Denpasar (Atnews) - Babak 16 besar Piala Dunia 2026 kembali menghadirkan laga menarik saat Tim Nasional (Timnas) Swiss menghadapi Kolombia di Stadion BC Place, Vancouver, Kanada, Selasa, 7 Juli 2026 pukul 13.00 waktu setempat atau Rabu, 8 Juli 2026 pukul 04.00 WITA.
Pertandingan ini diprediksi berlangsung sengit karena kedua tim sama-sama belum terkalahkan sepanjang turnamen. Selain memperebutkan tiket ke perempat final, laga juga menjadi kesempatan bagi Swiss untuk memutus catatan buruk, saat menghadapi Kolombia.
Swiss berkostum WARNA MERAH polos dengan detail putih, celana putih atau merah.
Julukan paling populer Swiss adalah NATI singkatan dari Nationalmannschaft (Tim Nasional dalam bahasa Jerman).
Selain itu, Swiss juga dijuluki Rossocrociati berarti "Palang Merah", merujuk langsung pada gambar bendera nasional Swiss.
Sedangkan, Kolombia menggunakan kostum (jersey) WARNA KUNING terang, dengan kombinasi celana biru dan kaus kaki merah, sesuai warna bendera mereka.
Julukan Kolombia adalah Los Cafeteros berarti "Para Petani Kopi" atau "Pembuat Kopi", karena Kolombia sangat terkenal sebagai salah satu produsen kopi terbaik dunia.
Selain itu, Kolombia juga dijuluki La Tricolor berarti "Tiga Warna", merujuk pada tiga warna utama di bendera mereka, yaitu kuning, biru, merah.
FIFA merilis pada pertandingan babak 16 besar, Swiss bertindak sebagai tim "kandang" secara administratif, sehingga kemungkinan besar Swiss memakai jersey utama WARNA MERAH dan Kolombia akan mengenakan jersey utama mereka WARNA KUNING, jika tidak terjadi tabrakan warna (color clash).
Timnas Swiss lolos ke babak gugur setelah menjuarai Grup B dan menaklukkan Aljazair di babak 32 besar. Pasukan Murat Yakin mengandalkan disiplin organisasi pertahanan yang ketat dan transisi cepat. Pemain muda Johan Manzambi (3 gol, 2 assist) serta Breel Embolo menjadi motor serangan utama.
Sementara itu, Kolombia melaju ke 16 besar sebagai juara Grup K dan mengalahkan Ghana 1-0 di babak 32 besar melalui gol Jhon Arias.
Los Cafeteros asuhan Nestor Lorenzo belum terkalahkan di turnamen ini dan baru kebobolan 1 gol. Kreativitas James Rodriguez dan kecepatan Luis Diaz di sisi sayap akan menjadi tumpuan utama.
Tim Nasional Swiss
Pelatih Kepala: Murat Yakin
Daftar pemain inti (penjaga gawang, bek, gelandang, penyerang) Swiss menampilkan kombinasi pengalaman dari berbagai klub Eropa, termasuk Gregor Kobel (Dortmund), Manuel Akanji (Inter Milan), Granit Xhaka (Sunderland), dan Breel Embolo (Stade Rennais).
Swiss (Formasi Fleksibel)
Gelandang Michel Aebischer dan bek Luca Jaquez diragukan tampil penuh karena cedera otot. Granit Xhaka dan Remo Freuler dipastikan mengisi lini tengah untuk mengimbangi agresivitas lawan.
Tim Nasional Kolombia Pelatih Kepala: Néstor Lorenzo
Skuad Kolombia didominasi pemain dari liga Amerika Selatan dan beberapa liga Eropa, dengan nama-nama kunci seperti David Ospina (Atlético Nacional), James Rodríguez (Minnesota United), Luis Díaz (Bayern München), dan Jhon Córdoba (Krasnodar).
Kolombia (4-2-3-1)
Striker utama Jhon Cordoba dipastikan absen di sisa turnamen akibat cedera hamstring. Posisinya kemungkinan besar digantikan oleh striker Sporting Lisbon, Luis Suarez.
Secara historis, Kolombia unggul mutlak atas Swiss. Sepanjang sejarah sepak bola modern, mereka baru bertemu sebanyak 2 kali, dengan hasil seluruhnya dimenangkan oleh Kolombia tanpa satupun hasil imbang maupun kemenangan bagi Swiss.
Piala Dunia 1994 (Fase Grup)
Kolombia berhasil mengalahkan Swiss dengan skor 2-0 di Stanford Stadium, Amerika Serikat, pada 26 Juni 1994.
Gol kemenangan Kolombia saat itu dicetak oleh Herman Gaviria dan Harold Lozano.
Laga Persahabatan Internasional, 25 Maret 2007.
Kolombia kembali sukses menekuk Swiss 3-1, saat Los Cafeteros kembali menumbangkan dominasi Eropa milik Swiss.
Meskipun catatan sejarah memihak Kolombia, performa kedua tim sepanjang turnamen Piala Dunia 2026 terbilang sangat seimbang, karena kedua tim belum terkalahkan.
Pertandingan di Vancouver bakal menjadi pembuktian apakah Swiss mampu memecahkan rekor buruk historis mereka atau justru Kolombia yang memperpanjang dominasi atas sang wakil Eropa.
Pemenang laga sengit dia tim sudah ditunggu oleh jalur bagan berat di perempat final, yaitu Argentina atau Mesir di Stadion Kansas City, Amerika Serikat, 11 Juli 2026 mendatang (WIG/002)