Belajar Kepemimpinan PM India Modi dalam Memimpin Bali, Candi Prambanan Hubungkan Bumi Nusantara dan Bharatavarsa
Banner Bawah

Belajar Kepemimpinan PM India Modi dalam Memimpin Bali, Candi Prambanan Hubungkan Bumi Nusantara dan Bharatavarsa

Admin - atnews

2026-07-08
Bagikan :
Dokumentasi dari - Belajar Kepemimpinan PM India Modi dalam Memimpin Bali, Candi Prambanan Hubungkan Bumi Nusantara dan Bharatavarsa
Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi (ist/Atnews)
Denpasar (Atnews) - Intelektual Hindu Jro Gde Sudibya yang juga Penulis Buku Agama Hindu dan Kebudayaan Bali mengajak belajar dari spirit kepemimpinan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi dalam memimpin Bali.

"Punya karakter kuat, melalui disiplin diri yang teguh, kejelasan keberpihakan pada masyarakat yang dipimpin," kata Jro Gde Sudibya yang juga Ekonom, Pengamat Kecenderungan Masa Depan sembari menyambut Presiden Prabowo bersama PM India Narendra Modi mengunjungi Kompleks Candi Prambanan (Prambanan Temple) di Denpasar, Rabu (8/7/2026).

Menurutnya, sosok Modi berani melawan arus (against the stream) dari lawan politik, opini publik dunia untuk melindungi kepentingan 1,4 miliar warga negara India, yang sekitar 1,1 miliar orang umat Hindu.

Pemimpin yang berada di garda terdepan, untuk membangkitkan kembali kejayaan Sanatana Dharma dalam peradaban dan kebudayaan, yang di masa lalu dihancurkan oleh musuh.

Pasang badan terhadap "dasa muka" radikalisme agama yang merugikan ratusan juta umat Hindu.

Pemimpin ideal di zamannya, menyelami kekayaan peradaban dan kultural klasik Bharatvarsa, tetapi "terbang" begitu tinggi dalam temuan IPTEK dari perspektif luas, IT, teknologi pertanian dan industri, sistem pertahanan dan persenjataan, kecerdasan buatan (AI) sehingga disegani oleh kekuatan super power seperti AS, China, Rusia, Eropa.

Dikatakan juga, Candi Prambanan tempat yang bersejarah dalam hubungan peradaban dan kebudayaan antara Bumi Nusantara dan Bharatavarsa (nama otentik India). 

Kunjungan itu, merupakan "moment of truth" bagi revitalisasi hubungan Indonesia - India. 

Semakin membaiknya hubungan kedua negara, menjadi "titik berangkat dari hubungan ekonomi, industri dan teknologi di antara ke dua negara. 

India membeli lebih banyak minyak sawit Indonesia, kerja bidang pendidikan terutama industri IT.
Tetapi sangat disayangkan Narendra Modi belum berkesempatan mengunjungi Bali. Namun PM Modi sudah datang ke Bali ketika Indonesia sebagai tuan rumah acara KTT G20 pada tahun 2022.

PM Nehru, sastrawan ternama Rabinranath Tagore berkunjung cukup lama di Bali dengan kenangan indah dan mengesankan, Sebagaimana liputan media.

Sementara itu, Mantan Pengurus PHDI JMA I Ketut Puspa Adnyana tinggal yang juga Pejabat Utama Kantor Gubernur Sultra serta Alumni UNRAM dan UGM mengulas berbagai hal terkait kepemimpinan PM Modi, yang saat ini jabatan PM India ketiga.

Menurut berbagai media, Narendra Modi memiliki karakter kepemimpinan yang sangat unik karena menghubungkan dua kutub yang sering “dipertentangkan” banyak ahli, antara modernitas dan spiritualitas (sain dan spiritual). Modi berhasil memadukannya, yang kemudian menjadi kekuatannya.

Ia mengatakan sebagai hasil penelitian. Untuk memahami kepemimpinan Narendra Modi secara adil, sumber utama yang digunakan adalah beberapa Biografi (Andy Marino, Narendra Modi: A Political Biography, 2014; Lance Price The Modi Effect, 2015). dan artikel di berbagai media. Berdasarkan studi menggunakan pendekatan Library research dengan analisis komparatif, setidaknya ada tiga lapisan yang perlu dilihat sekaligus untuk melihat keberhasilan kepemimpinan Modi, yaitu: pribadi, organisasi, dan peradaban.

Lahir dengan nama: Narendra Damodardas Modi, pada tanggal 17 September 1950, di Vadnagar, di negara bagian Gujarat. Ayah: Damodardas Mulchand Modi, seorang pedagang kecil yang menjual teh, dan Ibu: Hiraben Modi, seorang ibu rumah tangga yang dikenal menjalani kehidupan sederhana. Narendra Modi merupakan anak ketiga dari enam bersaudara. 

