Potensi Energi Surya Bali Kurangi Ketergantungan BBM di Tengah Geopolitik Global
Banner Bawah

Potensi Energi Surya Bali Kurangi Ketergantungan BBM di Tengah Geopolitik Global

Admin 2 - atnews

2026-07-15
Bagikan :
Dokumentasi dari - Potensi Energi Surya Bali Kurangi Ketergantungan BBM di Tengah Geopolitik Global
Deputi Asisten Koordinasi ESDM Kemenko Perekonomian, Sunandar (ist/atnews)
Denpasar (Atnews) – Bali memiliki potensi besar dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkat intensitas radiasi matahari yang tinggi sepanjang tahun. 

Potensi tersebut dinilai perlu segera diakselerasi agar mampu memperkuat pemanfaatan energi bersih sekaligus mendukung sektor pariwisata yang berkelanjutan.

Demikian disampaikan Deputi Asisten Koordinasi Energi dan Sumber Daya Mineral Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Sunandar usai menghadiri hari kedua Indonesia Solar Summit (ISS) 2026 bertajuk 'From Ambition to Action: Strengthening the Solar PV Ecosystem to Support Energy Sovereignty' di The Meru Sanur, Denpasar, Rabu (15/7).

Menurut Sunandar, Bali sebenarnya telah memiliki sejumlah proyek PLTS yang telah beroperasi sehingga menjadi bukti bahwa energi surya dapat dikembangkan secara optimal di Pulau Dewata.

Ia menyebut pemerintah sebelumnya telah membangun PLTS berkapasitas sekitar satu megawatt di Kabupaten Karangasem dan satu megawatt di Kabupaten Bangli yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Selain itu, pembangunan PLTS juga dilakukan di Nusa Penida menjelang pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada 2022.

"Di Bali, berdasarkan data, mempunyai intensitas radiasi matahari yang cukup baik, sehingga potensi energi surya di Bali dapat dimanfaatkan untuk pembangkit listrik tenaga surya.

Secara potensi dan secara pembangunan itu sudah terbukti PLTS di Bali sudah bisa beroperasi. Untuk itu perlu diakselerasi dan diperluas pemanfaatannya," kata Sunandar.

Selain energi surya, pemerintah juga melihat Bali memiliki peluang mengembangkan sumber energi terbarukan lainnya. Salah satunya yang melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) atau waste to energy yang saat ini tengah disiapkan pemerintah bersama investor melalui Danantara.

"Saat ini pemerintah melalui Danantara sedang bekerja sama dengan investor untuk menyelesaikan waste to energy, pembangkit listrik tenaga sampah," paparnya.

Menurut Sunandar, pengembangan energi terbarukan perlu berjalan beriringan dengan percepatan penggunaan kendaraan listrik.

Langkah tersebut dinilai dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM) yang selama ini rentan dipengaruhi kondisi geopolitik global.

Ia menjelaskan fluktuasi harga BBM beberapa waktu terakhir menunjukkan pentingnya percepatan transisi menuju energi yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

"Nah dengan kendaraan listrik, tentu dalam hal ini dapat menyerap pembangkit-pembangkit listrik yang sudah bersumber dari energi baru.

Jadi potensi surya di Bali cukup baik, mudah-mudahan pemerintah daerah dan juga pemerintah pusat dapat mengakselerasi pembangunan PLTS di Bali," katanya.

Sunandar juga meyakini transisi menuju energi bersih akan semakin memperkuat citra Bali sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia. Menurutnya, keberlanjutan sektor pariwisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam, tetapi juga oleh ketersediaan air bersih, pengelolaan sampah, serta pasokan energi yang ramah lingkungan.

"Inti dari tempat wisata itu adalah pertama ketersediaan air bersih. Yang kedua bagaimana pengelolaan sampahnya. Yang ketiga adalah terkait dengan masalah ketersediaan energinya.

Nah dengan adanya energi bersih, tentu dalam hal ini bukan sesuatu yang baru di Bali," tukasnya.

Ia mengingatkan Bali sebelumnya juga pernah mencanangkan visi sebagai provinsi berbasis energi bersih melalui program Bali Clean Energy.

Menurutnya, semangat tersebut perlu terus dilanjutkan agar Bali mampu menjadi contoh pengembangan energi bersih yang berkelanjutan di Indonesia (Z/002) 

Baca Artikel Menarik Lainnya : Tradisi Megoak-goakan, Saat Nyepi Adat di Kintamani

Terpopuler

Menanti Bukti Nyata Wacana Koster, Pengamat: Jangan Hanya 'Omon-Omon' Bela Petani Bali!

Menanti Bukti Nyata Wacana Koster, Pengamat: Jangan Hanya 'Omon-Omon' Bela Petani Bali!

Jangan Lewatkan! Kemnaker Buka Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Lulusan Pemagangan 2025 Batch 3

Jangan Lewatkan! Kemnaker Buka Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Lulusan Pemagangan 2025 Batch 3

Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Bali Dwipa 

Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Bali Dwipa 

Rawan Perlintasan Ilegal, Sinergi Imigrasi dan ITB Inisiasi 'Pagar Digital'Patroli Drone untuk Pengawasan Perbatasan

Rawan Perlintasan Ilegal, Sinergi Imigrasi dan ITB Inisiasi 'Pagar Digital'Patroli Drone untuk Pengawasan Perbatasan

Indonesia Emas 2045: Wapres Gibran Dorong Peningkatkan Kapasitas Generasi Muda Hindu di GHBC 2026

Indonesia Emas 2045: Wapres Gibran Dorong Peningkatkan Kapasitas Generasi Muda Hindu di GHBC 2026

Rekayasa Sosial untuk Hindu yang Inklusif dan Adaptif

Rekayasa Sosial untuk Hindu yang Inklusif dan Adaptif