Denpasar (Atnews) - Bali kembali menunjukkan ambisinya menjadi pusat wellness tourism kelas dunia melalui penyelenggaraan Bali Wellness and Beauty (BWB) Expo 2026 yang akan berlangsung di Bali Beach Convention Center, The Sanur, pada 4–6 Juni 2026.
Memasuki tahun kedua penyelenggaraan, BWB Expo 2026 tampil semakin besar dan berkelas internasional. Ajang ini menghadirkan lebih dari 140 brand unggulan dan 90 exhibitor nasional maupun internasional dari Jepang, Singapura, Amerika Serikat, Australia, India, hingga berbagai daerah di Indonesia. Pertumbuhan jumlah peserta pun terbilang signifikan, dengan peningkatan exhibitor mencapai 12,5 persen dan pertumbuhan brand hingga 33,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Bali tidak lagi hanya dikenal sebagai destinasi wisata alam dan budaya, tetapi juga mulai mengukuhkan diri sebagai episentrum wellness dan beauty di kawasan Asia Tenggara.
Co-Founder BWB Expo, Dr. Ketut Jaman, menegaskan bahwa pengembangan Bali sebagai destinasi wellness dunia bukan semata persoalan ekonomi pariwisata, tetapi juga bagian dari upaya mengembalikan arah pariwisata Bali pada akar budaya dan filosofi lokal seperti Tri Hita Karana serta tradisi pengobatan Usadha Bali.
Menurutnya, pendekatan wellness yang autentik, berbasis budaya lokal dan melibatkan komunitas masyarakat, menjadi fondasi penting untuk membangun industri pariwisata yang lebih berkualitas, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat Bali.
“Bali memiliki kekuatan budaya dan spiritualitas yang tidak dimiliki banyak destinasi lain di dunia. Wellness tourism harus dibangun dari identitas lokal itu sendiri,” ujarnya.
Salah satu agenda penting dalam BWB Expo 2026 adalah rencana deklarasi Indonesia Wellness and Beauty Entrepreneurs Association (IWBEA), sebuah wadah kolaborasi nasional yang diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah, industri, akademisi, komunitas, dan pelaku usaha dalam pengembangan sektor wellness dan beauty Indonesia.
Co-Founder sekaligus Project Director BWB Expo, Feri Agustian Soleh, mengatakan kehadiran IWBEA menjadi langkah strategis untuk membangun ekosistem wellness nasional yang lebih terintegrasi, berkualitas, dan kompetitif di tingkat global.
Tahun ini, BWB Expo mengusung tema “Thrive in Bali: Where Wellness Inspires the World”, yang mencerminkan semangat Bali sebagai sumber inspirasi wellness dunia. Tema tersebut sekaligus menegaskan bahwa BWB Expo bukan sekadar pameran, melainkan platform kolaborasi jangka panjang yang mempertemukan pemerintah, investor, industri, akademisi, komunitas, hingga pelaku usaha dalam satu ruang sinergi.
Co-Founder dan Managing Director BWB Expo, Dr. Diah Permana, menyampaikan bahwa Indonesia memiliki kekayaan tradisi wellness berbasis budaya dan kearifan lokal yang sangat besar dan belum sepenuhnya dikenal dunia internasional.
Melalui BWB Expo, potensi tersebut ingin diperkenalkan secara lebih luas sekaligus membuka peluang kolaborasi dan investasi yang dapat memperkuat posisi Indonesia — khususnya Bali — sebagai destinasi wellness berkelas dunia.
Dukungan terhadap penyelenggaraan BWB Expo 2026 juga datang dari berbagai kementerian dan institusi strategis, di antaranya Kementerian Pariwisata RI, Kementerian UMKM RI, Kementerian Kesehatan RI, Kementerian Perindustrian RI, Pemerintah Provinsi Bali, KADIN Bali, Bali Tourism Board (BTB), PHRI Bali, ASITA Bali, serta berbagai asosiasi industri terkait.
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Ida Ayu Indah Yustikarini, menilai BWB Expo menjadi momentum penting dalam memperkuat positioning Bali sebagai destinasi wellness holistik pertama di Asia Tenggara yang mengintegrasikan warisan kesehatan tradisional dengan inovasi global.
Tidak hanya menghadirkan pameran internasional, BWB Expo 2026 juga akan diisi berbagai program inspiratif dan edukatif seperti talkshow, workshop, business matching, hingga experiential wellness activities. Berbagai tema yang diangkat meliputi mental wellness, mindfulness, longevity, healthy lifestyle, traditional healing, sustainability, wellness real estate, hingga personal beauty.
Pengunjung juga dapat mengikuti berbagai aktivitas interaktif seperti yoga, meditasi, pilates, poundfit, zumba, serta menikmati beragam makanan dan minuman sehat selama pameran berlangsung.
Sementara dari sisi bisnis, program business matching dipersiapkan sebagai ruang strategis bagi exhibitor, buyer, investor, distributor, dan pelaku industri untuk membuka peluang kerja sama dan transaksi bisnis secara langsung.
BWB Expo 2026 juga dikelola dengan prinsip Green MICE, yang menekankan konsep penyelenggaraan event ramah lingkungan dan berkelanjutan. Pendekatan ini dinilai sejalan dengan arah pembangunan pariwisata Bali yang kini semakin menekankan kualitas, keberlanjutan, dan nilai tambah ekonomi berbasis budaya lokal.
Wakil Menteri UMKM RI, Helvi Y. Moraza, turut memberikan perhatian terhadap penguatan ekosistem wellness nasional, terutama dalam mendorong peningkatan kualitas dan daya saing UMKM berbasis wellness dan beauty Indonesia agar mampu bersaing di pasar internasional.
Sementara itu, General Manager The Meru Sanur, Ed Brea, menegaskan bahwa BWB Expo 2026 terbuka untuk umum tanpa biaya tiket masuk dan mengundang masyarakat untuk menjadi bagian dari pengalaman yang menggabungkan inspirasi, edukasi, inovasi, dan peluang kolaborasi internasional di Bali.
Dengan antusiasme industri yang terus meningkat dan dukungan lintas sektor yang semakin kuat, BWB Expo 2026 diharapkan menjadi tonggak penting dalam membawa Bali dan Indonesia menuju masa depan wellness tourism yang lebih berkelas, berkelanjutan, dan berpengaruh di tingkat global. (VAN)