Oleh Prof Tjandra Yoga Aditama
Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) merayakan ulah tahunnya yang ke 58 dengan peringatan di kantor pusat PPTI di Jakarta Selatan. Kantor ini juga merupakan lokasi dari klinik “Jakarta Respiratory Center (JRC)” yang cukup banyak menangani pasien tuberkulosis dan penyakit paru lainnya.
PPTI sendiri berdiri pada 20 Mei 1968, dan sejak awal didirikan berkomitmen membantu pemerintah dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat TB melalui edukasi/penyuluhan, menemukan kasus TB dan mendampingi pengobatan pasien hingga sembuh.
Dalam peringatan 58 tahun PPTI kali ini disampaikan tiga fase yang sudah dijalani sejak berdiri, yaitu fase pendirian, fase pembangunan dan fase pengembangan. Kini PPTI dipimpin oleh Ibu Yani Panigoro dan melakukan kegiatan di berbagai area, meliputi Penyuluhan, Pendidikan Pelatihan, Penyuluhan, Pelayanan medik, Sosial, Dana dan Usaha serta Organisasi dan Hukum.
Dalam rangkaian kegiatan HUT PPTI ke 58 ini saya antara lain terlibat sebagai pembicara pada webinar dengan PPTI Jakarta dengan topik "Tuberkulosis dan masalahnya" yang akan banyak membahas penerapan di pelayanan kesehatan primer.
Selain itu saya juga akan membawakan topik TB dan Rokok pada seminar yang diselenggarakan PPTI bersama pembicara dari Wanita Indonesia Tanpa Tembakau (WITT), influencer dan juga mantan penyintas TB yang juga mantan perokok.
Pada ulang tahun ke 58 PPTI tahun ini Alhamdulillah saya berbesar hati menerima Penghargaan Life Time Achievement Award dari Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) atas Dedikasi dan Kontribusi penanggulangan Tuberkulosis bersama PPTI. Disampaikan bahwa saya bersama PPTI pada periode 1988 – 2017 dan 2024 – 2029. Memang ada fase jeda nya karena antara 2015 sampai 2020 saya bertugas di WHO Asia Tenggara di New Delhi India.
Semoga PPTI akan semakin jaya di waktu mendatang, dan terus memberikan darma baktinya bagi pengendalian tuberkulosis di negara kita.
*) Prof Tjandra Yoga Aditama Penerima Rakyat Merdeka Award 2022 bidang Edukasi dan Literasi Kesehatan Masyarakat, Penerima Rekor MURI April 2024, Penerima Penghargaan Paramakarya Paramahusada 2024 – PERSI, Penerima Penghargaan Achmad Bakrie XXI 2025 dan penerima Penghargaan PPTI 2026.