Pasca Banjir: Pemulihan Lantai Basement Pasar Badung, Kebutuhan Listrik, Selanjutnya Perbaikan Mesin Sumpit
Admin - atnews
2025-10-31
Bagikan :
Basement Pasar Badung (ist/Atnews)
Denpasar (Atnews) - Pemulihan Pasar Badung terletak di Jl. Sulawesi, Denpasar memiliki luas sekitar 14.544 m2 yang dibangun dalam empat lantai utama terus dilakukan pasca terdampak banjir bandang, tanggal 10 September 2025.
Pasar Badung sebagai area perdagangan serta dua lantai basement (bawah tanah) sebagai area parkir kendaraan.
Saat ini tengah perbaikan mesin genset oleh pihak vendor untuk pemulihan kebutuhan listrik di Pasar Badung.
"Sekarang sedang perbaikan mesin jenzet oleh pihak vendor untuk pemulihan kebutuhan listrik di Pasar Badung. Setelah itu baru perbaikan mesin-mesin sumpit (mesin penyedot air di basment untuk dibuang ke sungai)," kata Kepala Satuan Pengawasan Intern (SPI) Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar I Ketut Hadihasa di Denpasar, Kamis (30/10).
Pada kesempatan itu, Hadihasa memperlihatkan kondisi basment - basment Pasar Badung.
Selanjutnya, setelah perbaikan genset selesai. Kemudian lampu-lampu penerangan, berikutnya pihaknya perbaiki termasuk mesin sumpit. Selanjutnya baru pembersihan lumpur basment Pasar Badung.
Konstruksi parkir basement-1 berada ± 1,65 m dari permukaan air Tukad Badung saat dilakukan survei pada Selasa, 23 September 2025.
Dari hasil pengamatan, basement-2 yang tergenang air berada di bawah permukaan air sungai sedalam ± 2,5 meter.
Dilakukan koordinasi dan peninjauan lokasi langsung di Basement-2 Pasar Badung yang sedang tergenang antara Bidang Sumber Daya Air dan Bidang Cipta Karya DISPUPRKIM Provinsi Bali dengan BPBD Provinsi Bali serta perwakilan PD Pasar (23/09/25).
Terlihat genangan air setinggi ± 35 cm dari lantai basement dan berbau tidak sedap. Berdasarkan keterangan petugas dari BPBD Provinsi, telah dilakukan pemompaan beberapa kali dengan pompa 4” hingga hanya tersisa lumpur saja namun kemudian kembali terjadi genangan air dengan tinggi yang sama yaitu sekitar 35 cm.
Pada saat dilakukan pemompaan tanggal 17 September 2025, terjadi rembesan antara sambungan tembok dan balok antara basement-1 dan basement-2 yang cukup deras. Serta masih terdapat beberapa dinding basement yang mengalami rembes.
Situasi basement-2 yang masih gelap dan belum bisa dikeringkan sepenuhnya menyebabkan sulitnya mengidentifikasi sebab terjadinya genangan dalam basement.
Sedangkan, Hipotesis Bidang SDA DISPUPRKIM Provinsi Bali. Pertama, diduga terdapat rembesan air dari retakan konstruksi basement akibat banjir pada 10 September 2025.
Mengingat elevasi basement yang berada di bawah permukaan air sungai ± 2,5 m, memungkinkan terjadinya rembesan air akibat kejenuhan tanah dan tekanan air tanah terhadap konstruksi basement sehigga terjadi retakan pada sambungan beton.
Kedua, berdasarkan hasil koordinasi dengan BWS Bali-Penida, bahwa jenis pompa dengan panjang pipa 10 meter yang dimiliki oleh BWS Bali-Penida tidak mampu menyedot air di dalam basement seluruhnya saat kejadian banjir 10 September dan masih menyisakan genangan air setinggi betis orang dewasa.
Sehingga perlu dicari alternatif penyediaan pompa lain dengan kapasitas yang sesuai dengan kondisi yang diperlukan.
Ketiga, diperkirakan volume genangan air adalah luas lantai basement x ketinggian air genangan yaitu 2.000 m2 x 0,35 m = 700 m3 . Estimasi kebutuhan pompa air portable 6” kapasitas 100 m3/jam dengan waktu 4 jam adalah sekitar 2 unit pompa air.
Untuk dapat mengidentifikasi sumber rembesan air yang menyebabkan genangan dalam basement, maka perlu dilakukan pekerjaan pengeringan/pengurasan air genangan.
Terkait upaya pengeringan Basement-2 Pasar Badung, diperlukan pompa dengan estimasi jumlah sebanyak 2 unit. Terkait kegiatan pengeringan/pengurasan basement, menunggu arahan lebih lanjut.
Rekomendasi dalam Jangka Pendek, perlu adanya koordinasi lebih lanjut untuk pemasangan pompa tambahan dan melakukan inject jika terjadi kebocoran.
Diperlukan analisis lebih lanjut oleh Ahli Hidrologi/ Drainase/Pengelolaan Air Limbah untuk memastikan kondisi saluran, terutama jika posisinya berada di bawah muka air sungai atau terdapat potensi resapan air tanah akibat kebocoran.
Dalam Jangka Panjang, melakukan normalisasi pada dasar sungai sehingga permukaan air sungai dapat kembali pada level normal seperti sebelum terjadinya bencana banjir.
Mengoperasikan kembali seluruh titik pompa sumpit yang ada pada Basement-2, dan memastikan seluruh saluran pembuangan yang berasal dari 5 (lima) titik pompa tersebut dapat berfungsi dengan baik.
Sementara itu, Kepala Satuan Pengawasan Intern (SPI) Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar I Ketut Hadihasa menambahkan, kondisi tetap aman karena sudah ada proses normalisasi sungai Tukad Badung.
Sedangkan debit air (hujan di hulu) tidak besar, termasuk siaga pintu air di Suwung. "Astungkare sementara sampai detik ini aman," ungkapnya. (GAB/001)