Kuliah Pariwisata Peluang Kerja Lintas Negara, Amerika Favorite Magang Mahasiswa IPB Internasional
Banner Bawah

Kuliah Pariwisata Peluang Kerja Lintas Negara, Amerika Favorite Magang Mahasiswa IPB Internasional

Admin - atnews

2026-05-26
Bagikan :
Dokumentasi dari - Kuliah Pariwisata Peluang Kerja Lintas Negara, Amerika Favorite Magang Mahasiswa IPB Internasional
Rektor IPB Internasional Dr. I Made Sudjana (Artaya/Atnews)
Denpasar (Atnews) - Rektor Institut Pariwisata dan Bisnis (IPB) Internasional, Dr. I Made Sudjana, S.E., M.M., CHT., CHA mengungkapkan peluang kerja global bagi lulusan mahasiswa pariwisata.

Lulusan pariwisata tidak hanya bersaing di Bali, namun bisa bersaing secara internasional. Dengan peluang kerja pariwisata global, beragam, mencakup sektor perhotelan, restoran, kapal pesiar, maskapai penerbangan, dan manajemen destinasi internasional.

Dalam mencetak SDM pariwisata yang memenuhi daya saing global, diperlukan keahlian multibahasa, pemahaman budaya, dan sertifikasi internasional menjadi kunci utama untuk menembus pasar kerja lintas negara.

"Kemampuan bahasa Inggris harus bagus, ditambah karakter yang baik, kejujuran, ketrampilan dan disiplin," kata Rektor IPB Internasional Dr Sudjana di Denpasar, Selasa (26/5).

Selama ini, pesaing global dalam pencetak SDM pariwisata yakni India, Filipina dan Malaysia.

Maka peluang SDM dari Bali dan Indonesia masih besar dalam kancah internasional. "Kita sangat percaya diri, SDM kita memiliki daya saing global dalam sektor pariwisata, sedangkan sektor lain seperti pertanian maupun perikanan kita masih tertinggal," ujarnya.

Untuk itu, masyarakat Bali tidak perlu khawatir terhadap peluang kerja lulusan pariwisata. Belum lagi banyak daerah di tanah air sedang mengembangkan sektor pariwisata. Tentu mereka sedang membutuhkan SDM pariwisata yang berkualitas.

Meskipun pariwisata daerah Bali memang tengah menghadapi tantangan yang beragam baik soal sampah, macet, kriminalitas hingga kerusakan lingkungan.

Namun, pihaknya tetap optimis sektor pariwisata mampu memberikan sumbangan terhadap kemajuan negara maupun devisa.

Maka pemerintah Indonesia agar semakin serius memajukan pendidikan pariwisata, disamping membangun sekolah-sekolah unggulan dalam menampung bibit-bibit SDM tanah air tanpa memandang latar belakang.

Semestinya masing-masing kabupaten/kota di Bali memiliki sekolah unggulan seperti SMAN Bali Mandara dan SMKN Bali Mandara. "Sekolah unggulan ini tidak hanya untuk siswa dari keluarga kurang mampu tapi semua kalangan," bebernya.

Dirinya pun merasa sedih SMAN/SMKN Bali Mandara sempat dihentikan sistem berasramanya.

Padahal Presiden Prabowo tengah gencar membangun Sekolah Garuda atau SMA Unggul Garuda sebagai program strategis nasional dari pemerintah Indonesia (di bawah naungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi) untuk membangun dan mengembangkan sekolah menengah atas unggulan yang berdaya saing global, dengan fokus utama pada bidang sains dan teknologi.

SMA Unggul Garuda, Sekolah berasrama (boarding school) negeri yang dibangun dari nol di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) atau area yang membutuhkan pemerataan fasilitas pendidikan unggulan.

Sedangkan, Sekolah Rakyat sebagai program pendidikan unggulan nasional yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Program itu menyediakan fasilitas sekolah berasrama dan pendidikan gratis dari jenjang SD hingga SMA bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu (desil 1 dan desil 2. Bali sendiri membangun dua sekolah rakyat.

Nantinya, lulusannya itu bisa masuk perguruan tinggi 10 besar terbaik Indonesia seperti UI, UGM, ITB, IPB, UNDIP, UNS, ITS, UNHAS dan UPI. Termasuk AKMIL maupun AKPOL.

Menurut data Webometrics tercatat sebanyak 3.695 perguruan tinggi di Indonesia per Januari 2026, meliputi universitas, institut, sekolah tinggi, politeknik, hingga akademi.

Dengan demikian, pemerintah agar menjadikan Bali sebagai pusat pendidikan pariwisata dunia dalam mendukung mewujudkan generasi emas Indonesia 2045.

Bali tidak saja sebagai tujuan berwisata tetapi menjadi tujuan menempuh pendidikan, khususnya bidang pariwisata.

