"Suksma Bali" Perkuat Kebersamaan Kesinambungan Pariwisata
Banner Bawah

"Suksma Bali" Perkuat Kebersamaan Kesinambungan Pariwisata

Atmadja - atnews

2019-09-08
Bagikan :
Dokumentasi dari - "Suksma Bali" Perkuat Kebersamaan Kesinambungan Pariwisata
Slider 1
Badung, 8/9 (Atnews) - Gerakan "Suksma Bali" kembali memperkuat kebersamaan warga berdomisili di Pulau Dewata dari berbagai elemen.
Upaya itu dalam menjaga kesinambungan pariwisata dengan memberikan dukungan kepada budaya, lingkungan dan seluruh masyarakat Bali.
“Untuk menciptakan destinasi Bali yang semakin berkualitas dan berkelanjutan,” kata Ketua Suksma Bali 2019 IGN Darma Suyasa di Badung, Minggu (8/9).
Hadir Ketua Paiketan Krama Bali AA Suryawan Wiranatha, Ketua PHRI yang juga BPPD Badung IGAN Rai Suryawijaya, Waketum IHGMA I Made Ramia Adnyana dan Ketua World Clean Up Day 2019 Agus Suananda.
Keberadaan budaya Bali yang menjadi daya tarik pariwisata Bali adalah kunci strategis yang patut dihargai. Oleh karena itu  industri pariwisata harus terlibat ikut serta melestarikannya, sehingga tercipta ajeg Bali dan industri pariwisata yang berkelanjutan.
Kegiatan itu mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Bali untuk bersama-sama berterima kasih kepada Bali dalam bentuk Suksma Parahyangan, Suksma Pawongan dan Suksma Palemahan.
Bahkan Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati mengharapkan kegiatan itu menjadi even tahunan Bali.
Dalam mengungkapkan terima kasih dan penghargaan kepada pulau Bali tercinta.
Kata Suksma Bali memiliki taksu yang amat kuat sehingga patut didukung oleh semua stakeholder Bali. 
Berterima kasih atau ber-suksma Parahyangan, suksma Palemahan dan suksma Palemahan merupakan bentuk pengimplementasian “Nangun Sat Kerthi Loka Bali“ yang mempunyai arti menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya, untuk mewujudkan kehidupan karma dan gumi Bali yang sejahtera dan bahagia.
Pemerintah provinsi Bali akan bekerjasama untuk memadukan program pemerintah tahun 2019 dan tahun 2020 ini melalui acara Suksma Bali.
Sementara itu, Waketum IHGMA I Made Ramia Adnyana menambahkan, pihaknya juga akan mendukung penuh acara tersebut.
Dengan mendapatkan kepercayaan untuk mengemban tugas ini tentunya juga atas dukungan semua stakeholder pariwisata dan non-pariwisata termasuk juga lembaga lembaga swadaya masyarakat.
Acara ada tiga kegiatan utama tahun ini yang pertama adalah berpartisipasi dalam kegiatan “world cleanup day” tanggal 21 September 2019 sebagai wujud berterima kasih kepada alam/suksma palemahan. 
Bekerjasama dengan seluruh industri pariwisata, baik yang terkait langsung maupun tidak, dunia pendidikan, LSM, masyarakat lokal kita akan bersama sama melakukan upaya bersih-bersih di 9 kabupaten/kota se-Bali. 
Kedua akan diadakan simposium yang mengambil tema menjaga dan menyelamatkan keberlangsungan air Bali yang kita pahami bersama menjadi perhatian dan concern ke depan. 
Ketiga di penghujung tahun akan diadakan social dan charity dinner di mana saat itu akan ada penganugrahan award kepada tokoh tokoh yang memberikan kontribusi besar kepada Pulau Bali. (ART/02)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Festival Balingkang Kintamani 2019 untuk Gaet Turis Tiongkok ke Bali

Terpopuler

Menanti Bukti Nyata Wacana Koster, Pengamat: Jangan Hanya 'Omon-Omon' Bela Petani Bali!

Menanti Bukti Nyata Wacana Koster, Pengamat: Jangan Hanya 'Omon-Omon' Bela Petani Bali!

Jangan Lewatkan! Kemnaker Buka Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Lulusan Pemagangan 2025 Batch 3

Jangan Lewatkan! Kemnaker Buka Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Lulusan Pemagangan 2025 Batch 3

Tutik Kusuma Wardhani Ucapkan Hari Raya Galungan dan Kuningan

Tutik Kusuma Wardhani Ucapkan Hari Raya Galungan dan Kuningan

Rekayasa Sosial untuk Hindu yang Inklusif dan Adaptif

Rekayasa Sosial untuk Hindu yang Inklusif dan Adaptif

Kemenpar Genjot Pasar Malaysia Lewat Wonderful Indonesia Sales Mission 2026

Kemenpar Genjot Pasar Malaysia Lewat Wonderful Indonesia Sales Mission 2026

OJK Perkuat Ekosistem Inovasi Teknologi Sektor Keuangan Melalui Regulasi Adaptif dan Kolaborasi Pemangku Kepentingan

OJK Perkuat Ekosistem Inovasi Teknologi Sektor Keuangan Melalui Regulasi Adaptif dan Kolaborasi Pemangku Kepentingan