Nyaris semua penulis biografi Modi, baik yang mendukung maupun yang mengkritiknya, sepakat bahwa ia memiliki disiplin pribadi yang luar biasa. Digambarkan beberapa karakter Modi yang sering disebut adalah: (a) Bangun sangat pagi (sekitar pukul 4–5 pagi, brahma muhurta); (b) Melakukan yoga dan meditasi setiap hari; (c) Sangat teratur mengatur waktu; (d) Jarang mengambil hari libur; (e) Membaca laporan secara rinci sebelum mengambil keputusan; dan Mampu bekerja dengan jam kerja yang panjang.

Apa yang menjadi karakter khidupan Narendra Modi, dalam konsep ajaran Weda disebut dengan tapas (disiplin diri: Bhgagawad Gita, Patanjali Yoga Sutra); brahmacarya dalam arti pengendalian diri, terus belajar-diskusi (tarkavada dan tarkavidya); dan yoga sebagai latihan menguasai pikiran dan kesehatan mental. Apa yang dilakukan Modi, dalam perspektif Veda, pemimpin bukan pertama-tama menguasai orang lain, tetapi menguasai dirinya sendiri (brata, tata susila).

Pertanyaannya kenudian adalah: “ Apakah kepemimpinan Modi yang berhasil berasal dari ajaran Veda? Berdasarkan studi biografi tersebut yang menjelaskan sifat-sifat Modi, jawabannya adalah YA. Hal tersebut dapat dijelaskan melalui nilai-nilai Veda, yaitu: (1) Tapas (disiplin spiritual). Dalam tradisi Veda, orang besar lahir melalui tapas.

Tapas bukan sekadar bertapa di hutan, tetapi kemampuan menunda kenikmatan demi tujuan yang lebih tinggi. Modi nampak sangat bersahaja dan sederhana; (2) Karma Yoga. Dalam pustaka Bhagavad Gita terdapat ajaran: "Lakukan kewajibanmu tanpa terikat pada hasil."

Prinsip ini terlihat dalam cara Modi berbicara mengenai pelayanan publik. Modi sering mengatakan bahwa dirinya hanyalah sevak (pelayan masyarakat), bukan penguasa. Dalam kosep tradisi Bali: “Agawe Sukaning Wong Len”.

Banyak yang memertanyakan: apakah praktik politiknya selalu sejalan dengan ideal tersebut adalah hal yang diperdebatkan.

Namun secara retorika dan banyak kebiasaannya, pengaruh Karma Yoga cukup jelas; (3) Dharma, ajaran Veda (Hindu), khususnya pustaka Niti Sastra seorang raja ideal adalah penjaga Dharma (Dharma Raksata), bukan hanya pembangun ekonomi (“Dharmasya Moolam Arthah” ,Canakya Nitisastra); bukan hanya politisi, tetapi penjaga keteraturan moral masyarakat.

Narendra Modi suka menggunakan istilah Dharma, budaya, peradaban India, dan nilai-nilai Sanatana Dharna sebagai bagian dari narasi kepemimpinannya. 

Di sisi lain, Modi bukan hanya dibentuk oleh agama, Ia juga dibentuk oleh organisasi. Selama puluhan tahun ia menjadi kader Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS). "Organisasi Sukarelawan Nasional." RSS didirikan pada 7 September 1925 di Nagpur oleh Keshav Baliram Hedgewar.

Organisasi Sukarelawan ini terkenal karena: disiplin, kaderisasi, latihan kepemimpinan, hidup sederhana, dan pengabdian penuh waktu (sevanam).

Idiologi RSS adalah Hindutva. Hindutva adalah gagasan identitas kebangsaan yang menempatkan peradaban Hindu sebagai inti budaya India. Konsep ini banyak dipengaruhi buku Hindutva: Who Is a Hindu?, yang ditulis oleh Vinayak Damodar Savarkar (1923).

Modi bergabung dengan RSS semasih berusia remaja, usia belia. Pada akhir 1980-an, RSS menugaskan Modi untuk bekerja di BJP (Bharatiya Janata Party) sehingga ia mulai berkarier dalam politik praktis. 

Bagaimana hubungan praktis antara RSS dan BJP? Sering dianalogikan sebagai berikut: “RSS adalah sekolah kepemimpinan dan organisasi kader. BJP adalah kendaraan politik.

Banyak pemimpin BJP, termasuk Narendra Modi, dibentuk melalui proses kaderisasi di RSS sebelum berkarier di politik. Para pengamat dan penulis biografi Modi, mengatakan bahwa kemampuan manajemen Modi merupakan hasil latihan puluhan tahun di RSS.

Berdasarkan penjelasan tersebut dapat dipahami bahwa kemampuan manajemen Modi merupakan hasil latihan puluhan tahun di RSS, yang membuktikan pengaruh unsur organisasi modern yang sangat kuat.

Perdana Menteri Modi sangat tertarik pada teknologi dan transformasi digital, bahkan menjadikannya pilar utama dalam pemerintahan dan visi pembangunan negaranya. Di bawah kepemimpinannya, India telah menjadi salah satu pusat ekosistem dan infrastruktur digital paling pesat dan inovatif di dunia. Modi juga banyak menerapkan prinsip manajemen modern.