Hal itu didukung oleh SDM, infrastruktur maupun Bali sebagai destinasi pariwisata internasional.

Selain menjadi destinasi pariwisata dunia, Bali kerap dipilih sebagai tuan rumah Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) kelas nasional dan internasional.

Bali juga telah memiliki lembaga pendidikan pariwisata baik tingkat menengah maupun perguruan tinggi.

Tren kebutuhan SDM pariwisata global (UNWTO / UN Tourism) bergeser dari sekadar operasional menuju perpaduan antara literasi digital, kecerdasan buatan (AI), keterampilan hijau (green skills), dan kecerdasan emosional (hospitalitas autentik). Sektor itu memprioritaskan SDM yang mampu memberikan pengalaman personal dan berkelanjutan kepada wisatawan.

Perkembangan pariwisata global menunjukkan pergeseran tren pariwisata menuju pengalaman autentik, berkelanjutan, dan berbasis teknologi.

Generasi Milenial dan Gen Z sebagai wisatawan digital-native mendorong munculnya tren pariwisata baru seperti eco-tourism, wellness tourism, sport tourism, dan Meeting Incentive Convention and Exhibition (MICE).

Teknologi seperti AI (Artificial Intelligence), IoT (Internet of Things), dan AR/VR (Augmented Reality/Virtual Reality) turut menjadi penggerak utama dalam menciptakan perjalanan yang personal, efisien, dan imersif, sekaligus menempatkan wisatawan sebagai pusat ekosistem digital pariwisata. 

Dalam menghadapi perkembangan dalam dunia pariwisata, IPB Internasional selalu siap dan adaptif mengikuti perkembangan zaman.

Diharapkan, generasi muda terampil bersaing. Sehingga IPB Internasional memiliki motto "no English, no job". Diakrenakan english is a must bagi IPB Internasional.

Sudjana menambahkan, memantapkan kemampuan mahasiswa IPB Internasional, pihaknya kerjasama dengan perhotelan bintang empat dan lima di Amerika, Jepang, Asian dan Timur Tengah.

Namun, negara Amerika menjadi tujuan favorite dari mahasiswa IPB Internasional melakukan magang.

Apabila mereka bisa lolos training di Amerika diyakini mereka siap bersaing secara global. Disamping itu, mahasiswa training di Amerika mendapatkan upah sebesar 15-20 dollar Amerika per jam.

Biasanya training dilakukan selama setahun. Biayanya ditanggung oleh mahasiswa sekitar Rp120 juta. Tetapi dengan besarnya upah yang diperoleh, diperkirakan selama tiga sampai empat bulan sudah bisa tercover.

"Untuk itu, mahasiswa Kami, Amerika jadi tujuan favorite melakukan training," ujarnya.

Namun, mahasiswa yang ikut magang tersebut harus melewati seleksi langsung dari pihak manajemen perusahaan. Menariknya lagi, pihak manajemen perusahaan yang datang langsung ke kampus melakukan seleksi.

Hal itu juga sejalan dengan program Presiden Prabowo Subianto mendorong penempatan tenaga kerja ke luar negeri dengan mengarahkan fokus pada pekerja migran berketerampilan tinggi (medium dan high skill) melalui pendidikan vokasi yang masif.

Kebijakan itu dibarengi dengan komitmen perlindungan yang ketat untuk menekan pengiriman pekerja sektor domestik dan memberantas sindikat ilegal.

Bahkan Presiden Prabowo membentuk Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) dalam pelindungan pekerja migran, mulai dari peningkatan kesejahteraan, jaminan keselamatan, hingga pemberdayaan di negara tujuan.

Sejumlah pertemuan bilateral Presiden Prabowo dengan pemimpin dunia, yang secara konkret membuka permintaan tinggi terhadap tenaga terampil asal Indonesia di berbagai sektor. (GAB/ART/001)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Penyaluran Dana Desa Akan Membaik

Terpopuler

Dhyan Foundation Gelar Yoga Kebangsaan di Monumen Perjuangan Bangsal

Dhyan Foundation Gelar Yoga Kebangsaan di Monumen Perjuangan Bangsal

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

ADVERTISING JAGIR
Official Youtube Channel

#Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

ADVERTISING JAGIR Official Youtube Channel #Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

Kawasan Ekonomi Khusus Kura Kura Bali: Visionary Oasis Tri Hita Karana dalam Politik Ruang Pariwisata

Kawasan Ekonomi Khusus Kura Kura Bali: Visionary Oasis Tri Hita Karana dalam Politik Ruang Pariwisata

Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Karhutla, BNPB Minta Masyarakat Tetap Siaga

Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Karhutla, BNPB Minta Masyarakat Tetap Siaga

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026