GWK Terus Bongkar Tembok Pembatas, Siapkan Pengalihan Jalan untuk Mobilitas Masyatakat
Banner Bawah

GWK Terus Bongkar Tembok Pembatas, Siapkan Pengalihan Jalan untuk Mobilitas Masyatakat

Admin - atnews

2025-10-08
Bagikan :
Dokumentasi dari - GWK Terus Bongkar Tembok Pembatas, Siapkan Pengalihan Jalan untuk Mobilitas Masyatakat
GWK terus membongkar tembok pembatas (ist/Atnews)
Badung (Atnews) - Manajemen Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK) menegaskan bahwa proses pembongkaran dan penggeseran tembok pembatas di sisi selatan kawasan masih terus berlangsung hingga hari Rabu (8/10).

Meskipun lahan tersebut secara sah merupakan milik GWK, perusahaan berkomitmen menuntaskan pengerjaan kurang lebih dalam kurun waktu 2 sampai dengan 3 minggu ke depan sebagai wujud nyata dukungan terhadap kebutuhan masyarakat sekitar.

Selain penggeseran tembok, GWK juga menyiapkan pengalihan jalan yang lebih aman digunakan warga. Langkah ini menjadi bagian dari upaya harmonisasi antara pengelolaan kawasan pariwisata dengan kepentingan masyarakat lokal.

Sejumlah warga turut menyampaikan apresiasi atas kebijakan ini. “Terima kasih atas penggeseran tembok ini, kami sangat dipermudah untuk beraktivitas. Walaupun selama ini memang sudah ada jalan alternatif yang kami gunakan, dengan dibukanya akses ini kami bisa lebih menghemat waktu,” ungkap salah satu warga.

GWK Cultural Park merupakan sebuah wisata taman budaya seluas ± 60ha yang terletak di Ungasan, Kabupaten Badung, sekitar 10-15 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai. Sejak tahun 2012, GWK hadir dengan berbagai peremajaan fasilitas. 

Pembenahan sarana dan prasarana di kawasan utama GWK Cultural Park seperti di Plaza Wisnu, Lotus Pond, Festival Park, Amphitheater, Taman Indraloka, Tirta Agung dan lokasi lainnya dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung.

Pada tahun 2018 Patung GWK yang menjadi ikon Indonesia diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo. Kawasan GWK Cultural Park terdiri dari beberapa venue yang memiliki luas area hingga 5.000 meter persegi dan kerap menjadi tempat pelaksanaan event besar berskala nasional maupun internasional. 

Amphitheater yang menjadi venue pertunjukan seni dan budaya memiliki daya tampung hingga 500 tempat duduk. Sebagai salah satu destinasi pariwisata abad ke-21, GWK saat ini berkembang menjadi taman budaya yang menyuguhkan berbagai acara yang meliputi pertunjukkan budaya, atraksi hiburan, beragam karya seni patung dan juga seni lansekap tebing-tebing kapur yang unik. 

Selain itu GWK juga menawarkan destinasi wisata kuliner dengan pesona Bukit Ungasan dan bermacam cinderamata unik dan menarik yang tersedia di Kencana Souvenir. (Z/001)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Gubernur Koster Sebut Akulturasi Budaya Bali dan Tiongkok Sudah Turun Temurun

Terpopuler

Dhyan Foundation Gelar Yoga Kebangsaan di Monumen Perjuangan Bangsal

Dhyan Foundation Gelar Yoga Kebangsaan di Monumen Perjuangan Bangsal

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

POM MIGO KAORI

POM MIGO KAORI

Kawasan Ekonomi Khusus Kura Kura Bali: Visionary Oasis Tri Hita Karana dalam Politik Ruang Pariwisata

Kawasan Ekonomi Khusus Kura Kura Bali: Visionary Oasis Tri Hita Karana dalam Politik Ruang Pariwisata

Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Karhutla, BNPB Minta Masyarakat Tetap Siaga

Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Karhutla, BNPB Minta Masyarakat Tetap Siaga

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026