Misalnya: penggunaan teknologi digital, evaluasi berbasis data, target yang terukur, komunikasi publik yang intensif, dan pembangunan citra nasional. Kebijakan yang ditetapkan PM Modi jelas bukan berasal langsung dari Veda (spirituality), namun praktik administrasi negara modern (Sciences).

Berdasarkan sumber-sumber yang telah disebutkan sebagai dasar studi, bahwa rahasia terbesar keberhasilan kepemimpinan Modi dapat dirangkum dalam satu kalimat:

"Modi berhasil karena mampu mengintegrasikan spiritualitas dan sains secara menyeluruh dalam kepemimpinannya." (Comprehensive Science Spirituality Integration: CSSI)

 Banyak pemimpin memiliki visi. Banyak pula yang memiliki kemampuan manajemen. Tetapi Modi berusaha menyatukan identitas peradaban India dengan tata kelola pemerintahan kontemporer. Pustaka Bhagawad Gita, khususnya dalam Bab III disebutkan: 

"Yad yad ācarati śreṣṭhas tat tad evetaro janaḥ."

Artinya: 

“Apa yang dilakukan seorang pemimpin besar akan diikuti oleh masyarakat”.

Karena itu pemimpin harus lebih dahulu memberi teladan. Dalam banyak kesempatan Modi memang berusaha menunjukkan teladan pribadi, misalnya ikut membersihkan lingkungan dalam kampanye kebersihan nasional, mempromosikan yoga, dan menjalani gaya hidup yang relatif sederhana.

Bagi para pendukungnya, tindakan ini memperkuat kredibilitasnya; sementara para pengkritiknya menilai sebagian di antaranya juga memiliki dimensi komunikasi politik.

Kedua sudut pandang tersebut merupakan bagian dari diskursus publik yang perlu diakui. Dalam kunjungan ke Indonesia dan penjemputan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto, Modi memberi isyarat kepada seseorang, kemudian duduk bersamanya dalam satu mobil menandakan betapa besarnya kerendahan hati Modi.

Yang manarik dari Modi adalah apa yang disebut dengan Hindutwa. Dengan bahasa sederhana dapat dikatakan bahwa Modi melandaskan kepemimpinannya berdasarkan semangat Hindu. Dan konsep ini bukannya tidak ada di Bali.

Berdasarkan penggambaran tersebut, sesanti adiluhung tradisi Bali dalam kepemimpinan, misalnya: "sagilik-saguluk, salunglung-sabayantaka" (bersatu padu, saling menghargai pendapat, dan saling tolong-menolong dalam suka maupun duka); "paras-paros sarpanaya" (bermusyawarah mufakat) dan "saling asah, asih, asuh" (saling menyayangi). Sesanti ini tentu sangat mulia diterapkan untuk membangun Bali Bermartabat.

Narendra Damodardas Modi, patut menjadi teladan pemimpin masa depan, khususnya bagi kepemimpinan Bali yang mempunyai kemiripan dengan dasar kepercayaan masyarakat adat Bali. 

Perlu diperhatian, dalam sebuah media, nampak dalam sebuah ruang pertemuan yang dipasang sebagai hiasan dinding diatas belakang Modi duduk, Gambar Mahatma Gandi, seorang pejuang dan spiritualis yang terkenal di dunia.

Namun dalam sebuah media di Bali, nampak dalam ruang kerja seorang Kepala Daerah dibagian atas belakang meja kerjanya sedikit dibawah Lambang Garuda dan Foro Presiden dan Wakil Presiden terpampang cukup besar simenteris foto Ketua Umum Partai Politik.

Bukan Piagam Sad Kerthih dan Tri Hita Karana, sebagai dasar pembangunan Bali sesuai UU Provinsi Bali Nomor 15 Tahun 2023. Modi jelas mengangumi bahkan mungkin meneladani Mahatma Gandi, dan pemimpin Bali tersebut mengagumi pemimpin partai. (GAB/001)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Waspada Cuaca Ekstrim

Terpopuler

Menanti Bukti Nyata Wacana Koster, Pengamat: Jangan Hanya 'Omon-Omon' Bela Petani Bali!

Menanti Bukti Nyata Wacana Koster, Pengamat: Jangan Hanya 'Omon-Omon' Bela Petani Bali!

Jangan Lewatkan! Kemnaker Buka Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Lulusan Pemagangan 2025 Batch 3

Jangan Lewatkan! Kemnaker Buka Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Lulusan Pemagangan 2025 Batch 3

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

Rekayasa Sosial untuk Hindu yang Inklusif dan Adaptif

Rekayasa Sosial untuk Hindu yang Inklusif dan Adaptif

Kemenpar Genjot Pasar Malaysia Lewat Wonderful Indonesia Sales Mission 2026

Kemenpar Genjot Pasar Malaysia Lewat Wonderful Indonesia Sales Mission 2026

OJK Perkuat Ekosistem Inovasi Teknologi Sektor Keuangan Melalui Regulasi Adaptif dan Kolaborasi Pemangku Kepentingan

OJK Perkuat Ekosistem Inovasi Teknologi Sektor Keuangan Melalui Regulasi Adaptif dan Kolaborasi Pemangku Kepentingan