Pemelaspasan dan Mendem Pedagingan, Pura Tambang Badung Warisan Kerajaan Badung
Admin 2 - atnews
2025-12-20
Bagikan :
Pemelaspasan (ist/Atnews)
Denpasar (Atnews) - Di tengah laju modernisasi kota dan tekanan pembangunan yang kian masif, Pura Tambang Badung tetap berdiri kokoh sebagai penanda sejarah, spiritualitas, dan peradaban Kerajaan Badung. Keberadaan pura berusia ratusan tahun ini kembali mendapat perhatian serius, setelah Pangelingsir Puri Agung Pemecutan secara terbuka menyampaikan apresiasi kepada Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, atas kepeduliannya dalam menjaga dan melestarikan warisan leluhur tersebut.
Apresiasi itu disampaikan langsung oleh Pangelingsir Puri Agung Pemecutan, Anak Agung Ngurah Ketut Parwa, didampingi Anak Agung Ngurah Putra Darma Nuraga, bersama keluarga besar Puri Agung Pemecutan dan krama adat, bertepatan dengan pelaksanaan upacara suci Pemelaspasan dan Mendem Pedagingan yang dirangkaikan dengan Mecaru Panca Sata, Nge Rsi Gana, Gempong Asu lan Panca Rupa di Pura Tambang Badung, Desa Adat Denpasar, Kelurahan Pemecutan, Kecamatan Denpasar Barat, Jumat, Tilem Kanem (Sukra Keliwon, Pujut), 19 Desember 2025.
Dalam sambrama wacana yang sarat nilai sejarah dan filosofi adat, Anak Agung Ngurah Ketut Parwa menegaskan bahwa Pura Tambang Badung bukan sekadar tempat persembahyangan umat Hindu, melainkan simbol peradaban, legitimasi spiritual, dan jejak historis Kerajaan Badung yang telah berdiri sekitar 400 tahun. Oleh karena itu, setiap bentuk perhatian terhadap pura ini dipandang sebagai sikap menghormati leluhur sekaligus menjaga marwah Denpasar sebagai pusat sejarah Bali selatan.
Menurutnya, kepedulian yang ditunjukkan oleh I Nyoman Giri Prasta sejak menjabat sebagai Bupati Badung hingga kini sebagai Wakil Gubernur Bali, merupakan wujud kepemimpinan yang berpijak pada nilai adat dan tanggung jawab sejarah, bukan semata kebijakan administratif. Pura Tambang Badung tercatat menerima dukungan dana pelestarian senilai Rp15 miliar, yang dimanfaatkan untuk pemugaran dan penguatan struktur pura, sekaligus menjaga kesucian serta fungsi spiritualnya agar tetap ajeg di tengah perubahan zaman.
“Bantuan ini bukan sekadar materi. Ini adalah wujud bakti kepada leluhur. Pura Tambang Badung merupakan peninggalan Kerajaan Badung yang memiliki nilai sejarah sangat tinggi bagi Denpasar. Atas kepedulian tersebut, kami selaku Pangelingsir Puri Agung Pemecutan menghaturkan terima kasih dan mendoakan agar Bapak I Nyoman Giri Prasta senantiasa mendapatkan kerahayuan serta anugerah Ida Bhatara yang berstana di Pura Tambang Badung,” ujar Anak Agung Ngurah Ketut Parwa di hadapan Wakil Gubernur Bali, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, Bendesa Adat Denpasar Anak Agung Ngurah Alit Wirakesuma, para penglingsir puri se-Kota Denpasar, serta tokoh masyarakat.
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan posisi Pura Tambang Badung sebagai simpul sejarah yang tidak terpisahkan dari perjalanan Denpasar dan Badung. Bagi Puri Agung Pemecutan, keberlanjutan pura ini adalah tanggung jawab lintas generasi yang hanya dapat dijaga melalui sinergi antara adat, masyarakat, dan pemerintah.
Menanggapi apresiasi tersebut, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menyampaikan bahwa keterikatannya dengan Pura Tambang Badung tidak semata sebagai pejabat publik, melainkan sebagai pribadi yang memiliki hubungan emosional dan spiritual sejak masa kecil. Ia mengenang almarhum ayahnya, Nyoman Sukarta, yang kerap mengajaknya tangkil dan bersembahyang di pura tersebut saat masih duduk di bangku sekolah dasar.
“Titiang sejak kecil telah diperkenalkan oleh almarhum bapak untuk bersembahyang di Pura Tambang Badung. Karena itu, pura ini memiliki tempat tersendiri di hati titiang. Astungkara, saat menjabat sebagai Bupati Badung, titiang bisa ikut nyarengin pemargi pelestarian Pura Tambang Badung sebagai bentuk bakti kepada leluhur dan tanggung jawab kepada sejarah,” ungkap Giri Prasta.
Di akhir sambrama wacana, Giri Prasta mendoakan agar seluruh rangkaian upacara Pemelaspasan, Mendem Pedagingan, dan Mecaru dapat memargi antar, labda karya sida sidaning don lan nemu labda karya. Ia juga menghaturkan dana punia sebesar Rp25 juta sebagai wujud dukungan spiritual dan kebersamaan dengan krama adat.
Sementara itu, Manggala Karya Anak Agung Ngurah Agung Gede Parmadi dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan upacara Pemelaspasan dan Mendem Pedagingan ini dilaksanakan setelah seluruh rangkaian pemugaran Pura Tambang Badung rampung secara keseluruhan.
“Hari ini kami melaksanakan upacara pemelaspasan karena seluruh proses pemugaran pura telah selesai. Astungkara, karya ini dapat berjalan dengan baik berkat dukungan semua pihak,” ujarnya.
Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara turut menyampaikan apresiasi atas kebersamaan dan sinergi yang terbangun dalam pelaksanaan renovasi dan upacara suci tersebut. Ia berharap momentum ini semakin memperkuat sradha bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Sebagai penutup rangkaian upacara, dilakukan penyerahan penghargaan berupa keris dari pihak Pura Tambang Badung kepada Wakil Gubernur Bali, Wali Kota Denpasar, dan Bupati Badung. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan dana punia oleh Wakil Gubernur Bali dan Wali Kota Denpasar yang disaksikan seluruh krama dan undangan. (Z/002)