Denpasar (Atnews) Z- Umat Hindu di Bali memperingati hari suci Anggara Kasih Prangbakat 22 Juli 2025, sebuah momen penting yang dirayakan setiap enam bulan sekali. Hari ini merupakan waktu untuk merenungkan, kasih sayang, membersihkan diri dari kecemaran, dan memohon berkah kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Sang Hyang Rudra.
Wakil Ketua Mada LVRI Prov Bali Jro Wilaja usai Upacara Piodalan di Pelinggih Gedung Merdeka mengemukakan, Anggara Kasih Prangbakat memiliki makna yang mendalam dalam kehidupan spiritual umat Hindu. Hari ini mengingatkan umat untuk menunjukkan kasih sayang tidak hanya kepada sesama manusia, tetapi juga kepada semua makhluk hidup. Selain itu, hari ini juga menjadi waktu untuk melakukan pembersihan diri secara rohani dan jasmani melalui perenungan diri, introspeksi, dan memohon ampunan atas segala kesalahan yang telah diperbuat.
Anggara Kasih Prangbakat juga merupakan waktu untuk memuja Sang Hyang Rudra, manifestasi dari Dewa Siwa yang dipandang sebagai penguasa alam semesta dan pemberi berkah. Melalui perayaan ini, umat Hindu diajak untuk menjaga keharmonisan dengan alam semesta dan seluruh makhluk hidup, serta menjalin hubungan yang baik dengan sesama.
Disamping itu menjadi waktu yang tepat untuk melakukan introspeksi diri, merenungkan perbuatan yang telah dilakukan, dan berjanji untuk menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan. Juga memiliki makna yang mendalam dalam kehidupan spiritual umat Hindu, yaitu sebagai hari untuk mempererat kasih sayang, membersihkan diri, dan memohon berkah dari Tuhan. Ungkap Jro Wilaja
Ketua DHD Angkatan 45 Prov Bali Bagus Ngurah Rai mengungkapkan, Kasih sayang memiliki peran penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan mengimplementasikan kasih sayang, masyarakat dan pemerintah dapat membangun hubungan yang harmonis, meningkatkan empati dan toleransi, serta mengembangkan nilai-nilai kebangsaan yang positif.
Disamping itu, dapat membantu membangun hubungan yang harmonis antara masyarakat, pemerintah, dan lembaga-lembaga lainnya. Hal ini dapat dilakukan dengan mengembangkan program-program sosial yang bertujuan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Bagus Ngurah Rai yang juga Ketua Pelaksana Monumen Perjuangan Bangsal , mengungkapkan pula, Kasih sayang dapat membantu mengembangkan nilai-nilai kebangsaan seperti gotong royong, solidaritas, dan kesetiakawanan. Pendidikan karakter dapat membantu mengembangkan nilai-nilai kasih sayang dan empati pada generasi muda.
Hal ini dapat menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara yang harmonis dan sejahtera, Tegas Bagus Ngurah Rai Mantan Kepala RRI Singaraja.
Piodalan yang berlangsung sederhana itu, staf Kepala Biro Pemerintahan dan Kesra Setda Prov Bali, staf Dinas Sosial Kota Denpasar,perwakilan dari Oganda Bali, Ketua Aliansi, DHD 45 Prov Bali, Pengurus LVRI Bali Pengurus LVRI Kota Denpasar , Pengurus PIVERI dan Sekehe Pesantian.(KA/001)