PPTI dan Rokok
Banner Bawah

PPTI dan Rokok

Admin 2 - atnews

2026-06-04
Bagikan :
Dokumentasi dari - PPTI dan Rokok
Prof Tjandra Yoga Aditama (ist/atnews)
Oleh Prof Tjandra Yoga Aditama

Dalam rangka meningkatkan pemahaman kesehatan masyarakat maka Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) pada 3 Juni 2026  menyelenggarakan Talkshow berjudul NAPAS (Naikkan Awareness  tentang Paru dan ASap) tentang Tuberkulosis dan Rokok. Acara dihadiri juga oleh organisasi Wanita Indonesia Tanpa Tembakau (WITT) dan organisasi kesehatan lainnya, dan dibuka resmi oleh Ibu Yani Panigoro Ketua Umum PPTI.

Selain saya yang menyampaikan presentasi awal maka panelis lain adalah seorang anak muda aktivis pengendalian tembakau, anak muda lain yang merupakan Putri WITT 2026, dan juga seorang penyintas tuberkulosis (TB) yang juga mantan perokok yang hadir bersama istrinya dan menceritakan pengalaman mereka.

Diskusi dan pertanyaan dari peserta amat menarik. Ada pertanyaan dan usulan agar penyakit akibat rokok agar jelas-jelas tercantum dalam suatu nomenklatur diagnosis, mungkin dalam Internasional “Classification of Diseases (ICD)”. Untuk ini saya jawab bahwa hal serupa juga pernah dibahas di dunia tentang terminologi penyakit yang berhubungan dengan “Antimicrobial Resistance (AMR)”, dan memang baik kalau ada yang tentang rokok. Lalu ada pertanyaan tentang dampak rokok elektronik (vape) pada TB, yang saya jawab antara lain dengan hasil penelitian di jurnal ilmiah Public Health Challenges Februari 2026 yang berjudul “Vaping and Tuberculosis: An Overlooked Risk in High‐Burden South Asian Countries”. Juga saya bahas tentang dampak buruk “smokeless tobacco” di mulut yang berhubungan dengan berbagai penyakit sampai ke peradangan dan kanker lidah, pipi dll.

Kemudian ada pertanyaan lanjutan tentang dampak rokok pada kejadian TB, yang saya sampaikan tahapannya mulai dari asap rokok yang menimbulkan kerusakan di paru, lalu  mengakibatkan gangguan imunitas dan jadinya meningkatkan risiko mendapatkan TB. 

Yang juga amat menarik adalah bagaimana para panelis yang generasi muda yang aktif melakukan berbagai kegiatan untuk pengendalian merokok. Kita harapkan akan makin banyak generasi muda yang aktif dalam upaya menghentikan kebiasaan merokok yang mengganggu kesehatan ini. Juga hadir di acara ini beberapa influencer (pemengaruh) muda dengan ribuan follower (pengikut) yang diharapkan dapat menyebarkan pengetahuan tentang TB dan rokok ini agar lebih banyak masyarakat yang paham dan tidak merokok, sementara yang sudah merokok agar segera berhenti merokok. 

*) Prof Tjandra Yoga Aditama Direktur Pascasarjana Universitas YARSI Penerima Penghargaan World Health Organization Tobacco Free World tahun 1998, Penerima WITT Award in Recognition of Actively Particiating in the Danger of Smoking tahun 2006, dan Penerima Penghargaan dalam Upaya Penanggulangan Tuberkulosis bersama PPTI tahun 2026. Badan Pengawas PPTI dan Dewan Penasehat STPI (Stop TB Partnership Indonesia)

Baca Artikel Menarik Lainnya : SMA 2 Denpasar Dulu dan Kini

Terpopuler

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

Penguatan Desa Budaya, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar Gelar PKM di Desa Sukawati 

Penguatan Desa Budaya, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar Gelar PKM di Desa Sukawati 

ADVERTISING JAGIR
Official Youtube Channel

#Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

ADVERTISING JAGIR Official Youtube Channel #Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

Senantara: Kita Butuh Investor yang Jaga Bali, Bukan Cuma Cari Untung

Senantara: Kita Butuh Investor yang Jaga Bali, Bukan Cuma Cari Untung

ITDC Gandeng Masyarakat Benoa Kelola Sampah Organik Jadi Eco Enzyme untuk Pariwisata Berkelanjutan

ITDC Gandeng Masyarakat Benoa Kelola Sampah Organik Jadi Eco Enzyme untuk Pariwisata Berkelanjutan

81 Tahun Pancasila, Semarak di Seremoni, Tercampakkan dalam Realitas

81 Tahun Pancasila, Semarak di Seremoni, Tercampakkan dalam Realitas