Reuni Alumni FK 73.1 Universitas Udayana Kenang Masa Kuliah di Graha Prodia
Banner Bawah

Reuni Alumni FK 73.1 Universitas Udayana Kenang Masa Kuliah di Graha Prodia

Admin 2 - atnews

2026-07-06
Bagikan :
Dokumentasi dari - Reuni Alumni FK 73.1 Universitas Udayana Kenang Masa Kuliah di Graha Prodia
Kegiatan Alumni FK 73.1 Universitas Udayana (ist/atnews)
Denpasar (Atnews) - Lebih dari lima dekade berlalu sejak mereka pertama kali mengenakan jas putih sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Sabtu, 7 Maret 2026, para alumni FK 73.1 kembali berkumpul di Grha Prodia, Denpasar dalam reuni yang mengusung semangat kebersamaan Badan Kekeluargaan Fakultas Kedokteran ke-64.

Selama 53 tahun sejak 1973, jarak waktu tak memudarkan ikatan. Mengenakan baju biru dongker, para alumni tampak kompak berfoto bersama. Tawa, cerita lama, dan pelukan hangat mewarnai suasana temu kangen itu.

Diawali Menengok Sejawat dan Diskusi Ilmiah  

Rangkaian acara dimulai sejak pagi. Sebelum bertolak ke Grha Prodia, para alumni menyempatkan diri menengok sejawat I Dewa Gde Alit Artana yang saat itu tengah sakit (kini almarhum).

Memasuki acara inti, forum dibuka dengan diskusi ilmiah santai. Empat guru besar FK 73.1 hadir sebagai pembicara: Prof. Suastika, Prof Sutjita, Prof. Wiryana, dan Prof. I.B. Ngurah Rai. Mereka membagi pengalaman, perkembangan ilmu kedokteran, serta tantangan profesi di era saat ini.

"Ini bukan sekadar reuni. Ini forum untuk saling menguatkan, berbagi ilmu, dan mengingat kembali sumpah kita sebagai dokter," ujar dr. Wardhiana, Ketua Alumni FK 73.1.

Temu Kangen Lintas Angkatan  
Setelah sesi ilmiah, acara dilanjutkan dengan temu kangen. Kehangatan semakin terasa dengan hadirnya sejawat lintas angkatan yang turut memberikan dukungan.

Momen berkesan terjadi saat salah satu alumni, I.B. Sudhaadnyana, membuat lukisan secara langsung di atas secarik kertas. Sketsa wajah para alumni dengan latar kertas tua itu menjadi simbol bahwa kenangan masa kuliah akan tetap abadi.

Pengabdian Tak Pernah Usai 
Bagi angkatan FK 73.1, reuni ini menjadi peneguhan kembali nilai pengabdian. Dari bangku kuliah hingga pengabdian di masyarakat, mereka adalah bukti bahwa pendidikan kedokteran membentuk karakter pelayan kemanusiaan.

"Kami mungkin sudah tidak muda lagi. Tapi semangat untuk negeri, untuk profesi, dan untuk sesama ini harus terus dijaga," tegas dr. Wardhiana.

Ia menambahkan, reuni ini juga menjadi teladan bagi generasi muda dokter. "Setelah lulus, tugas kita tidak berhenti. Mengabdi pada masyarakat itulah inti dari seorang insan kesehatan."

Reuni ini sekaligus menjadi pengingat bahwa almamater adalah rumah, dan pengabdian adalah jalan pulang (KRS/002) 

Baca Artikel Menarik Lainnya : Banjir di Lereng Gunung Agung Lumpuhkan Akvitas Masyarakat

Terpopuler

Menanti Bukti Nyata Wacana Koster, Pengamat: Jangan Hanya 'Omon-Omon' Bela Petani Bali!

Menanti Bukti Nyata Wacana Koster, Pengamat: Jangan Hanya 'Omon-Omon' Bela Petani Bali!

Jangan Lewatkan! Kemnaker Buka Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Lulusan Pemagangan 2025 Batch 3

Jangan Lewatkan! Kemnaker Buka Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Lulusan Pemagangan 2025 Batch 3

Pimpinan DPRD Badung Ucapkan Galungan dan Kuningan

Pimpinan DPRD Badung Ucapkan Galungan dan Kuningan

Rekayasa Sosial untuk Hindu yang Inklusif dan Adaptif

Rekayasa Sosial untuk Hindu yang Inklusif dan Adaptif

Kemenpar Genjot Pasar Malaysia Lewat Wonderful Indonesia Sales Mission 2026

Kemenpar Genjot Pasar Malaysia Lewat Wonderful Indonesia Sales Mission 2026

OJK Perkuat Ekosistem Inovasi Teknologi Sektor Keuangan Melalui Regulasi Adaptif dan Kolaborasi Pemangku Kepentingan

OJK Perkuat Ekosistem Inovasi Teknologi Sektor Keuangan Melalui Regulasi Adaptif dan Kolaborasi Pemangku Kepentingan