Denpasar (Atnews) – Atmosfer pesta bola "Piala Dunia 2026", kian terasa hangat hingga Bali. Tak hanya masyarakat luas, demam sepak bola rupanya juga tengah menjangkiti para pejabat publik. Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, secara blak-blakan mengungkapkan peta kekuatan tim jagoannya yang diyakini bakal bersinar di turnamen kali ini.
Bukan sekadar menebak, Giri Prasta memiliki insting kuat bahwa laga final ideal akan menyajikan rematch alias partai ulangan yang epik antara Prancis vs Argentina!
Saat ditanya ke mana arah dukungannya berlabuh, sang Wakil Gubernur tanpa ragu langsung menunjuk Timnas Prancis. Di matanya, armada Les Bleus saat ini tengah berada dalam performa terbaik dan memiliki kedalaman skuad yang sangat merata di setiap lini.
"Kenapa dukung Prancis? Karena sekarang Prancis lagi on fire. Bahkan kami melihat juga bahwa pemain cadangannya itu juga pemain-pemain kelas dunia," ujar Giri Prasta dengan penuh keyakinan.
Keyakinan Giri Prasta terhadap kedalaman skuad Prancis ini akan diuji di laga-laga krusial, salah satunya saat harus berhadapan dengan raksasa Eropa lainnya, Spanyol. Ketika didesak mengenai prediksi skor untuk laga Prancis vs Spanyol tersebut, Giri Prasta menebak angka tipis. Ia meyakini Kylian Mbappé dan kawan-kawan mampu mengunci kemenangan dengan skor 2-1.
Menariknya, saat memetakan siapa yang akan menjadi penantang Prancis di partai puncak, Giri Prasta sempat mengaku bimbang. Ia melihat potensi kekuatan antara Argentina dan Inggris berimbang sama kuat, alias 50-50. Namun, jika harus memilih dengan tegas, hatinya tetap tertambat pada sang juara bertahan, Argentina.
Jika prediksi ini terwujud, maka Final Piala Dunia 2026 akan menjadi ulangan dari laga final paling dramatis sepanjang sejarah sepak bola pada edisi 2022 lalu.
Namun, jika pada tahun 2022 Argentina keluar sebagai juara, kali ini Wagub Giri Prasta meramalkan akhir cerita yang berbeda.
Faktor Kylian Mbappé yang semakin matang secara mental dan taktik, disokong oleh materi pemain cadangan Prancis yang luar biasa, diyakini akan menjadi kunci utama untuk membalikkan keadaan sekaligus membawa trofi Piala Dunia kembali ke Paris. (SUK/002)