Wayan Sudirta Minta Polri Usut Tuntas Pengerusakan  ‘’Pelinggih’’ Hindu di Bromo
Banner Bawah

Wayan Sudirta Minta Polri Usut Tuntas Pengerusakan  ‘’Pelinggih’’ Hindu di Bromo

Atmadja - atnews

2019-12-08
Bagikan :
Dokumentasi dari - Wayan Sudirta Minta Polri Usut Tuntas Pengerusakan  ‘’Pelinggih’’ Hindu di Bromo
Slider 1
Denpasar, 8/12 (Atnews) - Anggota Komisi III, DPR RI,  Wayan Sudirta, SH minta polisi mengusut tuntas adanya kerusakan  ‘’pelinggih’’ tempat ibadah umat Hindu di Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, guna  memastikan bahwa penegakan hukum benar-benar sersius dilakukan. Melihat skala dari kasusnya, Sudirta mendorong agar kasusnya ditangani langsung oleh Polda Jatim, mengingat kasus ini bersentuhan dengan isu agama yang sangat sensitif.
Bila menurut berita media ada 2 ‘’pelinggih’’ yang dirusak, Sudirta menyebut mendapat informasi bahwa yang dirusak ada 3 ‘’pelinggih’’ dan tidak tertutup kemungkinan jumlahnya bertambah, setelah polisi mengusut kasusnya secara professional.
Sudirta melontarkan pernyataan itu, menanggapi pengerusakan  ‘’pelinggih’’ yang ada di lereng Gunung Bromo, yang dibenarkan oleh Ketua PHDI Kabupaten Probolinggo, Bambang Suprapto. Dua ‘’pelinggih’’ tersebut disebutkan terletak di tempat yang terpisah dan tidak diketahui sebab-sebab terjadinya kerusakan. Bambang mengimbu umat Hindu tidak terprovokasi dan tetap tenang. Informasi yang diperoleh Sudirta, yang dirusak adalah Pelinggih sebelum naik ke Goa Widodaren, Pelinggih di Goa Widodaren sebelah kanan, dan Pelinggih Widodaren kiri..
Sudirta pun, yang juga aktif di organisasi keagamaan Hindu sebagai anggota Sabha Walaka (Majelis Cendekiawan) PHDI (Parisada Hindu Dharma Indonesia),  meminta umat Hindu tidak bereaksi berlebihan dan menyerahkan kasusnya agar diusut tuntas oleh kepolisian, karena isu agama bisa sangat sensitif serta bisa dimanfaatkan kelompok tertentu untuk mengacaukan situasi serta memancing konflik.
‘’Mari kita dukung polisi mengusut pengerusakan ini secara profesional, murni penegakan hukum dan tidak sampai menyeretnya ke arah gesekan berbau agama, siapapun pelakunya, kalau nanti bisa diungkap polisi,’’ jelas Sudirta.
Sudirta berharap, kepolisian bertindak professional dalam kasus-kasus yang punya nuansa agama serta sensitif, tidak hanya ketika yang dirusak adalah tempat ibadah umat Hindu. Pengerusakan tempat ibadah umat lain yang manapun, harus diusut secara professional, agar umat beragama tidak galau, serta tidak membuat situasi dalam kasus-kasus seperti ini, berkembang menjadi sentimen SARA.
‘’Saya mengajak semua pihak tidak menarik-narik pengerusakan pelinggih umat Hindu ini kedalam wacana yang sectarian, tapi kita dorong kepolisian mengusutnya, menegakkan hukum, mengungkap kasusnya, memproses siapapun yang terlibat sampai tuntas,’’ tambahnya. (art/02)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Antiga Siapkan TOSS untuk Sampah Plastik

Terpopuler

Menanti Bukti Nyata Wacana Koster, Pengamat: Jangan Hanya 'Omon-Omon' Bela Petani Bali!

Menanti Bukti Nyata Wacana Koster, Pengamat: Jangan Hanya 'Omon-Omon' Bela Petani Bali!

Jangan Lewatkan! Kemnaker Buka Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Lulusan Pemagangan 2025 Batch 3

Jangan Lewatkan! Kemnaker Buka Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Lulusan Pemagangan 2025 Batch 3

Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan

Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan

Rekayasa Sosial untuk Hindu yang Inklusif dan Adaptif

Rekayasa Sosial untuk Hindu yang Inklusif dan Adaptif

Kemenpar Genjot Pasar Malaysia Lewat Wonderful Indonesia Sales Mission 2026

Kemenpar Genjot Pasar Malaysia Lewat Wonderful Indonesia Sales Mission 2026

OJK Perkuat Ekosistem Inovasi Teknologi Sektor Keuangan Melalui Regulasi Adaptif dan Kolaborasi Pemangku Kepentingan

OJK Perkuat Ekosistem Inovasi Teknologi Sektor Keuangan Melalui Regulasi Adaptif dan Kolaborasi Pemangku Kepentingan