Bromo (Atnews) – Puncak perayaan Yadnya Kasada 1948 Saka / 2026 Masehi resmi ditandai dengan pelaksanaan ritual persembahyangan bersama umat Hindu Tengger dan upacara adat di Pura Luhur Poten serta kawasan Laut Pasir Gunung Bromo.
Ritual sakral ini berlangsung khidmat dan dijadwalkan berjalan hingga Senin (1/6/2026) dini hari.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting umat Hindu, diantaranya Laksamana Muda TNI I G.P. Alit Jaya, Panglima Komando Armada II.
Sebelum mencapai puncaknya, rangkaian kegiatan Yadnya Kasada 2026 diawali dengan ritual Mendak Tirta, yaitu pengambilan air suci dari sejumlah sumber mata air yang disakralkan oleh masyarakat Tengger. Beberapa sumber air tersebut meliputi Madakaripura, Goa Widodaren, Sumber Semanik, Merumoyo, Rondo Kuning, dan Sumber Pitu. Air suci yang telah terkumpul kemudian dibawa ke Pura Luhur Poten sebagai bagian utama dari persiapan upacara.
Selain Mendak Tirta, masyarakat Tengger juga menggelar ritual Atur Suguh di 35 titik di seluruh kawasan Tengger. Ritual ini dilaksanakan sebagai bentuk persembahan serta ungkapan rasa syukur yang mendalam kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Tidak hanya berfokus pada kegiatan spiritual, perayaan Yadnya Kasada tahun ini juga dimeriahkan dengan aksi sosial, salah satunya melalui penyediaan layanan pengobatan gratis bagi masyarakat setempat.
Pada Minggu (31/5/2026) pagi, setelah rangkaian ritual persembahyangan selesai dilaksanakan, acara dilanjutkan dengan prosesi pengukuhan warga kehormatan sesepuh Tengger di Pura Luhur Poten Bromo.
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi tertinggi kepada para tokoh yang selama ini dinilai memberikan perhatian besar serta dukungan nyata terhadap pelestarian budaya dan kehidupan masyarakat Tengger. Dalam momen tersebut, Laksamana Muda TNI I G.P. Alit Jaya, Panglima Komando Armada II, resmi dinobatkan sebagai tokoh utama yang menerima gelar kehormatan sebagai sesepuh Tengger. (GAB/SUK/002)