warisan budaya dunia yang diakui UNESCO, merupakan simbol warisan budaya yang telah menghubungkan Indonesia dan India selama lebih dari satu milenium.

Lebih dari 1000 tahun kuil dan Candi megah Hindu terbangun di Asia Tenggara mencerminkan luar biasa pertukaran budaya, arsitektur dan tradisi spiritual. 

Diantaranya berdiri Prambanan kompleks kuil Hindu terbesar di Indonesia, dimana cerita Ramayana, Shri Krishna dan Tri Murti terus dipelihara dalam Candi tersebut.

Prambanan sebagai pusat spiritualitas Hindu yg dibanggun pada abad ke-9, tepatnya sekitar tahun 850 Masehi. Candi ini didirikan oleh Rakai Pikatan dari Kerajaan Mataram Kuno dan dilanjutkan oleh Raja Lokapala serta Sri Maharaja Dyah Balitung Maha Sumbu.

Wisnu Bawa Tenaya juga mengatakan program dicanangkan oleh PHDI Pusat untuk membangun 1000 Candi Nusantara.

Dimana Candi Prambanan sebagai pusat, candi lainnya tersebar di berbagai daerah, rumah-rumah umat.

Ia juga Sekretaris Dewan Pengarah Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP)  menyinggung pentingnya menjaga harmoni dalam hidup berbangsa dan bernegara, serta mengajak semua jajaran PHDI dari tingkat pusat hingga daerah untuk tetap bersatu dalam membangun dan melayani umat Hindu di seluruh Indonesia. 

Tidak lupa, WBT senantiasa mengingatkan umat Hindu agar selalu eling (ingat) bantu ayah lindungi ibu (BALI), serta menjaga dan menghormati kawitan (leluhur), pura-pura (tempat suci), purohita (orang suci) dan puri (kerajaan/keluarga istana) sebagai fondasi budaya dan spiritual umat Hindu.

Serta menekankan pentingnya merawat dresta (tradisi), Desa Kala Patra, dan memperkuat semangat menyama braya (persaudaraan) di tengah modernisasi. 

Kearifan lokal umat Hindu tetap dijaga yang tersebar di berbagai daerah dan pelosok tanah air. Hal itu sebagai  kekayaan dan mewarnai keragaman bangsa Indonesia.

"Kearifan lokal kita hormati, tetap kita sebagai Hindu dharma Indonesia untuk menjalakan dharma agama, dharma negara dan lainnya," kata Wisnu Bawa Tenaya ketika mengahdiri acara Global Hindu Business Conference (GHBC) 2026 di Universitas Hindu Indonesia (UNHI), Denpasar, Sabtu (11/7). 

GHBC 2026 selama tiga hari, 10-12 Juli mengusung tema "Towards Dharmanomics: Designing the Future" menghadirkan pengusaha, investor, diplomat, akademisi, profesional hingga pemimpin organisasi dari Indonesia, Malaysia, Singapura, India, Nepal, Uni Emirat Arab, Kanada, Amerika Serikat, Australia dan Mauritius.

Acara itu terselenggara atas kolaborasi Universitas Hindu Indonesia (UNHI), Global Hindu Entrepreneur Network (GHEN), Prajaniti Hindu Indonesia, Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, serta didukung Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB).

GHBC 2026, Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka menaruh perhatian besar pada acara itu, dalam penguatan kapasitas generasi muda, khususnya umat Hindu.

Termasuk Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) RI Ni Luh Puspa dan Gubernur Bali Wayan Koster.

Hadir pula, Ketua Umum Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat Wisnu Bawa Tenaya, Ketua DPP Prajaniti Hindu Indonesia, Ks Arsana, Rektor UNHI Dr. Cokorda Gde Bayu Putra.l, Pengelana Global Putu Suasta yang juga Alumni UGM dan Cornell University, Ketua Prajaniti Hindu Bali I Wayan Sayoga, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Badung, Agung Rai Suryawijaya, Direktur Utama PT Pak Oles Tockcer, Dr Gede Ngurah Wididana.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai agenda, mulai dari keynote speech, diskusi panel, business networking, business matching, pameran produk dan jasa hingga kunjungan lapangan untuk membuka peluang kerja sama yang konkret.

Pada kesempatan itu pula, pemberian Prajaniti Dharmaraja Award 2026 kepada Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, Head Of IKN Basuki Hadimuljono, Ketua MKMK, Dewa Gede Palguna, Akademisi AAGN Ari Dwipayana, Pemuka Masyarakat Nyoman Cantiasa, Rohaniawan Pandita Agni Surya Kumari Anandadevi, Pemerhati Budaya Ida Bagus Mantra (Swargi, Indonesia)

Banker Made Arya Amitaba (Indonesia), Ketua GHEN Dato' Pardip Kumar Kukreja (Malaysia), Wirausaha I Putu Gede Suwitra (Indonesia), Pengusaha Siwaji Raja (Indonesia), Pengusaha Amu Shah (Australia), Pengusaha Manish Khemka (Nepal), Pengusaha Maneesh Tripathi (Singapore), Owner Varash Putu Eka Suryawan (Indonesia), Oleh-Oleh Krisna Gusti Ngurah Anom (Indonesia), Pengusaha Rakes Roshan (Indonesia), Pengusaha Krishnaveny KM Rajan (Malaysia), Instansi BUPDA Desa Adat Padangtegal (Indonesia), Wellness Industri Eling Group (Indonesia).

WBT mengharapkan pula dalam momentum acara GHBC itu, umat Hindu bisa duduk bersama dari berbagai negara dalam membabgkitkan ekonomi.

Kebangkitan ekonomi akan dapat mendukung melaksankan dharma agama maupun dharma negara.

Ditekankan dalam pembangunan ekonomi diperlukan kondisi stabil atau guyub, termasuk edukasi entrepreneurship secara berkelanjutan.

"Edukasi umat (Hindu-red), sama modalnya kemauan dan kerja keras," pungkasnya. (GAB/002)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Pratisentana Bandesa Manik Mas Tidak Wajib

Terpopuler

Menanti Bukti Nyata Wacana Koster, Pengamat: Jangan Hanya 'Omon-Omon' Bela Petani Bali!

Menanti Bukti Nyata Wacana Koster, Pengamat: Jangan Hanya 'Omon-Omon' Bela Petani Bali!

Jangan Lewatkan! Kemnaker Buka Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Lulusan Pemagangan 2025 Batch 3

Jangan Lewatkan! Kemnaker Buka Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Lulusan Pemagangan 2025 Batch 3

Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan

Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan

Rawan Perlintasan Ilegal, Sinergi Imigrasi dan ITB Inisiasi 'Pagar Digital'Patroli Drone untuk Pengawasan Perbatasan

Rawan Perlintasan Ilegal, Sinergi Imigrasi dan ITB Inisiasi 'Pagar Digital'Patroli Drone untuk Pengawasan Perbatasan

Indonesia Emas 2045: Wapres Gibran Dorong Peningkatkan Kapasitas Generasi Muda Hindu di GHBC 2026

Indonesia Emas 2045: Wapres Gibran Dorong Peningkatkan Kapasitas Generasi Muda Hindu di GHBC 2026

Rekayasa Sosial untuk Hindu yang Inklusif dan Adaptif

Rekayasa Sosial untuk Hindu yang Inklusif dan Adaptif