Menuju Pusat Spiritual Hindu Dunia, Restorasi Besar-Besaran Candi Prambanan dari Soekarno, Jokowi - Prabowo
Banner Bawah

Menuju Pusat Spiritual Hindu Dunia, Restorasi Besar-Besaran Candi Prambanan dari Soekarno, Jokowi - Prabowo

Admin 2 - atnews

2026-07-12
Bagikan :
Dokumentasi dari - Menuju Pusat Spiritual Hindu Dunia, Restorasi Besar-Besaran Candi Prambanan dari Soekarno, Jokowi - Prabowo
Candi Prambanan (ist/atnews)
Yogyakarta (Atnews) — Kompleks Candi Prambanan kini tengah bersiap mencatat sejarah baru melalui rencana besar restorasi 224 candi perwara. Proyek monumental ini tidak hanya dipandang sebagai upaya pemugaran fisik semata, melainkan sebuah langkah strategis untuk memuliakan warisan leluhur sekaligus mengembalikan gairah spiritual umat Hindu Nusantara dan dunia.

Mantan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Hindu Kementerian Agama, Dr. Tri Handoko Seto, M.Sc., menyambut optimis momentum bersejarah ini. Pria yang kini menjabat sebagai Deputi Bidang Modifikasi Cuaca di Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tersebut mengakui bahwa merestorasi ratusan candi perwara bukanlah perkara mudah karena tingginya tantangan teknis di lapangan.

Pemugaran komprehensif ini wajib menggunakan metode anastilosis, yaitu teknik penyusunan kembali bangunan bersejarah menggunakan batu-batu aslinya. Proses ini membutuhkan ketelitian tingkat tinggi mengingat kerumitan material batu yang runtuh, berserakan, dan kerap kali tercampur selama berabad-abad.

Bagi umat Hindu, Prambanan bukan sekadar destinasi wisata, melainkan Siwa Grha (Rumah Siwa) yang sakral sekaligus istana para dewata. Tri Handoko Seto menyatakan umat Hindu patut bersyukur atas keseriusan pemerintah, yang dibuktikan dengan kehadiran langsung Presiden Prabowo Subianto ke Candi Prambanan sebagai bentuk perhatian penuh negara terhadap pelestarian situs cagar budaya nasional tersebut.

"Warisan ini harus dijaga, dilestarikan, dan yang paling penting harus dimanfaatkan. Itulah cara memuliakan warisan. Saya sangat percaya dengan memuliakan Candi Prambanan, maka kita umat Hindu dan bangsa Indonesia akan mendapatkan kemuliaan," ujar Tri Handoko Seto.

Ia menambahkan, momentum restorasi ini harus dijadikan ajang kampanye gerakan besar untuk mengukuhkan Candi Prambanan sebagai pusat ibadah umat Hindu dunia, sebuah marwah yang dinilainya sempat kehilangan gairah dalam beberapa waktu terakhir.

Untuk itu, ia mendorong Dirjen Bimas Hindu Kemenag, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), serta seluruh organisasi keagamaan Hindu bergerak cepat menyambut proyek ini melalui penambahan alokasi anggaran yang dikerjasamakan dengan berbagai komponen umat. Dengan begitu, umat Hindu siap berada di garda terdepan menjaga kesakralan Prambanan sekaligus bersinergi menyambut lonjakan wisatawan domestik dan mancanegara.

Semangat menjadikan Prambanan sebagai pusat spiritual dunia kian diperkuat oleh agenda diplomasi internasional. Dalam rangkaian kunjungan kenegaraan ke Indonesia, Perdana Menteri India Narendra Modi hadir langsung ke Candi Prambanan bersama Presiden Prabowo Subianto.

Kehadiran PM Modi menegaskan ikatan historis dan spiritual yang mendalam antara India dan Indonesia, sekaligus membuka jalan bagi dunia internasional untuk melihat Prambanan sebagai mercusuar peradaban Hindu yang inklusif dan lestari.

Dimensi toleransi ini sejalan dengan pandangan Presiden Joko Widodo yang sebelumnya menegaskan bahwa Candi Prambanan—yang dibangun berdampingan dengan Candi Sewu yang bercorak Buddha—mengajarkan bahwa hidup berdampingan antarumat beragama sudah dipraktikkan masyarakat sejak dulu. Bhinneka Tunggal Ika merupakan DNA bangsa Indonesia. 

