Ngerinya Ekonomi Kapitalis
Banner Bawah

Ngerinya Ekonomi Kapitalis

Admin 2 - atnews

2026-05-25
Bagikan :
Dokumentasi dari - Ngerinya Ekonomi Kapitalis
Wayan Supadno (ist/atnews)
Oleh Wayan Supadno

Sungguh kita patut bersyukur, era pemerintahan saat ini mengajak kembali sesuai Pasal 33 UUD 45. Ada perlindungan ke rakyat kecil. Padahal puluhan tahun arah pembangunan ke ekonomi kapitalis.

Ekonomi kapitalis prinsipnya perekonomian berbasis pasar bebas. Kepemilikan oleh swasta atau perorangan, minim intervensi negara. Mulai produksi dan persaingan di pasar.

Agar anak muda dapat ilmu hikmahmya, berikut ini kejadian yang sering terjadi di lapangan.

Strategi Dumping Kapitalis Impor Bahan Pangan.

Biasa impor gula, kedelai dan bawang putih. Karena marketable dan margin jelas, bank mendanai berapapun butuhnya dana. Apalagi bank juga butuh laba dari dana yang dipasarkan.

Agar pangsa pasarnya makin luas, saingannya yaitu petani dihabisi. Dibuat rugi lalu kapok bertani. Musim berikutnya omzet dan laba importir makin besar. Karena modal kuat.

Caranya strategi dumping, dituang sedikit ke pasar  harga sangat murah. Justru saat panen raya agar pada kapok. Harga kembali dinaikkan sesukanya sendiri. Saat tiada pesaing lagi.

Sehingga sangat cepat untuk kaya raya sendirian atau segelintir orang saja. Korbannya pelaku usaha kecil dan semua rakyat konsumen bahan pangan impor tersebut.

Bahkan bisa berpotensi mengendalikan pembuat kebijakan (oligarki). Baik pembuat UU maupun Peraturan. Utamanya oknum pejabat nakal. Agar kebijakannya berpihak kepadanya.

Dampak negatif lainnya sangat banyak. Misal rasio gini kesenjangan ekonomi penyebab kecemburuan sosial, monopoli penguasaan pasar, eksploitasi pekerja, rentan krisis dan lainnya.

Ilmu hikmahnya kita telah merasakan terlalu tergantung investor asing (kapitalis), begitu dananya ditarik ke luar negeri besar-besaran spontan rupiah melemah, imbasnya besar. Hingga meresahkan.

Solusinya dibangun ekonomi gotong royong. Misal sebagai produsen, pedagang dan konsumennya milik rakyat banyak yaitu koperasi. Laba (SHU) nya dibagi rata. Maju bersama.

Saya yakin jika KDMP, MBG, penertiban ekspor impor dan hilirisasi sesuai rencana, niscaya tidak lama lagi ekonomi Indonesia berdaulat mengantar jadi kejayaan Indonesia yang berkeadilan. (*)

Baca Artikel Menarik Lainnya : BLH Bali Sayangkan Galian C Picu Jebolnya Tembok Sekolah

Terpopuler

Dhyan Foundation Gelar Yoga Kebangsaan di Monumen Perjuangan Bangsal

Dhyan Foundation Gelar Yoga Kebangsaan di Monumen Perjuangan Bangsal

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

Kawasan Ekonomi Khusus Kura Kura Bali: Visionary Oasis Tri Hita Karana dalam Politik Ruang Pariwisata

Kawasan Ekonomi Khusus Kura Kura Bali: Visionary Oasis Tri Hita Karana dalam Politik Ruang Pariwisata

Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Karhutla, BNPB Minta Masyarakat Tetap Siaga

Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Karhutla, BNPB Minta Masyarakat Tetap Siaga

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026