KUR BRI Dongkrak Usaha Pemindangan di Kusamba, Produksi Tembus 300 Keranjang per Hari
Banner Bawah

KUR BRI Dongkrak Usaha Pemindangan di Kusamba, Produksi Tembus 300 Keranjang per Hari

Admin 2 - atnews

2026-05-25
Bagikan :
Dokumentasi dari - KUR BRI Dongkrak Usaha Pemindangan di Kusamba, Produksi Tembus 300 Keranjang per Hari
Pelaku usaha pemindangan, Ni Wayan Suitari (ist/atnews)
Semarapura (Atnews) – Usaha pemindangan tradisional di Sentra Pemindangan Kusamba, Kabupaten Klungkung, mampu memproduksi hingga 300 keranjang ikan per hari. Peningkatan kapasitas produksi tersebut ditopang tambahan modal dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dimanfaatkan pelaku usaha untuk memperbesar operasional, menambah perlengkapan produksi, hingga mengembangkan usaha penjualan garam dan keranjang ikan.

Pelaku usaha pemindangan, Ni Wayan Suitari (42), Kamis (21/5/2026), mengatakan produksi ikan pindang dilakukan sejak pagi hari dan biasanya seluruh hasil rebusan telah diambil pembeli sebelum siang.

“Kalau sudah panas, perebusan sekitar 15 menit sekali angkat. Mulai jam tujuh pagi, biasanya jam sebelas sudah diambil pembeli,” ujar Suitari di lokasi usaha pemindangan Kusamba.

Menurut dia, jumlah produksi sangat bergantung pada pasokan ikan dan pesanan pasar. Dalam kondisi normal, usaha miliknya mampu mengolah rata-rata 300 keranjang per hari. Namun saat permintaan meningkat, produksi bisa lebih tinggi.

Ikan yang dipindang berasal dari sejumlah daerah seperti Negara, Karangasem hingga pasokan dari Jawa. Saat musim paceklik ikan di Bali, pasokan dari luar daerah menjadi penopang utama agar produksi tetap berjalan.

“Kalau musim ikan kurang biasanya pertengahan tahun atau akhir tahun. Kadang ikan dari Jawa juga susah,” katanya.

Suitari mengatakan dirinya telah menjadi nasabah BRI selama lebih dari 10 tahun. Ia mengaku sudah dua kali memperoleh pinjaman hingga Rp100 juta. Modal tersebut awalnya digunakan untuk usaha penjualan keranjang, sebelum akhirnya dipakai memperluas usaha pemindangan dan penjualan garam.

“Awalnya untuk jual keranjang dulu. Setelah berkembang baru jual garam dan bantu modal usaha pindang,” ujarnya.

Ia menilai akses KUR sangat membantu pelaku usaha kecil karena proses pencairan dinilai cepat dan persyaratan relatif mudah. Meski demikian, pihak bank tetap rutin melakukan pengecekan usaha nasabah untuk memastikan usaha berjalan aktif.

“Cepat cair dan mudah, tapi pihak bank sering datang mengecek usaha juga,” katanya.

Dalam operasional sehari-hari, pembeli biasanya datang membawa ikan mentah untuk direbus di lokasi pemindangan. Pelaku usaha memperoleh penghasilan dari biaya jasa perebusan, penjualan garam, hingga penjualan keranjang ikan.

Pembeli membawa ikan beserta kebutuhan produksi, kemudian membayar biaya jasa berdasarkan jumlah keranjang yang diproses.

Selain menghadapi fluktuasi pasokan ikan, pelaku usaha pemindangan juga dibebani tingginya biaya produksi, terutama kebutuhan garam. Suitari memilih menggunakan garam asal Bima, Nusa Tenggara Barat, karena dinilai lebih cocok untuk proses pemindangan. “Garam Bima lebih kasar dan lebih asin,” ujarnya.

Harga garam Bima mencapai sekitar Rp200 ribu per 50 kilogram. Sementara jika menggunakan garam lokal, kebutuhan produksi 400 keranjang ikan memerlukan sekitar 75 kilogram garam dengan biaya mencapai Rp500 ribu.

Biaya produksi lainnya berasal dari kebutuhan alat perebusan. Satu unit kompor berkapasitas besar mencapai sekitar Rp1 juta, belum termasuk tungku dan perlengkapan pendukung lainnya. 

Meski biaya operasional terus meningkat, aktivitas pemindangan di Kusamba tetap berjalan hampir setiap hari dan menyerap tenaga kerja harian. Sentra pemindangan tersebut selama ini menjadi salah satu pemasok ikan pindang untuk pasar tradisional di Bali.

“Kami libur sendiri kalau memang tidak ada produksi atau ada acara,” ujar Suitari.

Terpisah, Regional CEO BRI Region 17 Denpasar, Hery Noercahya menyampaikan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), termasuk sektor usaha pemindangan ikan yang menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat pesisir di wilayah Bali dan Nusa Tenggara.

Melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), BRI memberikan akses pembiayaan kepada pelaku usaha pemindangan ikan guna membantu peningkatan kapasitas produksi, penguatan modal kerja, hingga pengembangan usaha yang berkelanjutan.

Sektor perikanan dan pengolahan hasil laut memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

"Melalui penyaluran KUR, kami berharap para pelaku usaha dapat meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, serta menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar,” ujar Hery.

Selain menyediakan akses pembiayaan, BRI juga terus mendorong pelaku UMKM untuk meningkatkan literasi keuangan dan memanfaatkan layanan digital perbankan guna mendukung efisiensi transaksi usaha.

BRI optimistis dukungan terhadap sektor usaha pemindangan ikan dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan memperkuat ekosistem UMKM di wilayah Bali dan Nusa Tenggara (Z/002) 

Baca Artikel Menarik Lainnya : Repnas Yakin Jokowi Amin Menang 80 Persen di Bali

Terpopuler

Dhyan Foundation Gelar Yoga Kebangsaan di Monumen Perjuangan Bangsal

Dhyan Foundation Gelar Yoga Kebangsaan di Monumen Perjuangan Bangsal

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

Kawasan Ekonomi Khusus Kura Kura Bali: Visionary Oasis Tri Hita Karana dalam Politik Ruang Pariwisata

Kawasan Ekonomi Khusus Kura Kura Bali: Visionary Oasis Tri Hita Karana dalam Politik Ruang Pariwisata

Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Karhutla, BNPB Minta Masyarakat Tetap Siaga

Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Karhutla, BNPB Minta Masyarakat Tetap Siaga

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026