Presiden Jokowi mengharapkan potensi Prambanan terus dikembangkan sebagai sumber pembelajaran nilai luhur bangsa, kemajuan riset, dan ilmu pengetahuan.

Senada dengan hal itu, Menteri Agama kala itu, Yaqut Cholil Qoumas, menyatakan kesiapan penuh kementeriannya untuk mengafirmasi semua agama dan menjadikan Prambanan sebagai pusat ibadah Hindu dunia.

Sementara itu, Nadiem Makarim selaku Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi kala itu mengingatkan bahwa kunci kesuksesan pengembangan kawasan wisata adalah menyeimbangkan peningkatan kualitas wisata dengan dimensi kebudayaan dan historis. Di sisi lain, mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga memberikan catatan penting mengenai proteksi fisik situs.

"Candi Prambanan harus kita atur lebih ketat sehingga tidak semua orang bisa naik ke Candi dengan bebas saya sangat mendukung teman-teman dari Hindu untuk beribadah di Candi Prambanan," kata Ganjar.

Upaya restorasi modern ini sekaligus menyalakan kembali api sejarah yang pernah ditegaskan oleh Presiden pertama RI, Soekarno. Jauh sebelumnya, proses pembongkaran dan rekonstruksi di atas kertas Candi Siwa Prambanan telah diawali oleh arkeolog De Haan pada tahun 1927 hingga 1930. 

Setelah De Haan wafat, pekerjaan dilanjutkan oleh Van Romondt mulai tahun 1931, dan menjadi semakin intensif pada tahun 1937 berkat dukungan dana kesejahteraan (welvaartsfond) sebesar f 25.000.000.

Tepat pada tanggal 20 Desember 1953, Presiden Soekarno meresmikan purna pugar Candi Siwa Prambanan Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam pidato peresmiannya saat itu, Soekarno mengemukakan ungkapan legendaris: "Ambilah apinja dan djangan abunja (Ambillah apinya dan jangan abunya)."

Soekarno menekankan bahwa jika bangsa kita dapat mewarisi api yang gemilang itu, maka kita akan dapat menjadi bangsa yang besar kembali.

Melalui perpaduan nilai historis sejak era Soekarno, komitmen restorasi di era Presiden Prabowo Subianto, serta dukungan acara lintas budaya seperti Jogja Heritage Walk yang mempromosikan interaksi antar-masyarakat dari berbagai latar belakang agama, kebangsaan, bahasa, dan budaya, Candi Prambanan kini mantap melangkah sebagai destinasi toleransi, ruang pembelajaran, sekaligus pusat peradaban spiritual Hindu di panggung dunia. (SUK/002)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Walikota Buka Lokasabha PBMM Kota Denpasar 2019

Terpopuler

Menanti Bukti Nyata Wacana Koster, Pengamat: Jangan Hanya 'Omon-Omon' Bela Petani Bali!

Menanti Bukti Nyata Wacana Koster, Pengamat: Jangan Hanya 'Omon-Omon' Bela Petani Bali!

Jangan Lewatkan! Kemnaker Buka Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Lulusan Pemagangan 2025 Batch 3

Jangan Lewatkan! Kemnaker Buka Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Lulusan Pemagangan 2025 Batch 3

POM MIGO KAORI

POM MIGO KAORI

Rawan Perlintasan Ilegal, Sinergi Imigrasi dan ITB Inisiasi 'Pagar Digital'Patroli Drone untuk Pengawasan Perbatasan

Rawan Perlintasan Ilegal, Sinergi Imigrasi dan ITB Inisiasi 'Pagar Digital'Patroli Drone untuk Pengawasan Perbatasan

Indonesia Emas 2045: Wapres Gibran Dorong Peningkatkan Kapasitas Generasi Muda Hindu di GHBC 2026

Indonesia Emas 2045: Wapres Gibran Dorong Peningkatkan Kapasitas Generasi Muda Hindu di GHBC 2026

Rekayasa Sosial untuk Hindu yang Inklusif dan Adaptif

Rekayasa Sosial untuk Hindu yang Inklusif dan Adaptif