Denpasar (Atnews) - Puncak Dharma Santi Nasional di panggung terbuka Ardha Candra, Art Center-Taman Budaya, Denpasar, pada Jumat (17/4/2026) berlangsung aman, lancar, dan sukses. Hal itu membuat Ketua Umum (Ketum) Marsda TNI (Purn.) I Made Susila Adnyana, pada Minggu (19/4/2026), mengaku lega sekaligus menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam even nasional yang mengusung tema “Vasudhaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga, Nusantara Harmoni Indonesia Maju.” ini.
Dia menambahkan lancarnya Dharma Santi Nasional juga tak terlepas dari dukungan para tokoh, pemimpin agama, Pemprov Bali, pemkot/pemkab se-Bali, aparat keamanan, masyarakat luas, termasuk mahasiswa dan KMHDI.
‘’Saya juga menyampaikan terima kasih tak terhingga atas peran-serta semua unsur panitia yang sejak dari awal bekerja saling-bahu membahu, mengawal seluruh rangkaian Dharma Santi Nasional hingga puncaknya di Bali,’’ tegas Danseskoau, Lembang, Bandung, periode 2024-2025 ini.
I Made Susila juga memohon maaf kepada seluruh umat kalau ada yang kurang dan terlewatkan dalam acara ini. ‘’Jika ada warga yang merasa tersinggung atau tidak terlayani dengan baik, itu semua karena keterbatasan kami sebagai Panitia Dharma Santi Nasional hari suci Nyepi Tahun Saka 1948. Hal itu nanti sebagai bahan evaluasi panitia untuk memperbaiki acara yang sama pada masa mendatang,’’ tegasnya.
Menurut I Made Susila, rangkaian perayaan Dharma Santi Nasional Nyepi 2026 ini diisi dengan berbagai kegiatan sosial, spiritual, dan budaya, di seluruh Indonesia.
Kegiatan itu yakni peluncuran Dharma Santi Nasional 2026 dan perayaan Siwaratri di Candi Prambanan (pada Sabtu, 17 Januari 2026), perayaan Maha Siwaratri dan penanaman pohon serentak se-Indonesia (Minggu, 15 Februari 2026), bhakti sosial dan pelayanan kesehatan di Aceh (25–27 Februari 2026), Saka Boga Sevaman serentak (1 Maret 2026).
Makerti Ayuning Danu di Danau Beratan, Baturiti, Tabanan, dan Danau Batur, Kintamani, Bangli (8 Maret 2026), Malasti serentak (15 Maret 2026), donor darah serentak (1 Maret 2026), Tawur Agung Kesanga di Candi Prambanan (18 Maret 2026), perayaan hari suci Nyepi serentak (19 Maret 2026), Seminar Nasional di Bali (6 April 2026), serta Saka Yoga Festival di Jakarta (11 April 2026).
Sedangkan Ketua Umum PHDI Pusat Mayjen TNI (Purn.) Wisnu Bawa Tenaya saat puncak Dharma Santi Nasional menegaskan pentingnya persatuan dalam keberagaman melalui semangat Vasudhaiva Kutumbakam. Dia menyebut kegiatan melibatkan berbagai elemen sebagai simbol persatuan. “Kegiatan hari ini luar biasa. Melibatkan lintas komponen, umat dan lintas umat beragama.” tambahnya.
Mantan Danjen Kopassus ini juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan momentum Nyepi sebagai refleksi bersama dalam memperkuat persatuan nasional. “Kita semua umat se-dharma, lintas iman lintas agama menyatukan kekuatan untuk menuntaskan berbagai masalah bangsa,” tambah mantan Danjen Kopassus tersebut. (Z/002)