Banner Bawah

Gubernur Koster Apresiasi RS Kasih Ibu Berhasil Sembuhkan Pasien WNA, Tingkatkan Citra Pariwisata di Mata Dunia

Admin 2 - atnews

2026-03-30
Bagikan :
Dokumentasi dari - Gubernur Koster Apresiasi RS Kasih Ibu Berhasil Sembuhkan Pasien WNA, Tingkatkan Citra Pariwisata di Mata Dunia
Gubernur Koster Apresiasi RS Kasih Ibu (ist/atnews)

Denpasar (Atnews) - Gubernur Bali, Wayan Koster mengapresiasi pelayanan kesehatan yang dilakukan Rumah Sakit Kasih Ibu kepada seorang Warga Negara Asing (WNA) yang mengalami sakit autoimun sampai berhasil sembuh. 

Apresiasi yang disampaikan langsung Gubernur Bali kepada Direktur Rumah Sakit Kasih Ibu, dr. Ni Kadek Dwi Widhyari, MM, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepercayaan masyarakat dunia kepada pariwisata Bali.

“Keberhasilan ini juga akan menjadi promosi kepada negara luar. Terimakasih Rumah Sakit Kasih Ibu atas pelayanannya,” ujar Gubernur Wayan Koster saat berdialog bersama WNA asal Norwegia (pasien yang sembuh, red), Dagny Magdalene Jaeger Markussen di Jayasabha, Minggu (Redite Keliwon, Watugunung) 29 Maret 2026.

Sebelumnya, Dagny Magdalene Jaeger Markussen menceritakan ia mengalami sakit selama 18 tahun, di umur 15 tahun rambutnya mengalami kerontokan, bahkan penyakit dalam yang ia derita tidak bisa diobati di negaranya tinggal (Norwegia). 

Pada bulan Oktober tahun 2025 ia memutuskan untuk datang ke Bali, selain berobat, tujuannya ke Bali juga untuk mencari hiburan agar sakit dalam yang dideritanya bisa berkurang. 

“Selama Saya berobat di Bali, Saya diberlakukan secara adil, sekarang kondisi Saya membaik, Saya sudah bisa makan, mandi, dan membawa sepeda motor sendiri. Terimakasih R.S Kasih Ibu dan Bapak Gubernur Bali, Saya selama di Bali mendapatkan kenyamanan dan orangnya ramah – ramah,” ungkap Dagny Magdalene Jaeger Markussen.

Sebelumnya, Dokter yang merawat pasien, dr. Gede Kambayana, Sp. PD-KR dihadapan Gubernur Bali menjelaskan bahwa pasien WNA Norwegia, Dagny Magdalene Jaeger Markussen sempat mengeluhkan sakit nyeri pada bagian tubuh yang tidak bisa kami ketahui sakitnya apa, pasien juga mengalami gangguan pernafasan. 

“Pada bulan November 2025 kami melakukan investigasi secara mendalam, dan akhirnya dianogsisnya ketemu, dimana pasien mengalami sakit autoimun dan syukurnya kami bisa menanganinya. Meskipun pasien sudah pulih, kami tetap memberikan pelayanan rawat jalan kepada pasien,” lapor dr. Kambayana.(*IBM).

Baca Artikel Menarik Lainnya : Oka Antara: Karangasem Belum Mampu Kelola SDA dengan Baik

Terpopuler

Buka Parade Ogoh-Ogoh, Wabup Badung Soroti Peran Strategis Generasi Muda dalam Pelestarian Budaya

Buka Parade Ogoh-Ogoh, Wabup Badung Soroti Peran Strategis Generasi Muda dalam Pelestarian Budaya

Indonesia Genjot Konektivitas Udara, ANA Didorong Buka Rute Baru ke Yogyakarta

Indonesia Genjot Konektivitas Udara, ANA Didorong Buka Rute Baru ke Yogyakarta

POM MIGO KAORI

POM MIGO KAORI

Refleksi Hari Raya Nyepi, Tahun Baru Saka 1948

Refleksi Hari Raya Nyepi, Tahun Baru Saka 1948

Indonesia Gandeng Jepang, Perkuat Strategi Pariwisata Asia Timur

Indonesia Gandeng Jepang, Perkuat Strategi Pariwisata Asia Timur

15 Batal Terbang Rute Internasional Bandara Ngurah Rai, Dampak Perang Israel - Iran

15 Batal Terbang Rute Internasional Bandara Ngurah Rai, Dampak Perang Israel - Iran