Denpasar (Atnews) - Mudra sebagai salah satu teknik latihan gerakan tangan, tubuh, napas dan pikiran yang berasal dari kebudayaan kuno di India memiliki beragam manfaat. Tak hanya baik untuk kesehatan fisik, namun semakin dikenal untuk membantu menciptakan ketenangan, fokus, dan keseimbangan hidup.
"Namun berbagai manfaat Mudra ini bisa dipahami dan dirasakan jika dilatih secara terus-menerus menjadi kebiasaan. Pengetahuan Mudra yang tidak dipraktikkan, tidak akan ada artinya," kata Direktur Utama PT Karya Pak Oles Group Dr Ir Gede Ngurah Wididana, M.Agr saat menjadi pembicara dalam Webinar bertajuk The Power of Mudra, untuk Kesehatan, Kebahagiaan dan Kesejahteraan.
Mengawali pemaparannya, Wididana menyampaikan Mudra sebagai praktik yang berasal dari tradisi yoga dan meditasi ini tidak hanya berupa gerakan tangan, tetapi juga melibatkan posisi tubuh, pengaturan napas, hingga afirmasi positif. "Mudra terbagi menjadi tiga jenis yaitu Mudra Tangan (Hasta Mudra), Mudra Pikiran (Mana Mudra), dan Mudra Tubuh (Kaya Mudra)," ucapnya.
Dalam melakukan praktik Mudra ini juga terkait dengan Bandha yakni sikap kuncian anggota tubuh dengan menahan napas (30-120 detik) sesuai kemampuan. Bandha bertujuan untuk peregangan (stretching), membangun kesadaran untuk melakukan Mudra.
"Sedangkan Mudra merupakan sikap kuncian anggota tubuh dengan santai, napas tenang, dalam, teratur, untuk relaksasi, penyelarasan, pemurnian dan pencerahan," ujar pria yang biasa disapa Pak Oles itu.
Menurut Wididana, setidaknya ada 10 Mudra penting yakni menatap alam bebas atau menatap kekosongan (Boochari Mudra); membalik bolak mata (Sambawi Mudra); menekuk lidah ke langit-langit (Kechari Mudra); menatap ujung hidung (Aghocari Mudra) dan menyatukan ujung ibu jari dengan ujung telunjuk (Chin Mudra).
Kemudian mengepalkan tangan, ibu jari dibungkus oleh keempat jari lainnya (Adhi Mudra); meluruskan telunjuk dan jari tengah, ujung jari manis dan jari kelingking ditempelkan dengan ujung ibu jari (Prana Mudra) dan ujung ibu jari ditempelkan dengan ujung telunjuk dan ujung jari tengah (Kuwera Mudra).
Selanjutnya menempelkan dua telapak tangan dan kelima jari kiri dan kanan setelah simetris dan tegak di depan dada (Anjali Mudra) serta menumpangkan telapak tangan kanan di atas tangan kiri, kedua ujung jempol ditempelkan (Dyani Mudra).
Selain gerakan, praktik Mudra juga dipadukan dengan afirmasi positif, doa, atau mantra yang diucapkan dalam hati maupun dengan suara lembut dan pelan. Latihan ini dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja, serta dianjurkan dilakukan berulang hingga menjadi kebiasaan sehari-hari.
Saat melakukan Mudra, ujung-ujung saraf pada jari tangan mengirimkan sinyal ke otak yang membantu proses relaksasi, fokus, dan pengendalian emosi. Gerakan mudra juga diyakini memengaruhi aktivitas otak, khususnya pada bagian korteks somato sensorik yang berkaitan dengan pusat rasa tubuh di otak.
Latihan yang dilakukan secara rutin disebut dapat membantu membentuk neuroplastisitas, yaitu kemampuan otak untuk berubah dan berkembang melalui latihan serta kebiasaan positif.
Ketika dipadukan dengan teknik pernapasan atau pranayama serta afirmasi positif, Mudra dipercaya mampu membantu menurunkan stres, menstabilkan detak jantung, memperkuat sistem imun, meningkatkan rasa syukur, serta menumbuhkan kepercayaan diri.
Dengan melakukan gerakan Mudra ini dapat membantu seseorang menjadi lebih rileks, tenang, fokus, berani, waspada, sehat, hingga merasa lebih bahagia dan damai. Teknik ini juga dipercaya mampu menyelaraskan keseimbangan tubuh, pikiran, jiwa, energi, dan napas untuk mencapai kesejahteraan lahir dan batin.
Praktik mudra juga mulai banyak dimanfaatkan sebagai terapi pendukung untuk membantu mengatasi berbagai masalah kesehatan seperti insomnia, kecemasan, stres, gangguan hormon, serta membantu menjaga kesehatan jantung, paru-paru, hati, dan sistem pencernaan.
Untuk merasakan manfaat secara optimal dan membentuk kebiasaan baru, latihan Mudra dianjurkan dilakukan selama 42 hari berturut-turut. "Lebih baik mengetahui satu jenis Mudra dan dipraktikkan, daripada mengetahui 100 Mudra tetapi tidak dipraktikkan," ucap Wididana. (Z/002)