Badung (Atnews) - Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Badung menggandeng Politeknik Pariwisata Bali dalam pelaksanaan riset “Desain Model Pengembangan Gastronomy Tourism Berlandaskan Tradisi Kuliner Lokal untuk Memperkuat Pariwisata Berbasis Masyarakat.” Riset ini dirancang untuk memperkuat pengembangan pariwisata Badung melalui pendekatan berbasis data, tradisi kuliner lokal dan keterlibatan masyarakat.
Kegiatan ini sejalan dengan arahan Bupati Badung dalam semangat Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yaitu pembangunan yang berorientasi pada keseimbangan, keharmonisan, keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam konteks pariwisata, semangat ini menjadi penting agar perkembangan sektor pariwisata tidak hanya dinikmati oleh industri besar, tetapi juga membuka ruang lebih luas bagi masyarakat Badung untuk ikut mengambil peran dan merasakan manfaatnya.
Kolaborasi ini melibatkan BRIDA Kabupaten Badung yang dipimpin oleh Ida Bagus Gede Arjana, S.E., M.Si., bersama Politeknik Pariwisata Bali di bawah kepemimpinan Dr. Drs. Ida Bagus Putu Puja, M.Kes. Pelaksanaan riset dikoordinasikan melalui Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Pariwisata Bali yang diketuai oleh Dr. Putu Diah Sastri Pitanatri, S.ST.Par., M.Par.
Riset ini memiliki nilai strategis karena menempatkan gastronomy tourism bukan sekadar sebagai kegiatan menikmati makanan, melainkan sebagai pendekatan untuk memahami hubungan antara kuliner lokal, identitas budaya, ekonomi masyarakat, dan pengalaman wisata.
Dalam konteks Badung sebagai salah satu pusat pariwisata utama di Bali, tradisi kuliner lokal dapat menjadi pintu masuk untuk menghadirkan pengalaman wisata yang lebih otentik, berkelanjutan dan berpihak pada masyarakat.
Berbeda dari kajian yang hanya berhenti pada laporan akademik, riset ini diarahkan untuk menghasilkan model yang implikatif dan aplikatif bagi pengambilan kebijakan daerah. Melalui pemanfaatan big data dan pengembangan dashboard digital, riset ini diharapkan mampu memetakan potensi tradisi kuliner lokal, sebaran daya tarik gastronomi, keterhubungan dengan pelaku pariwisata serta peluang pengembangan ekonomi masyarakat secara lebih terukur.
Kepala BRIDA Kabupaten Badung, Ida Bagus Gede Arjana, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa riset ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kebijakan pembangunan berbasis data dan kajian ilmiah. “Riset ini diharapkan dapat menghadirkan dasar ilmiah bagi pengembangan pariwisata Badung yang lebih berbasis potensi lokal dan berpihak pada masyarakat. Sesuai arahan Bupati Badung dalam semangat Nangun Sat Kerthi Loka Bali, perkembangan pariwisata perlu semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Badung,” ujar Ida Bagus Gede Arjana.
Direktur Politeknik Pariwisata Bali, Dr. Drs. Ida Bagus Putu Puja, M.Kes., menyambut baik kepercayaan BRIDA Kabupaten Badung dalam pelaksanaan riset tersebut. Menurutnya, kolaborasi pemerintah daerah dan perguruan tinggi vokasi menjadi ruang penting untuk mempertemukan kebutuhan pembangunan daerah dengan kapasitas akademik dan keahlian terapan.
“Melalui kolaborasi dengan BRIDA Kabupaten Badung, kami berharap model yang dihasilkan dapat membantu pemerintah daerah, pelaku industri, dan masyarakat lokal dalam mengembangkan pariwisata yang lebih inklusif, berkelanjutan dan berlandaskan tradisi kuliner lokal,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala P3M Politeknik Pariwisata Bali, Dr. Putu Diah Sastri Pitanatri, S.ST.Par., M.Par., menjelaskan bahwa riset ini akan dilaksanakan dengan pendekatan lintas keahlian, termasuk pariwisata berkelanjutan, perencanaan pariwisata, ekonomi kreatif, gastronomi, serta pemetaan dan pengelolaan data.
“Riset ini tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan dokumen kajian, tetapi juga model yang implikatif dan aplikatif. Dengan dukungan big data dan dashboard digital, pengembangan gastronomy tourism dapat dipetakan secara lebih terukur sehingga rekomendasi yang diberikan kepada pemerintah daerah memiliki dasar yang lebih kuat, visual dan mudah digunakan dalam perumusan kebijakan,” jelasnya.
Pelaksanaan riset direncanakan berlangsung selama enam bulan, mulai Mei hingga November 2026. Selama periode tersebut, tim pelaksana akan melakukan pengumpulan data, pemetaan potensi kuliner lokal, analisis pengembangan gastronomy tourism serta penyusunan model dan dashboard digital.
Hasil riset ini diharapkan menjadi rekomendasi kebijakan bagi Bupati Badung dalam merumuskan arah pengembangan gastronomy tourism berbasis tradisi kuliner lokal. Rekomendasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pariwisata berbasis masyarakat, memperluas manfaat ekonomi bagi warga Badung serta menjaga keberlanjutan tradisi kuliner sebagai bagian dari identitas daerah.
Dengan pendekatan berbasis pengetahuan, tradisi lokal, big data dan dashboard digital, riset ini diharapkan dapat menjadi contoh pengembangan pariwisata yang lebih inklusif, aplikatif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. (Z/002)